Daftar Negara Paling Aman Covid-19, Indonesia Nomor Buncit - Jurnalmuslim.com -->

Advertisement

Daftar Negara Paling Aman Covid-19, Indonesia Nomor Buncit

Rabu, 10 Juni 2020
Daftar Negara Paling Aman Covid-19, Indonesia Nomor Buncit

HONG KONG -- Sebuah survei dan penelitian yang dilakukan Deep Knowledge Group, sebuah konsorsium perusahaan dan organisasi nirlaba yang dimiliki oleh Deep Knowledge Ventures, perusahaan investasi yang didirikan pada 2014 di Hong Kong, melaporkan 100 negara yang dianggap paling aman di dunia dari infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Dalam daftar tersebut, Indonesia menduduki peringkat ke-97.

Dilansir Forbes, Swiss menjadi negara yang dianggap paling aman dari Covid-19 di dunia untuk saat ini, dengan menempati urutan pertama. Sementara itu, Sudan Selatan menjadi negara paling berbahaya, dengan risiko penularan wabah penyakit baru ini yang sangat tinggi.

Laporan didasarkan pada 130 parameter kuantitatif dan kualitatif. Selain itu, terdapat lebih dari 11.400 titik data dalam kategori seperti efisiensi karantina, pemantauan dan deteksi, kesiapan kesehatan, serta efisiensi pemerintah setiap negara. Satu hal yang menarik ditemukan adanya perubahan signifikan dalam peringkat keamanan selama bulan-bulan pandemi.

Awalnya, negara-negara yang bisa bereaksi cepat terhadap krisis dan memiliki tingkat kesiapsiagaan darurat yang tinggi menempati peringkat teratas dalam daftar teraman. Namun, saat ini negara-negara dengan ekonomi tangguh berada di peringkat yang lebih tinggi.

"Swiss dan Jerman mencapai posisi 1 dan 2 dalam studi kasus terbaru ini secara khusus karena ketahanan ekonomi mereka serta karena cara hati-hati, di mana mereka berusaha untuk melonggarkan pembatasan dan mandat pembekuan ekonomi dalam sebuah fakta dan berbasis ilmu pengetahuan, tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata laporan dalam penelitian dari Deep Knowledge Group.

Berikut adalah daftar lengkap 100 negara yang dianggap paling aman dari Covid-19, menurut Deep Knowledge Group.

1. Swiss

2. Jerman

3. Israel

4. Singapura

5. Jepang

6. Austria

7. China

8. Australia

9. Selandia Baru

10. Korea Selatan

11. Uni Emirat Arab

12. Kanada

13. Hongkong

14. Norwegia

15. Denmark

16. Taiwan

17. Arab Saudi

18. Hungaria

19. Belanda

20. Vietnam

21. Kuwait

22. Islandia

23. Bahrain

24. Finlandia

25. Luksemburg

26. Qatar

27. Liechtenstein

28. Polandia

29. Lithuania

30. Malaysia

31. Latvia

32. Slovenia

33. Oman

34. Yunani

35. Estonia

36. Kroasia

37. Turki

38. Irlandia

39. Georgia

40. Siprus

41. Chili

42. Montenegro

43. Republik Ceko

44. Malta

45. Spanyol

46. Portugal

47. Thailand

48. Bulgaria

49. Greenland

50. Meksiko

51. Uruguay

52. Kota Vatikan

53. Italia

54. Serbia

55. Filipina

56. India

57. Rumania

58. Amerika Serikat

59. Republik Slovakia

60. Prancis

61. Rusia

62. Argentina

63. Belarus

64. Monako

65. Swedia

66. Ukraina

67. Gibraltar

68. Britania Raya

69. Afrika Selatan

70. San Marino

71. Kazakhstan

72. Bosnia dan Herzegovina

73. Iran

74. Ekuador

75. Azerbaijan

76. Mongolia

77. Lebanon

78. Belgia

79. Andorra

80. Pulau cayman

81. Armenia

82. Moldova

83. Myanmar

84. Bangladesh

85. Srilanka

86. Mesir

87. Tunisia

88. Albania

89. Yordania

90. Panama

91. Brasil

92. Maroko

93. Aljazair

94. Honduras

95. Paraguay

96. Peru

97. Indonesia

98. Kamboja

99. Laos

100. Bahama

Penting untuk dicatat bahwa ini hanya penilaian risiko dari satu organisasi. Perlu diketahui bahwa risiko di berbagai wilayah di dalam negara juga akan berbeda. Sebagai contoh, New York adalah pusat wabah Covid-19 di AS pada bulan lalu. Sementara itu, Montana tetap secara relatif jauh lebih aman.

Wilayah berisiko tertinggi saat ini, menurut laporan Deep Knowledge Group, adalah Sub-Sahara Afrika dan Amerika Selatan. Selain itu, ada beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Pasifik. republika.co.id

loading...