WABAH Baru Kembali Muncul di China Lewat Kebocoroan Perusahaan Biofarmasi, Ini 10 Ciri Terinfeksi - Jurnalmuslim.com -->

Advertisement

WABAH Baru Kembali Muncul di China Lewat Kebocoroan Perusahaan Biofarmasi, Ini 10 Ciri Terinfeksi

Minggu, 27 September 2020
WABAH Baru Kembali Muncul di China Lewat Kebocoroan Perusahaan Biofarmasi, Ini 10 Ciri Terinfeksi

Jurnalmuslim.com - Wabah baru kembali menerjang negeri yang dipimpin Xi Jinping ini.

Diketahui otoritas China sudah mengonfirmasi adanya wabah penyakit baru.

Wabah penyakit ini berasal dari kebocoran di sebuah perusahaan biofarmasi sejak 2019 silam.

Mencuatnya masalah wabah penyakit ini terkuak usai ribuan orang di barat laut China dinyatakan positif terjangkit penyakit bakteri.

Menurut informasi, wabah penyakit ini dinamakan brucellosis.

Adanya kontak dengan hewan ternak yang membawa bakteri Brucella menjadi penyebab penyakit ini.

Penyakit ini, menurut laporan dari Komisi Kesehatan Lanzhou, menjelaskan tentang sebab ada kontak dengan ternak yang membawa bakteri Brucella.

Wabag penyakit ini bermula dari kebocoran di pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou tahun lalu.

Tepatnya pada akhir Juli dan Agustus 2019, seperti yang diberitakan Boldsky.

Sebagai informasi, pabrik membuat vaksin Brucella untuk hewan.

Ilustrasi pusing
Ilustrasi sakit kepala atau pusing (Kompas.com)
Dalam pembuatannya menggunakan disinfektan dan pembersih kadaluwarsa.

Hal ini menyebabkan bakteri bertahan hidup di gas limbah dan menyebabkan wabah infeksi di seluruh negeri.

Brucellosis ini juga dikenal sebagai demam Malta atau demam Mediterania.

Bemam ini bisa dapat membuat sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan bagi para penderitanya.

Untuk diketahui, Infeksi bakteri, brucellosis menular dari hewan ke manusia.

Sekelompok sekelompok bakteri dari genus Brucella yang menjadi penyebab semua ini.

Infeksi tersebut tak jarang menyebar ketika makan sesuatu yang terkontaminas, susu yang tidak dipasteurisasi sampai daging mentah.

Dikutip dari TribunWow, ini juga menular lewat udara dan kontak luka terbuka.

Sebagai informasi, ratusan ribu orang dan hewan di seluruh dunia dipengaruhi oleh Brucellosis.

Mengindari produk susu mentah dan melakukan pencegahan , kata CDC, diperlukan ketika bekerja dengan hewan.

Juga di laboratorium bisa mencegah adanya penyakit yang bisa menular.

untuk dicatat, Brucellosis ini tidak menyebar secara normal antar manusia.

Akan tetapi,pada kasus sporadis tetap bisa menyebar melewati kegiatan menyusui atau kontak sosial.

Gejala Brucellosis

Tanda sat terinfeksi bakteri bisa muncul kapan saja dari beberapa hari sampai dengan beberapa bulan setelah terpapar itu.

Gejala brucellosis adalah sebagai berikut:

Penurunan berat badan
Kelemahan
Kelelahan
Kehilangan nafsu makan
Sakit kepala
Demam
Berkeringat
Kelesuan
Menggigil
Nyeri sendi, otot dan punggung

TERPISAH, Wabah Ebola Kembali Muncul di Kongo di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Gejala dan Penyebarannya?

Di tengah pandemi virus corona penyebab Covid-19, wabah virus ebola kembali muncul di Republik Demokratik Kongo.

Hal ini diumumkan oleh World Health Organization (WHO) dan kini virus ebola menyebar di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, Provinsi Equateur.

Keadaan ini menjadi semakin buruk karena Kongo juga tengah memerangi wabah campak.

Mengutip situs WHO, Selasa (2/6/2020), Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo mengumumkan ada enam kasus ebola yang ditemukan di Wangata.

Empat di antaranya meninggal dunia dan dua kasus sedang dalam perawatan.

Ini adalah outbreak ke-11 dari virus ebola di negara tersebut. Ebola memang merupakan virus endemik Afrika, pertama ditemukan pada 1976.

Kota Mbandaka merupakan lokasi outbreak ebola kesembilan yang terjadi pada Juli 2018.

Outbreak ebola terakhir berlokasi di tiga kawasan, yaitu North Kivu, South Kivu, dan Provinsi Ituri. Outbreak ini belum selesai.

Pada 14 Mei 2020, Kementerian Kesehatan Kongo memulai 42 hari hitung mundur deklarasi berakhirnya outbreak ke-10.

Apa itu Ebola?

Virus ebola termasuk dalam famili Filoviridae yang mencakup tiga kelompok, yaitu Cuevavirus, Marburgvirus, dan Ebolavirus.

Dalam genus Ebolavirus, enam spesies ditemukan yaitu di Zaire, Bundibugyo, Sudan, Tai Forest, Reston, dan Bombali.

Ebola Virus Disease (EVD) atau Ebola haemorrhagic fever merupakan penyakit dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Penyakit ini menginfeksi manusia dan primata, serta kerap berujung pada kematian.

WHO menyebutkan bahwa angka mortalitas penyakit ebola berada pada kisaran 50 persen, tepatnya antara 25 hingga 90 persen.

Afrika adalah wilayah yang mengalami outbreak ebola terparah. Outbreak yang terjadi pada 2014-2016 di Afrika Barat merupakan kasus terparah sejak penyakit tersebut pertama ditemukan pada 1976.

Selain di Republik Demokratik Kongo, ebola juga menjangkiti beberapa negara lainnya di Afrika, seperti Sierra Leone dan Liberia.

(TribunWow.com/Atri, TRIBUNNEWSWIKI/Kaka)

loading...