Pengamat: Tuntutan Penyerang Novel Baswedan Sudah Salah dari Awal - Jurnalmuslim.com

Advertisement

Pengamat: Tuntutan Penyerang Novel Baswedan Sudah Salah dari Awal

Sabtu, 13 Juni 2020
Pengamat: Tuntutan Penyerang Novel Baswedan Sudah Salah dari Awal

Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan geram dengan tuntutan jaksa penuntut umum terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dua terdakwa kasus penyerangannya.

Direktur Legal culture Institute ( LeCI) Rizqi Azmi memandang, tuntutan jaksa yang menggunakan Pasal 353 ayat (2) tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan Pasal 55 ayat (1) tentang turut serta pelaku serta hanya membuktikan dakwaan subsider, tidak tepat.

"Tidaklah tepat dan terkesan tidak menggali kebenaran materil yang seharusnya diperjuangkan oleh seorang jaksa pembela kebenaran hakiki, terhadap seorang korban tindak pidana. Apalagi korbannya adalah orang yang luar biasa karena tugasnya sebagai penyidik KPK pemberantas korupsi sebagai extra ordinary crime, sehingga kerja-kerja jaksa juga harus Extra Effort Law Enforcement," kata Rizqi, Jumat (12/6/2020).

Menurut dia, jaksa kasus penyerangan Novel Baswedan bisa menggunakan pasal-pasal ampuh seperti Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sesuai dengan actus reus (kejadian sebenarnya) dan mens rea dengan pengakuan kesengajaan oleh pelaku.

"Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup 20 tahun penjara karena dan pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 221 ayat 1 dan 2 KUHP terkait menghalangi penyidikan dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda 600 juta. Karena sewaktu itu banyak kasus-kasus istimewa yang ditangani Novel," ungkap Rizqi.

Selain itu, masih kata dia, tentang pelanggaran HAM bisa dipakai oleh jaksa sebagai instrumen ampuh ditengah pekerjaan krusial Novel Baswedan yang tidak hanya sebagai pendekar antikorupsi juga sebagai Penegak HAM.

Menurut Rizki, jaksa seharusnya harus mengejar delik pemidanaan sesuai Actus Reus (kejahatan yang dilakukan) dan Mens Rea (Sikap Batin Pelaku). Di mana, lanjut dia, Actus Reus tidak boleh dialihkan karena ketidaksengajaan.

"Begitu pun dalam kasus ini harus dipastikan pertanggungjawaban pidana, hubungan kejiwaan dan bentuk kesalahannya," kata Rizki. liputan6.com

loading...