Ditolak Bersalin karena Tak Mampu Bayar Tes Corona, Bayi di Makassar Meninggal - Jurnalmuslim.com

Advertisement

Ditolak Bersalin karena Tak Mampu Bayar Tes Corona, Bayi di Makassar Meninggal

Jumat, 19 Juni 2020
Ditolak Bersalin karena Tak Mampu Bayar Tes Corona, Bayi di Makassar Meninggal

Begini Kondisi Ibu di Makassar, Lahirannya Ditolak Tak Mampu Bayar Tes Corona

Ervina Yana, ibu rumah tangga (IRT) yang tengah hamil tua di Kota Makassar, harus menelan pil pahit. Bayi yang dikandungnya meninggal karena ditolak beberapa rumah sakit saat hendak melahirkan.

Kini akhirnya, Ervina dilarikan ke rumah sakit umum pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo. Ervina ditolak karena tidak mampu membayar biaya tes COVID-19 sebelum lahiran. 

Direktur umum RSUP dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr Khalid Saleh mengatakan, pasien rujukan atas nama Ervina Yana, telah dilakukan tindakan operasi sesar sejak Rabu (17/6) sekitar pukul 20.00 WITA.  

Tindakan operasi itu berjalan dengan lancar. Hanya saja, janin atau bayi yang dikandungnya telah meninggal dunia. 

"Ibu itu sudah dioperasi kemarin, jam 8 malam. Kondisi ibu sekarang, pasien dalam kondisi tidak demam, hanya memang lemas. Memang biasa begitu kalau habis operasi, nafsu makan berkurang dan tanda-tanda vitalnya juga masih di atas batas normal," kata dr Khalid Saleh saat diwawancarai wartawan, Kamis (18/6). 

Pasien atas nama Ervina Yana ini merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda. Dari hasil pemeriksaan USG oleh dokter di rumah sakit sebelumnya, ditemukan denyut jantung janinnya tidak ada, dan tanda-tanda KJDR atau kematian janin dalam rahim lebih dari 1 hari.  

Sehingga pasien ini diagnosis G3P1A1 gravid aterm + KJDR  (Kematian Janin Dalam Rahim)+ Post SC (sebelumnya Ervina pernah melahirkan anaknya secara caesar) +letak lintang dan kemudian di rujuk ke RS dr.Wahidin Sudirohusodo. 
 
Sesampainya di RSUP dr.Wahidin, lanjut Khalid, pihaknya langsung melakukan persiapan untuk tindakan operasi terhadap pasien. Namun sebelumnya karena RSUP dr. Wahidin merupakan rujukan corona, maka Ervina dilakukan tes swab. 

Sekitar pukul 20.00 WITA, pasien pun dilakukan operasi caesar dengan menerjunkan beberapa dokter ahli.  

Dan setelah menempuh waktu sejam lebih, janin ini berhasil dikeluarkan. Akan tetapi janin pasien telah meninggal dunia. 

"Janin saat dikeluarkan sudah meninggal. Kan memang saat dirujuk ke sini, janin pasien sudah dinyatakan meninggal," ucap dia. 

Pasien Ervina Yana saat ini kondisinya semakin membaik dan stabil. Meski demikian dia masih harus mendapatkan perawatan medis di ruang khusus di RSUP dr.Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar. 
Sebelumnya, Ervina Yana sempat viral di media sosial usai ditolak di beberapa rumah sakit di Kota Makassar karena dia tidak mampu membayar biaya tes COVID-19 yang harus dilakukan sebelum proses persalinan. 

Ia sudah mendatangi beberapa rumah sakit dan semua harus mewajibkan dia menjalani prosedur serupa. Setidaknya sudah tiga rumah sakit di Makassar yang dikunjungi Ervina Yana, namun semuanya mewajibkan untuk menjalani swab test dengan biaya mencapai Rp 2,3 juta. 

Ervina tak sanggup membayar biaya tersebut sehingga dia terpaksa mengurungkan niat untuk dirawat. Bahkan, dia sempat keliling di beberapa rumah sakit dengan maksud untuk segera melakukan persalinan. Namun karena tak kunjung ditangani dokter, anak dalam kandungan Ervina tidak lagi bergerak. kumparan.com

loading...