Luhut Pandjaitan Pastikan TKA China akan Tetap Masuk ke Indonesia: Mereka Sudah Minta Izin - Jurnalmuslim.com -->

Advertisement

Luhut Pandjaitan Pastikan TKA China akan Tetap Masuk ke Indonesia: Mereka Sudah Minta Izin

Senin, 11 Mei 2020
Luhut Pandjaitan Pastikan TKA China akan Tetap Masuk ke Indonesia: Mereka Sudah Minta Izin

"Mereka sudah minta izin, tetapi kan izin tidak bisa hanya sehari jadi," kata Luhut dalam bincang dengan RRI di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan TKA China akan tetap masuk ke Indonesia.

Meski terjadi pro dan kontra seputar kedatangan tenaga kerja asing (TKA) dari China,  Luhut menegaskan TKA asal China tetap dibutuhkan di Indonesia.

Menurutnya, TKA Tiongkok dibutuhkan pada pertengahan tahun ini. "Mereka berencana minta (TKA Tiongkok). Saya baru dengar ini dari media malah, nanti Juni atau Juli lah.

Menko Luhut tak menampik bahwa TKA Tiongkok tersebut sedang mengurus perizinan ke Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Keberadaan tenaga kerja impor ini guna mendukung proyek industri litium baterai sebagai bahan baku mobil listrik.

"Kita harus akui belum siap menjalankan proyek ini sendirian karena teknologi yang digunakan berasal dari sana."

"Tetapi orang kita tetap mendominasi 90-92 persen lah, karena masih banyak di daerah lain yang pendidikan kurang bagus. Tetapi tiga tahun terakhir sudah diperbaiki," terangnya.

"Jadi jangan sebar berita bohong, kita buat lapangan pekerjaan. Tapi kita perlu bikin dulu induknya, baru nanti seluruh pekerjanya orang kita," urainya.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan menunda rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok ke Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultera).

Kedatangan para TKA ditunda sampai menunggu kondisi dalam keadaan normal dan dinyatakan aman dari Covid-19.

Dapat Penolakan

Sebelumnya Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menegaskan bahwa ia menolak masuknya 500 TKA China ke Konawe.

Dikutip dari YouTube Talk Show tvOne, Selasa (28/4/2020), awalnya Kery mengatakan info masuknya 500 TKA China ia dapat dari media.

"Sebenarnya informasi ini saya dengar dari wartawan juga, bahwa akan ada tenaga asing yang akan masuk," ujar dia.

Penolakannya sendiri disebabkan untuk tidak membuat suasana masyarakat keruh di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

"Saya sebagai bupati menolak sebenarnya karena kita sudah sepakat bahwasanya dengan Covid, Corona dulu kita selesaikan dulu, baru masuk tenaga asing ini," jelas Kery.

"Sehingga karena ini akan mempengaruhi kondisi daerah kami."

Namun Kery menjelaskan apabila memang pemerintah pusat bersikeras tetap memasukkan ratusan pekerja asing tersebut, ia meminta agar pemeriksaan Covid-19 betul-betul dilakukan.

 "Tapi kalau memang pemerintah pusat tidak mau bicarakan bagaimana baiknya," kata Kery.

"Ya tidak ada persoalan kalau sudah perintah pusat, tetapi yang sekarang kita harapkan betul-betul TKA yang masuk ke Kabupaten konawe steril daripada Corona ini."

"Mungkin saya sudah bicarakan dengan Pak Gubernur bagaimana teknisnya," tambah Kery.

Kery tidak memungkiri Indonesia juga memerlukan pemasukan agar ekonomi dapat terus berjalan.

"Karena perlu kita ketahui bahwa negara kita juga yang perlu ekonomi," ucapnya.

"Karena kalau kita terlalu keras juga dalam hal ini bagaimana kita punya kehidupan, sebab kita juga masih mengharap sekarang pendapatan, pendapatan daerah, mudah-mudahan saja Corona ini cepat selesai."

"Cuma kita harapkan supaya perusahaan ini memperhatikan masyarakat Konawe," imbuh Kery.

Sementara itu penolakan serupa disampaikan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Adalah PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang akan mendatangkan lagi 500 pekerjanya dari Tiongkok.

Kedatangan TKA asal Tiongkok telah dijadwalkan mulai pekan ini, bahkan dikabarkan sudah masuk 22 April 2020 lalu.

Menurut Ali Mazi, kebijakan mendatangkan TKA China adalah kebijakan pemerintah pusat.

Ada pun penolakan itu karena bertentangan dengan suasana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

Ali Mazi menyebut telah melakukan pertemuan dengan Forkopimda, DPRD, Danrem, Kapolda dan Imigrasi terkait penolakan tersebut.

Gubernur Sultra Ali Mazi khawatir dengan masuknya TKA China di Kendari (Kolase Twitter/instagram)
Ali Mazi menegaskan, walaupun TKA yang akan datang telah dilengkapi surat yang resmi, tetapi Pemerintah Provinsi Sultra tetap akan menolak.

“Yang lalu 49 orang saja kita sudah babak belur,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Gubernur Ali Mazi Menyampaikan jika ia telah mengundang pihak Virtue Dragon agar menunda sementara waktu keinginannya tersebut.

Nanti setelah wabah ini berakhir, baru akan dibicarakan kembali.

Sebelumnya Ali Mazi mengaku khawatir dengan masuknya puluhan tenaga kerja asing atau TKA asal China untuk bekerja dalam perusahaan tambang di Kabupaten Konawe.

Terlebih, puluhan TKA itu masuk saat pemerintah tengah mengatasi penyebaran virus corona.

"Jelas kita khawatir, ternyata TKA itu baru datang dari China," ungkapnya.

Ali Mazi pun langsung memerintahkan Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara dan BPBD Sulawesi Tenggara untuk mengisolasi 49 TKA yang sudah berada di Konawe.

Hal itu dilakukan guna memastikan TKA asal China bebas dari virus corona.

“Saya sudah turunkan langsung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra dan RSUD Bahteramas, mereka memang ada tim gugus tugas sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 7. Saya perintahkan untuk segera turun, sekitar pukul 04.00 WITA, subuh tadi,” terangnya.

Ali Mazi mengungkapkan, hanya berwenang mengarantina 49 TKA itu, dan tidak bisa melakukan lockdown kawasan tempat mereka bekerja.

 Ungkit Janji Luhut

Bupati Konawe Kery Saiful sendiri mengeluhkan selama ini tidak ada bantuan dari perusahaan tempat para TKA China itu bekerja.

Ia mengakui telah menyurati perusahaan bersangkutan agar bisa memberikan bantuan kepada masyarakat sekitarnya, namun tidak ada balasan apapun.

Kery pun mengungkit janji Luhut yang pernah menawarkannya apapun yang ia mau.

Tetapi bantuan tetap tidak kunjung datang hingga saat ini.

"Menko Maritim katakan 'Sudah Ker apa yang kau minta kita siapkan', tapi kenyataan juga sampai sekarang belum ada itu terima bantuan, bagaimana kita ini," kata Kery menirukan omongan Luhut kepadanya.

Kery mengatakan pihaknya kini lebih memilih untuk mandiri, dan tidak bergantung terhadap bantuan yang tak kunjung ia terima.

"Sehingga sekarang saya bilang sudah kita tidak terima bantuan, kita belajar sendiri saja," kata Kery.

"Sehingga saya harapkan pemerintah pusat kita kasih tenang dulu ini keadaan, semua kalau sudah normal mulai kita tempatkan lagi industri."

Kery kembali menegaskan bahwa ia mengerti Covid-19 menyebabkan kegiatan ekonomi di Indonesia terganggu.

"Sebab dengan adanya Corona ini kita bisa tahu ekonomi kita pincang semua," tandasnya.

Nantinya 500 TKA China itu akan diperkejakan di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Ratusan TKA tersebut telah masuk ke Indonesia secara bertahap sejak Rabu (22/4/2020).

Kata Luhut soal TKA China

Sebelumnya, Menko Kemaritiman, dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah menanggapi soal masuknya 49 TKA China ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada sangkut paut apapun dengan dirinya.

Ia menegaskan tidak pernah dengan sengaja memasukkan TKA untuk kepentingan pribadinya. manado.tribunnews.com

loading...