Fadli Zon: Cara Kelola Negara Amatiran dalam Hadapi COVID-19 - Jurnalmuslim.com

Advertisement

Fadli Zon: Cara Kelola Negara Amatiran dalam Hadapi COVID-19

Senin, 23 Maret 2020
Fadli Zon: Cara Kelola Negara Amatiran dalam Hadapi COVID-19

Pemerintahan Joko Widodo dinilai tak siap mengantisipasi bencana wabah Corona Covid-19 yang saat ini sudah terdeteksi di berbagai daerah. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai karena ketidaksiapan pemerintah membuat rakyat menjadi korban.

Fadli menyampaikan kritikan ini lagi-lagi melalui akun Twitternya, @fadlizon. Menurutnya, pejabat pemerintahan Jokowi terlalu jumawa mengantisipasi pandemi covid-19.

Ia mengomentari cuitan Juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman @fadjroel yang menyinggung soal pecundang politik yang mencoba mengail keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.

"Masyarakat jd sulit krn kerja ga becus. Tak siapkan APD, masker, alat tes, pd waktunya. Sibuk denial n jumawa bhw RI bebas corona.Lihat sdh berapa  byk korban?," demikian cuitan Fadli seperti dikutip VIVAnews pada Senin, 23 Maret 2020.

Fadli bilang pemerintahan Jokowi dalam penanganan Covid-19 amatir. Padahal, sudah ada saran sejak Januari agar ada antisipasi persiapan menghadapi wabah dari Wuhan, China itu.

"Cara kelola negara amatiran dlm hadapi #COVID19 . Sy sbg agt @DPR_RI sdh bicara perlu protokol mitigasi sejak Jan 2020," tulis Fadli.

Fadjroel sebelumnya meminta sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pencundang politik jangan mencoba mengail keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Dia menyerukan bersama untuk melawan pecundang politik.

"Para pecundang politik mencoba mengail keuntungan di tengah kesulitan masyarakat melawan Covid-19. Kita catat perilaku mereka, selain melawan Covid-19, kita bersama melawan para pecundang politik. Insya Allah kita menjadi pemenang! Ber-sama2 dalam #GotongRoyongKemanusiaan ~ FR," tulis Fadjroel.

Pun, angka jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah. Juru Bicara khusus penanganan corona, Achmad Yurianto, memaparkan per Minggu, 22 Maret 2020  jumlah orang yang terinfeksi virus itu menjadi 514 kasus.

"Ada penambahan kasus positif sebanyak 64 orang," kata Yurianto dalam keterangannya, Minggu 22 Maret 2020.

Yurianto menyatakan, data itu dihimpun sampai per Minggu siang, 22 Maret 2020. Dari jumlah tersebut bisa diakumulasikan, sebanyak 29 pasien yang sembuh dan 48 meninggal. vivanews.com

loading...