TOKOH Minang Bersuara Keras Kutuk Tragedi Wamena Papua hingga Tuntut Jokowi Mundur Dianggap Gagal - Jurnalmuslim.com

Advertisement

TOKOH Minang Bersuara Keras Kutuk Tragedi Wamena Papua hingga Tuntut Jokowi Mundur Dianggap Gagal

Selasa, 01 Oktober 2019
TOKOH Minang Bersuara Keras Kutuk Tragedi Wamena Papua hingga Tuntut Jokowi Mundur Dianggap Gagal

Jurnalmuslim.com - Tagar #BugisBerduka dan #MinangBerduka menjadi trending topik hingga tokoh Minang mengutuk tragedi Wamena Papua dan minta Presiden Jokowi mundur.

DUA tagar terkait tragedi Wamena Papua menjadi trending topik twitter pagi tadi.

Tagar #MinangBerduka dan @BugisBerduka termasuk lima besar tagar yang disuarakan para netizen (warganet), Minggu (29/9/2019) pagi.


Hingga siang ini, sekitar pukul 11:34, tagar #BugisBerduka menjadi tagar terpopuler ketiga.

Tragedi Wamena Papua menjadi ramai dan viral di dunia maya karena korban yang meninggal begitu banyak.

Setidaknya 33 orang meninggal dalam kerusuhan di Wamena, Papua, ini.

Sebagian besar korban adalah warga pendatang yang jika dilihat dari daerah asal mereka, sebagian besar berasal dari ranah Minang, Sumatera Barat, dan Bugis, Sulawesi Selatan.

Sehingga, tak mengherankan jika kemudian tagar #MinangBerduka dan #BugisBerduka pun menjadi trending topik.

Tokoh Minang Mengutuk
Sejumlah tokoh Minang pun kemudian mengutuk tragedi Wamena Papua.

Pemerintah dianggap lalai atau abai dalam melindungi warga negara sehingga mereka menjadi korban kekejaman para perusuh.

Tokoh Minang Andre Rosiade menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi yang memilih mengucapkan duka atas meninggalnya Presiden Perancis, tetapi tidak mengucapkan duka untuk rakyat sendiri.

"Ada 9 warga perantauan Minang yangg meninggal dunia karena kerusuhan di Wamena. 1 orang terbakar dan tinggal tengkorak saja, 1 org Balita usia 3 tahun dikampak kepalanya," ujar Andre Rosiade yang juga politisi Partai Gerindra melalui twitter.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) Fadli Zon juga mengutuk peristiwa di Wamena Papua.

Fadli Zon meminta pemerintah melindungi warga negara, dari mana asal dan apa pun agamanya, sesuai amanat konstitusi.

"Tak boleh lagi ada diskriminasi agama, suku, golongan, maupun etnis tertentu. Dan negara harus hadir dalam melindungi warganya sebagai amanat konstitusi. #WamenaBerduka," ujar Fadli Zon, Minggu (29/9/2019) melalui twitter.

Fadli Zon membuat kultwit hingga 20 kali terkait targedi Wamena Papua ini.

Andre Rosiade pun makin marah dan meminta Presiden Jokowi mundur jika tidak mampu menjalankan amanat konstitusi dalam melindungi warga negara.

Simak cuitan para tokoh Minang tersebut.

Andre Rosiade @andre_rosiade: Sy @andre_rosiade sbg Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang bertanya ,kenapa anda Pak  @jokowi bisa ucapkan belasungkawa utk mantan Presiden Perancis.? Tapi utk Puluhan Rakyat anda yg terbunuh di Wamena. Mana ucapan belasungkawa anda Pak Presiden  @jokowi ??

Andre Rosiade @andre_rosiade : 1. Sbg Anggota DPR RI terpilih Dapil Sumbar 1 dan Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, sy infokan ke pak  @jokowi . Ada 9 warga perantauan Minang yg meninggal dunia krn kerusuhan di Wamena. 1 org terbakar dan tinggal tengkorak saja, 1 org Balita usia 3 tahun di kampak kepalanya

Andre Rosiade @andre_rosiade :  2. Ada 1500 warga kami yg masih mengungsi belum lagi warga perantauan dr daerah lain. Toko2 mereka dijarah. Dan sekarang mereka berlindung di kantor Kodim dan Polres. Sy mohon tindakan kongkret dr pemerintah pak  @jokowi agar segera pulihkan kembali situasi keamanan kota Wamena.

1) Konflik dan kerusuhan yg terjadi di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Senin, 23 September 2019 lalu, merupakan tragedi kemanusiaan. #WamenaBerduka

2) Konflik telah mengakibatkan korban jiwa dan pengungsian. Pemerintah telah gagal menjamin keselamatan warga Minang dan etnis lain di Papua. #WamenaBerduka

3) Sebagai anak dari sebuah bangsa yg warganegaranya sangat plural, setiap konflik yg melibatkan sentimen etnik memang pantas menyakiti rasa kebangsaan kita. #WamenaBerduka

4) Apalagi, akibat konflik tsb kini lebih dari lima ribu orang mengungsi, dan ribuan lainnya terpaksa eksodus dgn perasaan traumatik. Tak terasa kehadiran negara dan belum ada ungkapan belasungkawa dari Presiden Joko Widodo. #WamenaBerduka

5) Sebagai Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Ikatan Keluarga Minang (IKM), ada beberapa poin yg ingin saya sampaikan. #WamenaBerduka

6) Pertama, sy ingin menyampaikan duka yg mendalam atas meninggalnya warga Minangkabau, serta saudara-saudara sy dari etnis lainnya pada bentrokan yg terjadi awal pekan kemarin. Kita sangat menyesalkan kejadian tsb. #WamenaBerduka

7) Tindakan pembantaian terhadap warga Minang adalah perbuatan biadab. Orang Minang adalah warga cinta damai dan selalu berprinsip “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. #WamenaBerduka

8) Kedua, IKM meminta agar aparat keamanan dan pemerintah setempat bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan semua orang yg ada di Wamena. #WamenaBerduka

9) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus bisa melindungi dan memastikan keamanan masyarakat Minangkabau, juga etnis pendatang lainnya, yg bertahan di Wamena. #WamenaBerduka

10) Jaminan keamanan dan keselamatan ini penting, agar konflik dan kerusuhan kemarin tidak memancing konflik lebih luas. #WamenaBerduka

11) Informasi yang dihimpun dari Pengurus DPW IKM Papua, saat ini ada sekitar 981 perantau Minang di Provinsi Papua, di mana 500 orang di antaranya tinggal di Wamena. #WamenaBerduka

12) Ketiga, karena ini bukan pertama kalinya terjadi konflik horisontal berlatar belakang sentimen etnis di Wamena, pemerintah dan aparat keamanan mestinya menggunakan pendekatan yg hati-hati. #WamenaBerduka

13) Semua pihak harus mendorong terjadinya resolusi konflik. Kerjasama yg terjadi antara pemerintah Provinsi Papua dengan Provinsi Sumatera Barat dalam menangani para korban saya kira sudah bagus dan bisa meredam konflik ini agar tak meluas. #WamenaBerduka

14) Keempat, sy meminta semua tokoh, baik tokoh Minang maupun tokoh Papua, baik yg ada di Papua maupun di Jakarta, agar bisa segera duduk bersama untuk menenangkan masyarakat, #WamenaBerduka

15) terutama untuk memastikan agar tidak muncul kesalahpahaman dan prasangka pasca-konflik kemarin. Kita harus sama-sama berkepentingan konflik tsb tidak merembet ke mana-mana. #WamenaBerduka

16) Karena pasca-kerusuhan kemarin banyak warga Minang tak lagi merasa aman, sehingga meminta dipulangkan ke kampung halaman, IKM berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memfasilitasi aspirasi tsb dan membantu para korban. #WamenaBerduka

17) Sejauh ini saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua dan Sumatera Barat yg telah mengambil tanggung jawab dalam mengurus serta memulangkan jenazah para korban. #WamenaBerduka

18) Bantuan hendaknya juga diberikan untuk korban yang mengungsi, eksodus, dan mengalami trauma. #WamenaBerduka

19) Kita berharap kasus ini segera ditangani tuntas, agar tidak muncul kegelisahan di kalangan para perantau di Papua. Perdamaian adalah buah ikhtiar bersama. #WamenaBerduka

20) Tak boleh lagi ada diskriminasi agama, suku, golongan, maupun etnis tertentu. Dan negara harus hadir dalam melindungi warganya sebagai amanat konstitusi. #WamenaBerduka

Politisi Gerindra Minta Jokowi Mundur
Tragedi Wamena Papua menunjukkan pemerintah lalai amanat konstitusi lindungi rakyat sendiri, karena itu politisi Partai Gerindra meminta Presiden Jokowi mundur.

Pemerintah gagal lindungi warga negara sesuai amanat konstitusi terkait tragedi Wamena Papua.

Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi dianggap lalai laksanakan amanat konstitusi untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Karena itu, politisi Partai Gerindra meminta Jokowi mundur dari Presiden jika tak lagi mampu memimpin negara ini.

Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku belum melihat respon dari pemerintahan Presiden Jokowi mengenai tragedi Wamena Papua.

"Sampai saat ini sy belum melihat Respon apa pun dr pemerintah pak @jokowi mengenai tragedi Wamena yg menyebabkan terbunuhnya Puluhan warga pendatang termasuk 9 Perantau Minang," ujar Andre.

Andre Rosiade yang juga Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang mengatakan itu dalam kultwit di akun twitternya, kemarin.

Menurut Andre, anggota DPR terpilih dari Dapil Sumbar 1,  warga pendatang di Wamena Papua ada yang dibakar, dibantai, dan ribuan orang kini mengungsi.

"Mereka ada yang dibakar, bahkan balita usia 3 tahun kepalanya di kampak. Total 10 ribu warga mengungsi," ujar Andre Rosiade.

Andre Rosiade mengingatkan tugas pemerintah sesuai amanat UUD 1945, yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Karena itu, Andre ingatkan Presiden Jokowi terkait kasus Wamena Papua.

"Saya ingatkan pemerintah @jokowi. TOLONG ANDA JANGAN LALAI DALAM MELAKSANAKAN KONSTITUSI," tulis Andre di akun twitternya.

Andre Rosiade melanjutkan, "Segera bekerja lindungi Rakyat anda. Kalo memang tidak mampu. JANGAN JADI PRESIDEN Atau SILAHKAN MUNDUR."

Simak kultwit Andre Rosiade berikut ini.

Andre Rosiade @andre_rosiade:  1.Sampai saat ini sy belum melihat Respon apa pun dr pemerintah pak @jokowi mengenai tragedi Wamena yg menyebabkan terbunuhnya Puluhan warga pendatang termasuk 9 Perantau Minang.

Mereka ada yg dibakar, bahkan Balita usia 3 tahun kepalanya di kampak. Total 10 ribu warga mengungsi

Andre Rosiade @andre_rosiade: 2. Tugas pemerintah sesuai UUD 1945 melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Sy ingatkan pemerintah @jokowi.

TOLONG ANDA JANGAN LALAI DALAM MELAKSANAKAN KONSTITUSI. Segera bekerja lindungi Rakyat anda. Kalo memang tidak mampu. JANGAN JADI PRESIDEN Atau SILAHKAN MUNDUR

Minggu (29/9/2019) ini, Andre Rosiade kembali menyampaikan cuitannya terkait tragedi Wamena Papua.

Dia menyoroti banyaknya korban warga Minang Sumatera Barat di Wamena, Papua.

Yang sangat aneh, kata Andre Rosiade, Presiden Jokowi mengucapkan duka cita atas meninggalnya mantan Presiden Perancis, tetapi tidak mengucapkan duka cita atas korban warga Minang di Papua.

Andre Rosiade @andre_rosiade: sbg Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang bertanya ,kenapa anda Pak
@jokowi bisa ucapkan belasungkawa utk mantan Presiden Perancis?

Tapi utk Puluhan Rakyat anda yg terbunuh di Wamena. Mana ucapan belasungkawa anda Pak Presiden
@jokowi??

Seperti diketahui, pada Jumat (27/9/2019), Presiden Jokowi melaui twitter mengucapkan duka cita atas meninggalnya Presiden Prancis Jacques Chirac (1932-2019).

Tetapi, saat ini, Jokowi belum mengucapkan duka cita atas korban meninggal dalam tragedi Wamena Papua.

Seperti diketahui, sedikitnya 33 orang yang sebagian besar pendatang, menjadi korban amuk masa dalam tragedi Wamena Papua.

Joko Widodo @jokowi Sep 27: Duka cita yang mendalam kepada keluarga serta rakyat Prancis atas wafatnya mantan Presiden Prancis Jacques Chirac (1932-2019).

Presiden Chirac adalah pemimpin yang dicintai dan dekat kepada rakyatnya, seorang tokoh yang mempersatukan dan memberikan kesejahteraan ke Prancis.

224 Mobil Dibakar, 33 Orang Meninggal
Seperti diberitakan Kompas.com, pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar saat terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terus dilakukan.

Hari ini tidak ada jenazah yang ditemukan, tetapi diketahui bila ada satu korban tewas yang ditemukan hari sebelumnya belum terdata di RSUD Wamena.

"Info terakhir sudah ditemukan 33 korban tewas. Satu jenazah kemarin saat dievakuasi, tidak masuk data rumah sakit tapi sama kekuarganya langsung dimasukan ke pesawat," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto, saat dihubungi, Kamis (26/9/2019).

Jenazah baru diketahui belum terdata setelah tiba di Jayapura dan dimasukan ke dalam data korban kerusuhan Wamena yang terjadi pada 23 September lalu.

Menurut Cabdra, korban yang dimaksud tewas bukan karena terbakar. "Korban mengalami luka-luka senjata tajam," ucap dia.

Dampak kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih terus berkembang.

Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah.

"224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal.

Sementara korban luka-luka mencapai 76 orang. Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan bahwa alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar atau hoaks.

Rudolf mengklaim kepolisian sudah mengkonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar.

Dampak kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih terus berkembang.

Selain dari sisi korban jiwa, kerugian secara materil juga masih bertambah.

"224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar," jata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal di Jayapura, Kamis (26/9/2019).

Selain itu, terdapat 5 perkantoran hangus terbakar dan 15 lainnya rusak berat.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan mengakomodasi kebutuhan warga selama mereka masih mengungsi.

Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal, Lukas memastikan Pemprov Papua akan memberikan bantuan.

"Kami akan bantu mereka yang rumahnya terbakar, namun kita menunggu pendataan, termasuk pembangunan kantor pemerintah," katanya. Tribunnews.com

loading...