Gara-gara Server Tak Sinkron, 120 Ribu Lebih Orang Tak Terdeteksi Masuk Ke Indonesia - Jurnalmuslim.com

Advertisement

Gara-gara Server Tak Sinkron, 120 Ribu Lebih Orang Tak Terdeteksi Masuk Ke Indonesia

Sabtu, 22 Februari 2020
Gara-gara Server Tak Sinkron, 120 Ribu Lebih Orang Tak Terdeteksi Masuk Ke Indonesia

Jurnalmuslim.com - Tim gabungan pemeriksa perlintasan keimigrasian tersangka KPK Harun Masiku, menyebutkan ada lebih dari 120 ribu data perlintasan orang tak terdeteksi di server Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal ini disebabkan oleh tak sinkronnya server di Bandara Soekarno Hatta dengan server pusat Ditjen Imigrasi.

Hal itu disampaikan Kasi Penyidikan dan Penindakan Kominfo, Syofian Kurniawan. Sesuai hasil kerja tim gabungan itu, pihaknya mendapatkan adanya kesalahan dan ketidaksinkronan data dari Log Personal Computer (PC) konter Imigrasi Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan server lokal ke server pusat di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Keterlambatan pengiriman data ke pusat telah terjadi sejak 23 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Sehingga, data tersangka Harun Masiku juga mengalami keterlambatan sampai ke server pusat.

Keterlambatan itu diakui Syofian diakibatkan adanya kesalahan konfigurasi URL pada saat melakukan upgrading Simkim V.1 ke Simkim V.2 pada 23 Desember 2019.

"Hal ini terjadi karena pihak vendor lupa dalam menyinkronkan ataupun menghubungkan data perlintasan pada PC konter Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan server lokal dan seterusnya ke server di Pusdakim Ditjen Imigrasi," ucap Syofian Kurniawan saat konferensi pers di Gedung Administrasi Hukum Umum Ditjen Imigrasi, Rabu (19/2).

Dengan demikian, kata Syofian, sejak 23 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020, sebanyak 120.661 data perlintasan orang dari Terminal 2F tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim di Ditjen Imigrasi.

Namun, lanjut Syofian, pada 10 Januari 2020 pihak Ditjen Imigrasi telah melakukan proses perbaikan terhadap konfigurasi URL. Sehingga, data Harun Masiku akhirnya bisa terkirim ke server Pusdakim pada 19 Januari 2020.

"Hal ini karena proses sinkronisasi data perlintasan dilakukan secara bertahap," katanya dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Tak hanya itu, tim gabungan juga menemukan bahwa adanya kendala pada KITAS online di Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 17, 29, dan 30 Desember 2019. rmoljateng.com

loading...