$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Era Kegelapan Komisi Pemberantasan Korupsi

Era Kegelapan Komisi Pemberantasan Korupsi

Oleh: Dahnil Anzar Simanjuntak *)

Jurnalmuslim.com - Korupsi adalah kejahatan luar biasa, semua anak negeri ini sepakat. Namun, gagal membuat kesepakatan bahwa koruptor harus kita benci, karena sebagian justru merawat nalar toleransi terhadap korupsi, mereka yang membenci dan menolak bertoleransi terhadap praktik korupsi disebut manusia sok suci.

Bila yang tertangkap adalah lawan politik, maka ramai-ramai menghujat dengan bingkai narasi kebencian terhadap sang koruptor. Sebaliknya, bila yang ditangkap berasal dari kelompoknya, suku, agama atau afiliasi politik yang sama, ramai-ramai menuduh penangkapan itu adalah rekayasa, konspirasi politik tingkat tinggi, dan menuduh aparatur hukum seperti KPK tidak profesional dan konspiratif.

Drama mendukung dan membenci karena menguntungkan dan merugikan kelompoknya adalah dialektika jamak yang bisa kita tengok setiap hari melalui media sosial maupun media konvensional yang ada. Berbekal informasi yang terbatas-karena memang ruang informasi kita yang asimetris-pertempuran saling ejek atau mendukung, disajikan setiap hari di sosial media, miskin makna, karena memang tidak mengusung nilai kesejatian. Yakni nilai antikorupsi yang otentik, yang diusung adalah semangat kelompok, afiliasi politik atau kedaerahan.

Menjadi antikorupsi ketika yang terlibat adalah lawan politik. Sebaliknya, menjadi pembela koruptor ketika yang terlibat adalah mitra politiknya. Otentisitas absent ketika bersikap terkait dengan masalah korupsi, tidak mudah memang merawat otentisitas sikap dalam isu korupsi, karena eksisnya budaya ewuh pakewuh dalam komunitas.

Di tengah fakta dialektika publik di atas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi obyek utama yang diperbincangkan. Ada harapan dan kepercayaan yang disandarkan publik kepada KPK. Namun, ada pula kebencian dan dendam yang terus dirawat oleh sebagian kelompok, dan tentu mereka yang membenci dan dendam ini keberatan dan marah bila disebut sebagai koruptor atau pembela koruptor. Namun, mereka selalu menyebut diri sebagai pencari kebenaran dan keadilan, karena dalam setiap operasinya tidak semua yang ditangkap oleh KPK sebenarnya adalah orang-orang yang betul-betul bersalah. “KPK bukan malaikat”  kata mereka. Saya sepakat, karena tidak ada satu orang pun yang pernah menyampaikan KPK adalah malaikat, oleh sebab itu proses hukum akan membuktikan apakah KPK salah menangkap atau tidak.

Di sosial media beredar luas, foto saya memegang uang Rp 100 juta, yang akan dilaporkan ke KPK terkait dengan dugaan suap Densus 88 kepada keluarga Siyono. Di samping foto saya tersebut ada foto Ketua DPD Irman Gusman yang mengenakan seragam tersangka korupsi orange milik KPK. Pada meme tersebut tertulis kalimat “Laporan 100 Juta terkait Densus 88 dibilang bukan korupsi, namun OTT 100 Juta Irman adalah korupsi”.

Terlepas dari nalar yang keliru dalam membandingkan kedua kasus tersebut, setidaknya meme-meme yang berisi sindiran kepada KPK ramai disebarkan di media sosial. Termasuk, terkiat ketika KPK melakukan OTT terhadap panitera yang menangani kasus artis Dangdut Saiful Jamil. Kritik ramai menghampiri KPK, kasus kakap tidak ditangani, tapi kasus teri ditangani segera. 

Belakangan ini, apa pun yang dilakukan KPK dalam pemberantasan korupsi, terutama penangkapan koruptor, selalu mendapat kritik konstruktif sampai sekedar ke-nyinyir-an dan kebencian terhadap KPK dan upaya pemberantasan korupsi. Bahkan, mereka yang biasanya mempercayai penuh KPK mulai ragu dan mengkritik keras KPK. Akarnya sederhana, banyak kasus-kasus besar yang masih belum mampu diselesaikan oleh KPK bahkan kecenderungan perspektif publik saat ini KPK takut dan menghindar bila kasus korupsi tersebut terkait dengan pihak kepolisian atau pihak yang sedang berkuasa. Ada apa dengan KPK jilid ke 4 ini?.

Kepercayaan Publik

Kurang lebih 15 tahun KPK berdiri, sejatinya kekuatan yang menopang kedigdayaan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi adalah harapan dan kepercayaan publik. Rakyat Indonesia seolah memiliki harapan untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera ketika penegakan hukum (law enforcement) terhadap kasus korupsi ditangani oleh institusi hukum khusus, bernama KPK, karena harapan publik sudah pupus terhadap aparatur hukum lainnya seperti kepolisian, kejaksaan bahkan kehakiman, untuk mengatasi masalah korupsi, karena institusi-intitusi itu sendiri berlilitan dengan praktik korupsi.

Ketika KPK lahir, harapan besar langsung dialamatkan kepada KPK, meskipun sebagian kekuatan KPK justru juga di supply dari institusi hukum lain, lingkungan baru ternyata membangun tradisi baru,  Meskipun, banyak juga yang gagal melakukan institusionalisasi budaya baru tersebut, pada akhirnya menjadi 'kudis' bagi KPK  ditengah orang-orang yang berusaha keras membangun 'nilai' kebaikan atau budaya kebaikan yakni budaya antikorupsi melalui penegakan hukum.

Ketika budaya antikorupsi dan semangat juang lawan korupsi menghujam kuat di hati anak-anak negeri yang bekerja untuk KPK, dibarengi kepercayaan publik yang semakin besar, kasus-kasus korupsi besar mulai ditangani KPK, dan tentu gelombang besar kepercayaan publik terus hadir mengawal KPK,  di tengah keberanian yang sedang 'on fire', hadir mereka yang mulai merasa sangat terganggu dan terancam dengan kerja-kerja KPK tersebut. Perlawanan sistematik pun dilancarkan. Kekuasaan yang besar dimobilisir untuk melawan.

KPK Bak anak muda yang  'on fire' dengan modal idealisme yang diusung dan dirawat, ditambah dukungan publik yang ramai, harus diredupkan, harus dilumpuhkan. Agaknya begitu narasi yang dibangun oleh kekuatan yang merasa terganggu dan terancam dengan agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK 'si anak muda yang on fire' itu.

Padamkan api integritas sehingga  dukungan dan kepercayaan publik dengan sendirinya akan melemah bahkan hilang. Pada akhirnya, apa pun yang dilakukan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi akan dipenuhi dengan dialektika publik yang bunyi jamaknya dipenuhi dengan keraguan dan kecurigaan.

Pelemahan dan Kuda Troya

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah upaya pelemahan itu sukses membangun narasi dialektika publik yang bunyi-bunyiannya dipenuhi dengan keraguaan dan kecurigaan?. Agaknya, kecenderungan menuju kesuksesan telah terlihat sejak rezim Joko Widodo memerintah.

Upaya pelemahan terhadap KPK berkali-kali dilakukan secara massif. Mulai diera Presiden SBY melalui berbagai kasus seperti rekening gendut dan semilator SIM yang kita kenal sebagai pertarungan 'Cicak-Buaya'. Perlawanan terhadap upaya KPK mengusut kasus tersebut dilakukan secara sistematis, meskipun perlawanan tersebut mampu ditahan KPK dengan apik, tentu melalui 'benteng' masyarakat sipil yang mendukung KPK dengan sepenuh hati. Demikian pula ketika pemerintah di bawah pemerintahan Joko Widodo dan DPR RI berulangkali mengajukan rencana revisi UU KPK yang juga pernah coba dilakukan pada era pemerintahan Presiden SBY. Penolakaan berjamaah tetap dilakukan oleh publik, sehingga tidak jadi direvisi.

Dibandingkan dengan upaya-upaya pelemahan sebelumnya. Peristiwa penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK jilid 3 yang kemudian mendapat perlawanan yang sengit dari Budi Gunawan melalui praperadilan yang dimenangkan oleh Budi Gunawan, agaknya menjadi awal cerita sukses melemahkan KPK dengan sistematik. Kriminalisasi terhadap komisoner dan penyidik KPK, yang berujung kepada dinonaktifkan dua orang komisioner KPK yakni Abraham Samad dan Bambang Widjayanto.

Ketika, penonaktifan inilah, bagi saya, kekuasaan memulai aksi strategi Kuda Troya melemahkan KPK, dengan cara memasukkan pelaksana tugas komisioner KPK, yang dikemudian hari banyak melakukan perubahan-perubahan yang destruktif diinternal KPK.

Strategi Kuda Troya kembali dilakoni melalui recruitment Komisioner KPK yang baru, mulai dari komposisi Timsel KPK, dan proses di Komisi 3, sampai terpilihnya 5 komisioner yang baru kepercayaan publik mulai mengalami dekadensi. Keraguan publik khususnya masyarakat sipil menyeruak. Namun, keraguan itu berusaha disimpan, dengan menitipkan harapan kepada 5 komisioner baru dan para penyidik serta pegawai KPK. Masyarakat sipil percaya, mereka akan segera menjawab keraguan publik tersebut dengan aksi-aksi lawan korupsi yang lebih fenomenal dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Dalam harapan tersebut. Ada doa dengan narasi berbaik sangka.

Namun, bak punguk merindukan bulan, masyarakat sipil agaknya melihat tren yang justru tidak positif, yang justru memberikan energi besar untuk mereka yang membenci agenda pemberantasan korupsi dengan membangun narasi kebencian atas nama mencari keadilan karena KPK dianggap tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus besar. Ketidakmampuan KPK menyelesaikan kasus-kasus besar ini dijadikan narasi untuk melakukan pembelaan bahwa KPK melakukan tebang pilih dan dikendalikan oleh kekuasaan dalam menangkap beberapa tersangka korupsi.

Narasi-narasi mengungkapkan kelemahan dan ketidakmampuan KPK menyelesaikan kasus besar. Apalagi, bila terkait dengan jejaring pemodal besar yang terhubung langsung dengan kekuasaan, dijadikan narasi pembelaan seolah mereka korban dari ketidakadilan KPK, ditambah lagi dengan kapasitas komunikasi publik yang sangat buruk yang dimiliki KPK saat ini.

No point to return. KPK harus berbenah, seluruh elemen didalam KPK harus mengembalikan integritas dan kepercayaan publik, jangan biarkan mengalami diminishing return. Budaya dan semangat jihad antikorupsi berbekal keberanian dan integritas itu jangan sampai rusak. Semua elemen KPK harus berani melawan kiriman Kuda Troya baru untuk merusak budaya dan semangat internal KPK,  Mestakung (semesta mendukung),  dalam kondisi kritis secara alamiah publik melalui masyarakat sipil antikorupsi akan mendukung penuh dengan seluruh energy kebaikan yang ada  ketika KPK juga berusaha memenuhi harapan publik bekerja atas nama nilai membangun Indonesia yang sejahtera dimana watak antikorupsi dan produktivitas menjadi mesin penggeraknya. Saya percaya KPK.

*) Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Republika

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

''1a,10,'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 november,34,aa gym,15,aadc2,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,14,Adab,8,ade armando,16,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,274,ahok djarot,1,ahok illuminati,1,ahokers,2,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,ali bin abi thalib,1,ali jaber,3,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,am fatwa,1,amerika,9,amien rais,8,amir faishol fath,1,an najah,12,anis baswedan,1,anis dan sandiaga,1,anton medan,2,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,4,archandra,2,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,2,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,7,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,1,banyuwangi,1,bareskrim,2,bashar asad,5,bawaslu,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,4,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,4,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,3,bukit duri,2,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,6,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,2,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,8,car free day,1,cba,1,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,20,cholil nafis,1,cholil ridwan,1,cilacap,1,cina,5,cire,1,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,1,darul hijrah,1,dasrul,10,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,debat bahasa arab internasional mesir,1,demo tolak ahok,40,demonstrasi,2,densus 88,4,depok,1,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,2,dr miftah el banjari,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,3,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,5,fahira idris,1,fahri hamzah,4,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,12,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,9,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,5,gatot nurmantyo,4,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,2,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,2,gresik,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,1,habib rizieq,10,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,7,headline,90,hidayat nur wahid,2,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,12,hollywood,1,home,4,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,2,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,1,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,4,indonesia,650,indramayu,1,info kajian,1,inggris,2,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,200,ipw,1,irak,1,iran,6,irena handono,2,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,10,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,20,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,2,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,8,jilbab,5,jk,11,jokowi,96,jokowi dan ahok,2,jonru,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalimantan,4,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,2,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,1,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,5,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,1,kompas,7,kompastv,2,komunis,17,kopi jessica,1,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,3,kpu,1,kristen,6,kristenisasi,9,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,2,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,19,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,5,luhut,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,3,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,3,manado,1,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,masjid nabawi,2,mataram,1,media mainstream,5,megawati,9,menag,3,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,4,mesir,3,metrotv,9,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,1,ms kaban,1,muallaf,23,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,20,muharram,1,muhasabah,66,mui,21,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,4,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,12,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,4,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,3,nu,10,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,26,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,2,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,1,pakistan,1,palestina,41,palu,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,1,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,2,pendeta vatikan,1,pendidikan,14,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,perda islam,2,pers,1,pesantren,1,pilkada dki jakarta,3,pki,90,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,6,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,pp muhammadiyah,2,ppp,2,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pwnu,2,qishash,2,rachmawati,3,reklamasi,3,retorika dakwah,26,revenuehits,2,riau,1,ridwan kamil,4,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,1,rohingya,7,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,4,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,11,sains,1,salafy indonesia,4,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,1,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,9,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,sma,1,soekarno,1,solo,2,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,32,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,8,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,195,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,18,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,8,tempelate blog,6,tempo,1,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,2,terorisme medan,3,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,7,thailand,2,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,4,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,4,tni au keroyok jamaah masjid,3,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,1,uim,2,uin,1,ulil,4,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,1,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,2,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,37,wacana,12,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,34,wtc,3,yahudi,7,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,5,yordania,1,yusril,1,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,2,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Era Kegelapan Komisi Pemberantasan Korupsi
Era Kegelapan Komisi Pemberantasan Korupsi
Jurnalmuslim.com - Korupsi adalah kejahatan luar biasa, semua anak negeri ini sepakat. Namun, gagal membuat kesepakatan bahwa
https://2.bp.blogspot.com/-n1cZPFIcWHw/WAgPob9oONI/AAAAAAAAK1E/eA7vr_IlTdcVHCG5pHo4Z1O_qvosDkuJwCLcB/s400/dahnil-anzar-simanjuntak-_130317062802-712.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-n1cZPFIcWHw/WAgPob9oONI/AAAAAAAAK1E/eA7vr_IlTdcVHCG5pHo4Z1O_qvosDkuJwCLcB/s72-c/dahnil-anzar-simanjuntak-_130317062802-712.jpg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/10/hari-ini-adalah-era-kegelapan-komisi-pemberantas-korupsi.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/10/hari-ini-adalah-era-kegelapan-komisi-pemberantas-korupsi.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy