$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Terkuak! Pendukung Ahok di Socmed Digaji dan Difasilitasi Secara Terstruktur

Ahokers dan Teroris Media Sosial

Jurnalmuslim.com - Konon, media sosial atawa Medsos kini menjadi bagian (penting) dari demokrasi. Lewat Medsos orang bisa dengan lebih mudah dan bebas menyampaikan perasaan, pendapat, dan aspirasinya. Dalam konteks demokrasi pula, melalui Medsos dialog dan dialektika terbangun.

Namun di tangan kelompok tertentu, Medsos ternyata bisa berubah fungsi. Ia menjadi alat bagi para teroris yang efektif dan massif. Dan, sayangnya, fenomena itulah yang kini dengan gencar dilakukan para Ahok lovers. Saya menyebut mereka sebagai Teroris Sosial Media alias TSM.

illustrasi, peranan media bagi masyarakat

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan teror sebagai usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Sedangkan yang dimaksudteroris adalah, orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik.

Nah, sampai di sini apa yang dilakukan para Ahokers melalui Medsosnya sudah memenuhi kriteria teror dan teroris. Di dunia maya (Dumay), mereka membabi-buta memberi dukungan kepada gubernur petahana DKI itu. Jika Ahok mengatakan Jakarta di bawah kekuasannya mampu mengubah hujan jadi berkelir (berwarna-warni), niscaya mereka segera mengamini.

Itulah sebabnya setiap postingan yang mendukung atau memuji Ahok, dengan sigap para Teroris Media Sosial ini langsung mem-broadcast ke segala penjuru. Mereka memanfaatkan semua lini komunikasi yang ada di dunia maya.

Beberapa di antara aplikasi media sosial yang sangat kondang adalah, Facebook dengan sekitar 1 miliar pengguna. Twitter, microblogging yangmemiliki setengah miliar pemakai. Lalu ada Google+ yang konon punya 400 juta pengguna.  Juga Weibo atau Sina Weibo  yang pada didirikan Agustus 2009 dengan 300 juta pengguna.

Aplikasi lainnya, RenRen sering juga disebut Facebook-nya China. Kini penggunanya mencapai 250 juta. Terus, ada LinkedIn dengan 175 juta pelanggan. Dua lainnya  Badoo dan Instagram, masing-masing punya 100 juta pengguna. Para peselancar Dumay juga mengenal  Yelp, Tumblr, Flickr, Orkut, MySpace, Foursquare, dan  Pinterest.

Berlimpah Fasilitas

Bayangkan, betapa dahsyatnya ‘fasilitas’ yang mereka gunakan di Dumay untuk mem-blastdukungan dan puja-puji bagi juragannya. Eit, tunggu dulu, juragan? Ya iyalah. Mereka menikmati gaji atau honor dan berbagai fasilitas melimpah lain untuk ukuran yang biasa diterima para relawan. Duitnya dari mana? Tentu dari sang juragan. Si juragan punya fulus dari mana? Ohoi, dari para pengembang, khususnya pemangku hajatan reklamasi 17 pulau di pantai utara Jakarta. Mana ada ceritanya para anggota TSM ini bekerja sukarela. Mimpi, kaleee…

Fitnahkah ini? Jelas tidak. Silakan saja berselencar lewat Google, misalnya. Anda akan disuguhi aneka berita dan data tentang gerojokan duit dari para taipan pemilik proyek properti di seantero Jakarta dan sekitarnya kepada Ahok dan atau orang-orang kepercayaannya. Salah satu dari mereka adalah Suny Tanuwidjaya. Anak muda keturunan China berkacamata minus ini, di awal mencuat disebut Ahok sebagai anak magang di kantor Gubernur. Namun belakangan terbukti dia adalah Staf Khusus Gubernur. Hayo... kamu ketahuan bohong, yaaa...

Pada saat yang sama, mereka dengan sangat semangat "membantai" orang atau pihak-pihak yang mengkritisi sang gubernur. Saya sengaja menggunakan diksi "membantai" ketimbang "mem-bully". Pasalnya, apa yang mereka lakukan jauh lebih keji ketimbang mem-bully  yang sebetulnya sudah keji.

Lebih keji lagi, bantaian mereka itu sama sekali tidak menyangkut substansi kritik yang disampaikan si korban. Yang dilakukan para Teroris Media Sosial tadi adalah melakukan pembunuhan karakter orang atau pihak yang mengkritik sang majikan.

Inilah yang menyebabkan saya memilih menggunakan frase Teroris Media Sosial bagi para Ahokers ketimbang buzzer. Menurut saya, ada perbedaan mendasar antara Teroris Media Sosial  dan buzzer.

Buzzer   diambil dari kata dasar Buzz yang artinya ‘pembicaraan’ atau ‘percakapan’. Dengan demikian, Buzzer  adalah orang yang diharapkan bisa membuat sebuah topik/keywords jadi sebuah pembicaraan, bukan saja di dunia online tapi juga in the real world.

Ada aturan tidak tertulis dalam menggunakan buzzer pada saat ini, yaitu berdasarkan jumlah tweet berisikan pesan mereka. Dengan kata lain, mereka dibayar dari jumlah tweet yang diminta oleh pihak yang menyewa mereka. Penghitungan success rate-nya dari jumlah tweet yang di-retweet. Makin besar jumlah retweet, makin besar pula nilai reach-nya.

Sampai di sini, buzzer adalah profesi yang netral. Pihak yang memanfaatkan mereka umumnya perusahaan atau individu yang ingin mengerek brand-nya. Artinya lagi, (sebelumnya) peran mereka justru positif. Berbeda dengan Teroris Medsos, tugas mereka memang untuk membantai. Bisa jadi, para teroris ini adalah buzzer yang menjalankan perintah negatif, yaitu membantai orang atau pihak yang dianggap merugikan sang juragan.

Pembantaian Secara Brutal

Materi bantaian bisanya menyangkut fisik korban yang dianggap lemah dan atau buruk. Contohnya, ketika Ratna Sarumpaet menyatakan siap ‘pasang badan’ untuk mengusung Rizal Ramli sebagai Cagub DKI, maka para Teroris Sosmed tadi sibuk membantai Ratna pada kalimat “pasang badan” dengan bermacam celotehan yang sama sekali  tidak layak dikutip di sini.
Ratna bukanlah orang pertama dan satu-satunya korban para Teroris Sosial Media. Mereka juga tidak peduli latar belakang sang korban, termasuk jika yang bersangutan adalah artis kondang. Iwan Fals, misalnya, pernah jadi korban pembantaian Ahokers karena menulis status di twitternya. Saat itu penyanyi yang menjadi simbol pendobrak kemapanan ini mempertanyakan kabar dari media soal reklamasi Jakarta yang diberitakan belum memiliki izin.

Sebelum Iwan, tokoh lain yang jadi korban adalah Walikota Bandung, Ridwan “Emil” Kamil. Saat itu, Ridwan Kami yang menyampaikan ajakan kepada warga Bandung untuk kerja bakti massal. Dia menggunakan tanda pagar (Taggar) #BeberesBandung.

Entah apa urusannya kerja bakti massal warga Bandung dengan Ahok di Jakarta. Namun faktanya, Emil langsung jadi sasaran pembantaian para Ahokers.

Pembantaian secara brutal para Teroris Medsos kepada mereka yang mengkritisi Ahok, membuat orang berpikir ulang melakukan hal yang sama. Padahal, bisa dipastikan ada banyak orang yang gerah dengan sikap dan kebijakan mantan Bupati Belitung Timur itu. Namun mengingat nasib para pendahulunya yang jadi sasaran pembantaian, mereka pun akhirnya memilih diam.

Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini tentu sangat tidak sehat. Ahok dan para pendukungnya seolah-olah melenggang sendiri di dunia maya. Akibatnya, mereka bebas menebar kebohongan dan pencitraan palsu. Celakanya, ulah ini mereka lakukan terus-menerus, lagi dan lagi terus-menerus.

Jadi ingat Adolf Hitler. Diktator yang menyeret Jerman pada kehancuran itu punya mantra, kebohongan yang terus-menerus disuarakan, maka akan (bisa) dianggap sebagai suatu kebenaran. Nah, kebohongan dan pencitraan palsu Ahok yang terus-menerus disuarakan para pendukungnya, kelak bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh publik.

Para Teroris Media Sosial itu sama sekali tidak membuka ruang untuk berbeda. Tidak ada dialog dan dialektika. Bandingkan dengan silang pendapat antara para pendiri bangsa kita. Ketika Soekarno berbeda pendapat dengan Muhammad Natsir, misalnya, mereka ‘bertarung’ di tataran ide dan gagasan. Begitu juga yang dialami para tokoh seperti, Hatta, A Hassan, Agus Salim, dan lainnya.

Negeri ini direbut dan didirikan dengan gagasan dan ide-ide besar. Bukan dengan saling bantai dan mengarah pada caracter assasination. Saya membayangkan bila Agus Salim masih hidup dan ikut mengkritisi Ahok. Maka sangat mungkin para Teroris Media Sosial yang jadi pendukungnya akan membantai Agus Salim dengan sebutan pendek, kecil, kuntet, jenggot kambing, bau menyan, dan yang sejenisnya.

Saya pun hampir pasti tidak akan lolos dari pembantaian para Teroris Medsos itu karena menulis artikel ini. Tidak percaya? Tunggu saja sebentar lagi, deh.

Sebagaimana galibnya para teroris, tentu ada ketuanya. Kita biasa menyebutnya gembong teroris. Siapakah gembong Teroris Media Sosial itu? Ya pasti juragannya lah... (*)

By Edy Mulyadi

Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) (harianterbit)

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 nove,1,4 november,52,aa gym,19,aadc2,1,Abdul Chair Ramadhan,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,15,Adab,8,ade armando,22,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,459,ahok djarot,3,ahok illuminati,1,ahokers,5,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al washiliyah,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,alfian tanjung,2,ali bin abi thalib,1,ali jaber,6,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,alwi shihab,1,am fatwa,2,amerika,12,amien rais,12,amir faishol fath,1,amir hamzah,1,an najah,12,anis baswedan,2,anis dan sandiaga,1,anton medan,3,anton tabah,1,antv,3,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,6,archandra,3,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,4,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,atmiwiloto,1,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,13,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,2,banyuwangi,1,barcelona,1,bareskrim,3,bashar asad,5,bawaslu,1,bbc,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,7,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,8,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,4,bukit duri,4,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,7,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,3,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,9,car free day,1,cba,2,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,39,cholil nafis,1,cholil ridwan,2,cilacap,1,cina,12,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,2,darul hijrah,1,dasrul,12,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,ddi,2,debat bahasa arab internasional mesir,1,dede,1,demo tolak ahok,74,demonstrasi,5,densus 88,4,depok,1,detik,3,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,dina y sulaeman,2,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,3,dr miftah el banjari,1,dr tiar,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,4,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dream,1,dzan farid,1,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,event,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,8,fahira idris,2,fahri hamzah,6,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,16,ferdinand hutahean,1,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,18,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,8,gatot nurmantyo,3,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,4,Gilbert Lumoindong,1,globaltv,1,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,4,gresik,1,gubernur ntb,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,2,habib rizieq,23,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,9,headline,90,hidayat nur wahid,3,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,14,hollywood,1,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,4,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,ikhsan modjo,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,2,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,6,indonesia,721,indramayu,1,inews,1,info kajian,1,inggris,2,insan mokoginta,1,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,205,ipb,1,ipw,1,irak,2,iran,6,irena handono,3,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,15,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,25,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jas,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,3,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,10,jilbab,5,jk,14,jokowi,149,jokowi dan ahok,9,jonru,4,jpnn,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalbar,1,kalimantan,6,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,3,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,2,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,4,kh. abdur rasyid,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,6,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,2,kompas,11,kompastv,3,komunis,19,koneksi,1,kopi jessica,3,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,5,kpu,1,kristen,14,kristenisasi,12,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,3,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,20,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,6,luhut,1,lukman hakim,1,luthfi bashori,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,5,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,4,maluku,2,manado,3,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,marzukie alie,1,masjid nabawi,2,mataram,1,medan,1,media mainstream,23,megawati,13,menag,7,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,5,mesir,4,metrotv,19,minahasa,1,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,2,mpr,1,ms kaban,1,muallaf,27,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,24,muharram,1,muhasabah,71,mui,34,mukidi,1,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,5,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,17,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,7,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,4,nu,16,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,56,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,4,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,2,pakistan,1,palestina,44,palu,1,pamekasan,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangeran harry,1,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,2,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,3,pendeta vatikan,1,pendidikan,15,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,penyerangan polisi tangerang,1,perda islam,2,pers,1,persis,1,pesantren,1,petisi,1,pilkada dki jakarta,5,pki,100,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,7,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,poso,1,pp muhammadiyah,2,ppp,3,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,psq,1,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pushami,1,pwnu,3,qishash,2,quraish shihab,1,rachmawati,4,rawajati,1,rcti,1,reklamasi,4,retorika dakwah,26,revenuehits,2,Rezim Penguasa,1,riau,3,ridwan kamil,4,rifkoh abriani,1,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,2,robithoh alam islami,1,rohingya,15,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,6,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,17,sains,1,salafy indonesia,4,salib mampang,3,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,2,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,10,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,Slank,1,sma,1,soekarno,1,solo,4,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,subang,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sulteng,1,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,36,surya prabowo,1,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,11,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,197,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tangerang,1,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,19,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,17,tempelate blog,6,tempo,3,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,4,terorisme medan,7,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,14,thailand,3,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,5,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,7,tni au keroyok jamaah masjid,10,trans7,1,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,2,uika bogor,1,uim,2,uin,1,ulil,7,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,2,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,4,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,50,vietnam,1,wacana,15,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,38,wtc,3,yahudi,11,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,7,yordania,1,yusril,2,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,3,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,zulkifli hasan,1,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Terkuak! Pendukung Ahok di Socmed Digaji dan Difasilitasi Secara Terstruktur
Terkuak! Pendukung Ahok di Socmed Digaji dan Difasilitasi Secara Terstruktur
https://4.bp.blogspot.com/-xoaCjhjIIA8/V9H2lCt1WTI/AAAAAAAAI-Y/bWY4GdpOXmsAJDI7l2XuEGE81-JCMyWMACLcB/s640/Anglo%2B2.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-xoaCjhjIIA8/V9H2lCt1WTI/AAAAAAAAI-Y/bWY4GdpOXmsAJDI7l2XuEGE81-JCMyWMACLcB/s72-c/Anglo%2B2.jpg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/terkuak-pendukung-ahok-di-socmed-digaji-dan-difasilitasi-secara-terstruktur.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/terkuak-pendukung-ahok-di-socmed-digaji-dan-difasilitasi-secara-terstruktur.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy