$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Kisah Pak Tono dan Tamatnya Karier Ahok!

Oleh : Rudi Agung*)

Jurnalmuslim.com - Pak Tono tertawa. Orang yang nongkrong di kedai kopi, heran. Alung, sahabat Cina Pak Tono penasaran. Pak Tono menunjukkan meme dari gawainya. Isi meme dari media sosial diperlihatkan ke pengunjung kedai itu. Meme tersebut bertuliskan: temannya saja ditinggalkan, apa lagi warga.

Foto by: republika

Meme sarkastis itu menyindir Ahok yang dulunya menghina partai dan ngebacot mau independen, malah merapat ke partai. Entah ke mana dan untuk apa sekarang KTP yang diklaim mendukungnya? Seisi kedai ikut tertawa. Alung nyeletuk, “Karier Ahok sudah tamat!” Orang-orang di kedai menengok Alung.

Giliran Alung memperlihatkan gawainya. Ia memberi tahu sebuah berita di Rimanews, 27 Juni 2016, yang judulnya: Dilempari Batu, Ahok Sudah tak Ada Harganya Lagi di Mata Warga DKI.

Alung juga memperlihatkan berita lain soal protes Jaya Suprana, yang seetnis dengannya dan dengan Ahok. Jaya Suprana, menulis surat tentang kekhawatirannya pada Ahok. Menurut Suprana, ucapan dan tingkah Ahok yang kontroversial akan membahayakan kepentingan orang Cina pada umumnya.

Alung berkisah kondisi penggusuran: penggusuran Ahok mewariskan penderitaan sampai sekarang. Kampung Pulo, Kalijodo, Pasar Ikan, Luar Batang, Rawajati. Lalu, ia menunjukkan berita dari laman Suaranasional, 1 April 2016, berjudul: Ngeri, Aktivis Kristen Ini Bongkar Strategi Ahok Pecah Islam untuk Peroleh Dukungan Kristen. Berita itu tentang statement aktivis Kristen yang tolak Ahok, Novita Siagian.

Kata Novita, Ahok sendirilah yang menebar kebencian mengaduk-aduk agama dan memprovokasi agama Kristen dan Islam agar pecah. “Padahal, misi sebenarnya membuka jalan menguasai Indonesia. Dan melemahkan semua tentang Indonesia. Dan membuka jalan untuk Tiongkok dan mafia-mafianya bebas bermain. Sekarang yang harus dipikirkan adalah: sampai kapan kita terus diam,” ujar Novita.

Eh, giliran Pak Tono yang heran. Ternyata makin banyak yang menolak Ahok. Tak mau kalah, Pak Tono menunjukkan informasi lain soal tulisan-tulisan aktivis keturunan Cina lainnya, Zeng Wei Jan, yang menjadi inspirasi gerakan anti-Ahok. "Mau dengerin tidak? Kisahnya panjang," Semua manggut-manggut.

Ia meneruskan, hal menarik dari tulisan Zeng ihwal keuntungan bisnis properti bagi para taipan yang tetap meninggalkan kisah kemiskinan sama bagi si Aheng penjual mie. Tulisan Zeng makin meluluhlantakkan stigma yang dibangun Ahok dan pasukannya mengenai penolak Ahok itu Muslim, pribumi, pro Prabowo, atau pecinta Arab Saudi. Faktanya, saudara kita yang Cina dan Kristen banyak menolak Ahok.

Sedangkan Ahok terus membangun opini terdzalimi dan mengadu domba dengan membawa SARA yang standar ganda. Zeng menulis: Ahok, dibantu tim cyrus dan buzzer bayaran memecah belah kesatuan warga. Ruang demokrasi dikotori disinformasi sepihak dan delusi developmentalism inhuman yang bebas nilai. Situasi ini sangat berbahaya bagi intelektualitas. Dalam satu catatannya, Zeng juga tegas: Apa pun ceritanya, Ahok sudah tamat!

Seisi kedai manggut-manggut. Ada yang melongo. Mereka terpana dengan penjelasan Pak Tono tentang sepak terjang Ahok. Apalagi tulisan Zeng yang dikenal kencang melawan tirani Ahok. Padahal, sebelum 2014, Zeng begitu mengidolakan Ahok.

Itu bisa dilihat dari tulisan di blog pribadinya, yang telah dihapus. Tetapi arsipnya masih bisa di-googling. Salah satunya berjudul: Ahok Bersih, Transparan, Profesional. Di tulisan itu, Zeng begitu mengelukan Ahok. Ia menuliskan tentang pujiannya pada TDC 31, dan rencana politik Ahok ke depan.

Sekarang, Zeng malah jadi nomor satu melawan Ahok. Begitu pula kaum Cina lainnya. Ini menunjukkan fakta kartu asli Ahok di belakang media. Orang dekatnya saja bisa dibuat sakit hati. Pak Tono mengajak membongkar ingatan soal sepak terjang Ahok sejak menerima warisan kekuasaan di Jakarta. Pelantikan Ahok menuai polemik. Sejak awal menerima warisan kekuasaan (bukan dipilih rakyat), sudah penuh kontroversi. Sidang paripurna tidak memenuhi kuorum. Kala itu, masih hangat dagelan politik: KMP dan KIH. Sidang hanya dihadiri 44 dari 106 anggota DPRD, cuma berlangsung lima menit. Ajaib kan?

Satu pimpinan yang hadir hanya Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi, dari PDIP. Lima dari 49 pendukung Jokowi tak hadir. KIH ngotot melantik karena berpatokan Pasal 203 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai dasar hukum.

Sedang KMP berpegang pasal berbeda dalam Perppu itu, yakni Pasal 173 dan 174. Inti dari pasal yang dipegang KMP, wakil tidak serta merta bisa menggantikan gubernur, wali kota, bupati.  Mereka meminta fatwa MA, tapi Kemendagri ngotot fatwa MA tidak perlu.

Melanggenglah Ahok ke kursi warisan kekuasaan. Dagelan interpelasi DPRD DKI sempat mencuat. Tapi namanya dagelan, ya bukan kenyataan. Sampai kini teriakan interpelasi tenggelam entah ke mana.

Dan… abrakadraba! Sulap arogansi dimulai: pada Maret 2015, istri dan adik Ahok ketahuan memimpin rapat di Balai Kota. Gegerlah publik. Ahok berdalih, saat itu ruangan penuh dan minta pakai ruang rapim yang kosong. Entah kenapa tidak ada alasan yang lebih elegan dari itu. Seperti biasa, media membela.

Tapi di bulan yang sama, saat wawancara dengan Kompas TV, Ahok melempar kata-kata jorok. Meski sudah diingatkan dan dilarang Aiman, selaku host, Ahok tetap tak peduli. Publik geger lagi. Naifnya, perkataan kotor dan tak beradab itu bukan sekali. Ahok masih mengulangnya di kesempatan berbeda.

Lebih ironi, prestasi DKI babak belur. Dari serapan anggaran terendah sampai lepasnya Adipura yang bertahun-tahun selalu diraih Jakarta. Itu diperparah kasus TransJakarta patah, terbakar, kecelakaan. Lalu, banjir besar yang selalu datang meski hujan sebentar.

Tetapi stok 'kambing hitamnya' banyak sekali. Ada saja pihak yang disalahkan. Dari anak buah sampai warga yang menjadi korban banjir. Ahok juga ketahuan berdusta di persidangan soal tanda tangannya. Ia menuding Jokowi yang teken Perda APBD Perubahan 2014. Asyik kan bisa dusta di pengadilan?

Idul Adha 2015, Ahok melarang PKL berjualan kambing. Terjadi bentrok di Tanah Abang. Padahal, menurut penuturan pedagang, dari Ahok belum lahir, Tanah Abang sudah ada. Wartawan senior Republika, Alwi Shahab, yang akrab disapa Abah Alwi, menjelaskan: penjual kambing telah berlangsung sejak 1950-an, saat pedagang hewan belum sebanyak sekarang. Pasar Tanah Abang sendiri didirikan pada 30 Agustus 1735 atau lebih dua abad itu, dulunya dinamakan Pasar Kambing.

Dulu pedagang di sana sempat ditertibkan Gubernur Ali Sadikin, tapi caranya elegan. Tidak ada arogansi. Tidak ada bentrokan. Ada dialog hangat. Ada solusi manusiawi. Jauh berbeda dengan Ahok.

Akhirnya, semakin ke sini, Ahok ditolak warga. Disambit. Warga demo meminta dirinya turun. Apalagi saat Ahok terus mencampuri urusan umat Islam yang sudah ajeg. Islam sudah ada aturan sendiri. Ngapain Ahok ikut-ikut. Umat sabar. Tetapi Ahok terus saja mengganggu urusan umat.

Publik akhirnya melawan karena Ahok melempar SARA standar ganda: SARA teriak SARA. Padahal, di Papua semua juga memaklumi jika pemimpin di sana harus non-Muslim dan warga asli Papua. Begitu juga di Bali dan Sulut, dll. Ketika warga DKI minta hak sama, dibilang SARA. Standar ganda yang lucu.

Umat Muslim tidak pernah protes pula soal domba tersesat yang banyak dikabarkan dalam Injil. Tetapi kenapa Ahok protes dibilang kafir, yang diabadikan dalam Alquran. Tatanan ajeg terus dirusak Ahok. Ini sangat berbahaya.

Padahal, kemerdekaan ini direbut darah ulama, santri dan umat Muslim, bukan politisi. Apalagi media dan survei bayaran. Jangan sejarah dibelokkan, dibusukkan. Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan pahlawan dan sejarahnya. Begitu pesan Bung Karno.

Bahkan, Pangkostrad Letjen TNI Ery Rahmayadi di Pesantren Ar Raudlatul Hasanah, Medan, 01 Agustus 2016, menegaskan: Kemerdekaan negara ini direbut syuhada, bukan politikus. Direbut oleh pemuda yang dilandasi keimanan pada Allah Ta’ala. Tetapi warga DKI dan pemudanya malah digusur dengan cara tak manusiawi. Bahkan, anak-anak yatim ikut menjadi korban penggusuran. Tidak ada lagi nurani.

Penggusuran mengerahkan polisi dan TNI. Dalih Ahok pendampingan. Sejarah di Indonesia: penggusuran melibatkan TNI. Entah kenapa tupoksinya kok bisa berubah? Akibatnya, semakin deras penolakan masyarakat dan kencangnya suara penolakan Ahok. Ia ditolak di mana-mana. Sampai-sampai dikawal brimob dan gegana. Terakhir, ketika warga Tanjung Priok sibuk Idul Adha, Ahok meresmikan Kebon Kacang yang dikawal Brimob. Kenapa Brimob tidak pro rakyat? Gaji mereka kan dari rakyat.

Dan sejarah lagi di Indonesia: pemimpin ditolak orang-orang yang dipimpinnya, yang pemimpin itu tidak tahu malu dan percaya diri. Mungkin karena media terus membela dan menutupi kegagalannya. Tetapi, sekeras-kerasnya media bekerja untuk pencitraan: kenyataan tidak bisa dilawan! Berita bisa direkayasa, tetapi fakta lapangan tidak bisa didustakan.

Belum  lagi dugaan kasus korupsinya yang mencuat. Mulai Sumber Waras sampai reklamasi. Bahkan, ada yang mencuatkan dugaan kasus-kasusnya di Beltim. Khusus Sumber Waras, akrobat hukum terjadi: KPK mencari niat jahat. Ini seolah sulap dan revolusi hukum di dunia! Potret kerusakan hukum.

Pak Tono membongkar ingatannya yang lain: saat Aiman dari Kompas TV melakukan verifikasi KTP yang diklaim mendukung Ahok, Aiman bak disambar petir. Saat dicek, pemilik KTP tidak ada. Bahkan, Aiman menyindir gimana kalau KPU yang melakukan verifikasi? Pendiri Teman Ahok, Singgih, yang ikut memverifikasi, cuma cengar-cengir.

Akhirnya, Ahok yang dulu mencaci habis parpol malah kembali ke parpol. Ke mana KTP itu? Untuk apa KTP itu? Rakyat berhak menanyakan kejelasannya. Nah, jelang Idul Adha 2016, sapi Ahok ditolak warga Luar Batang. Ini adalah tragedi kepemimpinan yang sangat memalukan sekaligus memilukan!

Beritanya dibolak balik media pendukung. Seterbalik framing sebelum-sebelumnya. Tapi, warga DKI bukanlah sekumpulan kerikil yang hanya diam. Apalagi sekarang sudah ada media sosial yang menjadi kekuatan kelima setelah Pers. Plus ada pula media-media kelas menengah yang pro rakyat.

Meski media pembela Ahok bekerja keras, tapi fakta lapangan dan daya kritis warga DKI tidak bisa lagi ditutupi. Kinerja media dan survei bayaran pun malah jadi bahan tertawaan. Mengkerdilkan media dan lembaga survei itu sendiri.

Ajaibnya, sampai sekarang, media pembela masih terus berusaha mencitrakan Ahok. Framing dibuat seolah Ahok tak terkalahkan. Tiada lawan. Padahal ini Ibu Kota. Masyarakatnya bukan sekumpulan robot yang manggut-manggut dicekoki informasi palsu. Bahkan anak-anak pelajar pun ikut menolak Ahok.

Kenyataan sekarang adalah, secara de facto, karier Ahok sudah tamat!

Adalah naif ditolak di mana-mana tapi masih bisa bersikap arogan. Terlebih Ahok malah membuka front baru dengan warga DKI asli, yang mau menyetop dana Bamus Betawi. Padahal dana itu diatur Perda. Kok seenaknya bikin aturan sendiri gegara warga Betawi menolaknya. Bahkan, Ahok terus bersikap bengis terhadap warga Jakarta dengan penggusuran tanpa kemanusiaan.

Saat meledak protes penolakan mahasiswa UI, Ahok sarankan mahasiswa itu ke Timur Tengah. Jakarta milik semua. Bukan milik Ahok. Kenapa mudah sekali mengusir? Terlebih Ahok sendiri bukan warga DKI asli. Tapi membuat warga terpolarisasi, terutama di media sosial. Sedangkan pemimpin pribumi dulu malah menyambangi warga Cina yang miskin di Jakbar dan Jakut saat Imlek. Semua dirangkul.

Tak heran, warga pun sekarang makin kencang berteriak: karier Ahok sudah tamat! Hanya kecurangan yang bisa memenangkannya! Hanya kerusakan hukum yang meloloskannya dari jerat hukum! Apalagi kalau kita bedah lebih banyak lagi kegagalan dan dugaan kasus-kasusnya.

Masyarakat juga minta tatanan yang sudah ajeg berpuluh-puluh tahun jangan dirusak lagi. Sekeras apa pun media, media sosial siber, dan survei bekerja mencitrakan, tapi kenyataan lapangan tidak bisa dilawan. Senjata siber medsos yang menjuluki penolak Ahok sebagai: barisan sakit hati, tak legowo, nasi bungkus, sudah tidak mempan lagi. Itu akibat sikap Ahok sendiri.

Kini, penolakan menggelinding bak bola salju yang tidak bisa lagi dihentikan akibat arogansi Ahok sendiri. Hukum alam 'siapa menanam siapa menuai' mulai berlaku. Pemodal pun akhirnya jadi mikir. La wong sapinya saja ditolak, apalagi orangnya. Ini Jakarta, Bung! Pemodal juga mau untung.

Pak Tono bertanya: Kenapa Ahok senang membuka front dengan banyak pihak? Apakah nekatnya Ahok bersikap arogan sengaja memancing konflik. Apa memang itu perannya? Jika demikian, negara jangan diam. Jakarta selama ini damai dan tentram. Aparat juga harus berpihak pada rakyat. Cukup Allah penolong rakyat, dan sebaik-baik penolong hanyalah Allah. Allahumma shalli alaa Muhammad.

Usai Pak Tono berkisah, seisi kedai berteriak dengan lantang: karier Ahok tamat! Hanya kecurangan yang memenangkannya! Hanya kerusakan hukum yang meloloskannya dari hukum! Tetapi, ujar Pak Tono, tetap saja calon yang segerbong dengan Ahok sebagai cadangan alternatif, sudah disiapkan bandar. Seisi kedai kopi itu melongo…

Umat dan warga DKI harus benar-benar selektif.

*) Pemerhati Masalah Sosial

(republika)

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 nove,1,4 november,52,aa gym,19,aadc2,1,Abdul Chair Ramadhan,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,15,Adab,8,ade armando,22,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,459,ahok djarot,3,ahok illuminati,1,ahokers,5,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al washiliyah,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,alfian tanjung,2,ali bin abi thalib,1,ali jaber,6,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,alwi shihab,1,am fatwa,2,amerika,12,amien rais,12,amir faishol fath,1,amir hamzah,1,an najah,12,anis baswedan,2,anis dan sandiaga,1,anton medan,3,anton tabah,1,antv,3,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,6,archandra,3,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,4,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,atmiwiloto,1,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,13,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,2,banyuwangi,1,barcelona,1,bareskrim,3,bashar asad,5,bawaslu,1,bbc,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,7,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,8,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,4,bukit duri,4,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,7,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,3,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,9,car free day,1,cba,2,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,39,cholil nafis,1,cholil ridwan,2,cilacap,1,cina,12,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,2,darul hijrah,1,dasrul,12,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,ddi,2,debat bahasa arab internasional mesir,1,dede,1,demo tolak ahok,74,demonstrasi,5,densus 88,4,depok,1,detik,3,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,dina y sulaeman,2,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,3,dr miftah el banjari,1,dr tiar,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,4,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dream,1,dzan farid,1,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,event,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,8,fahira idris,2,fahri hamzah,6,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,16,ferdinand hutahean,1,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,18,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,8,gatot nurmantyo,3,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,4,Gilbert Lumoindong,1,globaltv,1,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,4,gresik,1,gubernur ntb,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,2,habib rizieq,23,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,9,headline,90,hidayat nur wahid,3,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,14,hollywood,1,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,4,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,ikhsan modjo,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,2,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,6,indonesia,721,indramayu,1,inews,1,info kajian,1,inggris,2,insan mokoginta,1,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,205,ipb,1,ipw,1,irak,2,iran,6,irena handono,3,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,15,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,25,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jas,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,3,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,10,jilbab,5,jk,14,jokowi,149,jokowi dan ahok,9,jonru,4,jpnn,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalbar,1,kalimantan,6,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,3,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,2,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,4,kh. abdur rasyid,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,6,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,2,kompas,11,kompastv,3,komunis,19,koneksi,1,kopi jessica,3,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,5,kpu,1,kristen,14,kristenisasi,12,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,3,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,20,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,6,luhut,1,lukman hakim,1,luthfi bashori,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,5,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,4,maluku,2,manado,3,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,marzukie alie,1,masjid nabawi,2,mataram,1,medan,1,media mainstream,23,megawati,13,menag,7,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,5,mesir,4,metrotv,19,minahasa,1,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,2,mpr,1,ms kaban,1,muallaf,27,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,24,muharram,1,muhasabah,71,mui,34,mukidi,1,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,5,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,17,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,7,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,4,nu,16,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,56,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,4,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,2,pakistan,1,palestina,44,palu,1,pamekasan,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangeran harry,1,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,2,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,3,pendeta vatikan,1,pendidikan,15,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,penyerangan polisi tangerang,1,perda islam,2,pers,1,persis,1,pesantren,1,petisi,1,pilkada dki jakarta,5,pki,100,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,7,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,poso,1,pp muhammadiyah,2,ppp,3,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,psq,1,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pushami,1,pwnu,3,qishash,2,quraish shihab,1,rachmawati,4,rawajati,1,rcti,1,reklamasi,4,retorika dakwah,26,revenuehits,2,Rezim Penguasa,1,riau,3,ridwan kamil,4,rifkoh abriani,1,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,2,robithoh alam islami,1,rohingya,15,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,6,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,17,sains,1,salafy indonesia,4,salib mampang,3,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,2,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,10,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,Slank,1,sma,1,soekarno,1,solo,4,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,subang,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sulteng,1,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,36,surya prabowo,1,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,11,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,197,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tangerang,1,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,19,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,17,tempelate blog,6,tempo,3,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,4,terorisme medan,7,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,14,thailand,3,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,5,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,7,tni au keroyok jamaah masjid,10,trans7,1,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,2,uika bogor,1,uim,2,uin,1,ulil,7,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,2,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,4,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,50,vietnam,1,wacana,15,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,38,wtc,3,yahudi,11,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,7,yordania,1,yusril,2,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,3,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,zulkifli hasan,1,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Kisah Pak Tono dan Tamatnya Karier Ahok!
Kisah Pak Tono dan Tamatnya Karier Ahok!
https://3.bp.blogspot.com/-KPbk9xc_ulQ/V9oZTC99i_I/AAAAAAAAJKk/3sEG4umHhDUr7T-utrFs3dbnSrDgG9N9QCLcB/s640/pak%2Btono.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-KPbk9xc_ulQ/V9oZTC99i_I/AAAAAAAAJKk/3sEG4umHhDUr7T-utrFs3dbnSrDgG9N9QCLcB/s72-c/pak%2Btono.JPG
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/kisah-pak-tono-dan-tamatnya-karier-ahok-.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/09/kisah-pak-tono-dan-tamatnya-karier-ahok-.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy