$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Ketika Mukidi Jadi Agen Deradikalisasi

Mukidi Jadi Agen Deradikalisasi

Oleh : Fajar Shadiq

Jurnalmuslim.com – Jika belakangan banyak muncul lelucon tentang Mukidi, saya malah tak tertarik menertawai kehidupannya. Bukannya saya beraliran anti mainstream yang suka melawan arus. Tapi memang saya tahu benar kalau kehidupan sehari-hari Mukidi tak selucu seperti yang sering diceritakan banyak orang.

Asal tahu saja, Mukidi tak sepolos yang dibayangkan. Saya kenal betul sebab dia adik kelas saya semasa belajar kitab kuning di sebuah pesantren pinggiran Bekasi. Setelah lulus mondok, Mukidi seperti kebanyakan teman-teman seangkatannya, berprofesi sebagai guru. Suatu kali, ia juga pernah mencoba bisnis ternak lele, namun karena tak punya jiwa dagang, tak lama bisnisnya pun merosot drastis.

illustrasi, mukidi

Kini, setelah lama tak berjumpa, saya dengar Mukidi jadi agen deradikalisasi BNPT (Badan Negara Penanganan Teroris, red). Foto-foto kegiatannya bersama aparat keamanan beredar di media sosial. Saya cukup terkejut. Ini sangat bertolak belakang dengan kiprah Mukidi semasa di pondok yang selalu bangga mengenakan kaus Usamah bin Ladin, sebagai simbol perlawanan Amerika.

Setelah janjian melalui Facebook, saya pun bertemu dengan Mukidi di sebuah kedai kopi yang belum lama buka. Sambil menyeruput kopi sidikalang, percakapan ringan pun mulai mengalir.

“Ane kok belum bisa paham, kenapa sekarang ente jadi sering ‘tabligh keliling’ sama BNPT?” Aku masih coba memperhalus agendanya dengan BNPT dengan istilah ‘tabligh keliling’.

“Ya ente tahulah, kang. Sekarang ini banyak orang pake istilah jihad sembarangan. Ngebom sana-sini. Rame-rame baiat gabung ISIS. Ini kan menyimpang dari ajaran Islam. Makanya kita luruskan,” kata Mukidi dengan mimik meyakinkan bak politisi ulung.

Mukidi melontarkan kata-demi katanya dengan mantap. Gaya komunikasinya jauh meningkat lebih baik dari pertemuan terakhir yang bisa saya ingat.

“Soal ISIS dan oknum-oknum yang mengatasnamakan jihad itu memang betul ada. Tapi kan fenomenanya harus ditelisik lagi. Apakah itu murni inisiatif oknum tersebut atau justeru ada yang mendesain dan mematangkan? Lagi pula menjelaskan perkara itu kan gak perlu bareng BNPT,” ujar saya.

“Lho kenapa memangnya kalau bareng BNPT?” Tanya Mukidi.

Sebelum menjawab, saya menyeruput lagi kopi yang sudah hampir dingin.

“Jadi begini Muk. BNPT punya agenda sendiri dalam menjalankan proyeknya. Program deradikalisasi terorisme yang sekarang ini sedang dijalankan oleh BNPT merupakan program untuk menghapus istilah dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Islam khususnya istilah jihad yang merupakan ruh umat Islam demi tegaknya Syariat Islam. Istilah seperti tauhid, jihad, syariat, Al-wala wal bara dianggap istilah yang ekstrem oleh BNPT.

“Kemudian, BNPT pun menjelaskan bahwa radikalisme merupakan paham (isme), tindakan yang melekat pada seseorang atau kelompok yang menginginkan perubahan baik, sosial, politik dengan menggunakan kekerasan, berpikir asasi dan bertindak ekstrem.

“MUI Surakarta pernah menjelaskan jika definisi ini diterima, maka setiap paham yang membolehkan adanya tindak kekerasan juga tetap termasuk radikalisme, meskipun kekerasan itu bukan satu-satunya jalan. Jadi, Rasulullah SAW juga radikal, karena menyerang Makkah waktu Fathu Makkah, Amerika juga radikal, karena menyerang Iraq, menyerang Afghanistan, membombardir sebagian wilayah Pakistan dalam rangka mengejar dan menyerang para ‘teroris’ menurut versi AS. Polri/Densus 88 juga radikal, karena menangkap, menyerang, menyiksa dan membunuh banyak orang yang mereka beri label teroris.

“Kemudian, berpikir asasi adalah perbuatan yang dianggap salah oleh BNPT, padahal dalam dienul Islam, berpikir asasi ini diperlukan dalam menentukan hukum, membedakan antara baik dengan buruk dalam batas-batas Al-Islam, untuk mengontrol apakah suatu keputusan yang diambil itu menyalahi kaidah atau tidak. Tanpa berpikir asasi, orang tidak akan pernah bisa mengambil keputusan yang benar. Lebih dari itu, deradikalisasi adalah deislamisasi,” jelas saya panjang lebar.

Mukidi tampak diam. Dia terlihat kikuk seperti orang kehilangan pegangan. Lalu Mukidi mengalihkan pembicaraan.

“Ente masih inget Paijo, kang?”

“Masih,” jawabku.

“Sekarang dia kuliah ambil S3 di Lithuania. Dapet sponsor dari kedutaan,” kata Mukidi.

Dari kawan-kawan alumnus Pondok Pesantren, tersiar kabar bahwa Paijo sudah cukup sukses. Dia pernah bikin film dokumenter tentang terorisme, juga menjual cerita teman-teman seperjuangannya lewat sebuah buku yang laris manis. Terakhir, Paijo bikin film berjudul “Jihad Sepi”.

“Ente kenal Mukijan?” Tanya Mukidi lagi.

“Aku masih inget wajahnya,” jawab saya. Saya masih belum mengerti ke mana arah pembicaraan Mukidi.

“Sekarang dia sukses jualan es krim cingcau dan tahu bulat. Anak buahnya sudah puluhan,” tambahnya.

Saya cuma bisa memonyongkan mulut sambil manggut-manggut. Memberi isyarat mafhum.

“Marsidi juga. Sekarang dia sudah punya yayasan sendiri. Aku tak sendirian, kang, kerja sama BNPT,” kata Mukidi tersenyum picik.

Kini saya mengerti. Mukidi mencari pembenaran. Semua nama yang disebut Mukidi adalah orang-orang yang kerjasama dengan BNPT melalui program deradikalisasi dan disengagement. Nama yang terakhir disebut Mukidi, bahkan sering muncul di layar kaca. Marsidi terkenal sebagai pengamat terorisme. Setiap ada kejadian terorisme dia yang paling pertama dikejar wartawan sebagai sumber berita. Marsidi sebenarnya bukan WNI, dia dapat suaka dari republik ini karena dianggap berjasa membantu pemerintah mengatasi terorisme. Di negara asalnya, Marsidi dikejar-kejar aparat sejak zaman rezim Idi Amin.

Saya tak perlu membantah ucapan Mukidi. Sepanjang pengamatan saya, juga diperkuat dari keterangan para mantan terpidana terorisme. saya berani menyimpulkan ada dua jenis manusia yang mau bekerjasama aparat jadi agen deradikalisasi. Jenis pertama, memang orang-orang yang kapok betulan menapaki jalan perjuangan yang semula ia yakini benar. Jenis kedua adalah tipe manusia pragmatis yang pada awalnya hanya mau uangnya saja. Tapi lama kelamaan akhirnya hatinya pun terbeli dan enggan kembali menapaki jalan dakwah karena memang hatinya sudah berkarat, atau keburu dicap pengkhianat oleh rekan-rekan perjuangannya.

Menurut saya, Mukidi adalah manusia jenis kedua. Dia tipe pragmatis galur murni. Penilaian itu bukan hanya sekadar pengamatan di masa sekolah dulu, tapi mudah terlihat melalui kiprahnya saat ini. Mukidi masih fasih mengajar tauhid dan jihad fi sabilillah kepada murid-muridnya saat dia berprofesi sebagai guru. Tapi sesekali dia diundang dalam acara bedah buku atau tabligh akbar. Kalau sudah begitu, ia punya nama panggung sendiri. Abu Bakwan Al-Malangi. Lengkap dengan atribut gamis dan surban melingkar di atas kepalanya. Nah, kalau sedang ‘tabligh keliling’ memenuhi undangan aparat atau BNPT. Mukidi bisa ber-mimikri. Ia mengganti kulitnya bak bunglon saat diserang musuh. Saat diundang di sebuah pondok pesantren beberapa saat lalu, misalnya, Mukidi tampil perlente dengan celana bahan dan kemeja yang lipatannya masih rapih.

“Muk, aku dengar istrimu nambah lagi?” Saya mencoba bertanya untuk memecahkan kebekuan.

“Hehe.. Kalau soal gosip, rasanya Kakang tak pernah ketinggalan,” jawab Mukidi.

“Dengan siapa Muk?” Tanya saya penasaran.

“Inget Siti Mighrofah yang dulu incerannya Kang Sirwal?”

“Lho kok mau, ente jadiin istri kedua. Pake jurus apa ente Muk?” Kali ini saya terkekeh setengah takjub.

“Ini jurus maut dari Kitab Rayuan Jilid Ketiga,” katanya menggombal.

Meski bisnisnya seret, saya salut dengan kenekatan Mukidi nambah istri. Tapi yang saya dengar, justru karena perkara itulah Mukidi jadi agresif menawarkan proposal ke lembaga-lembaga pemerintah. Konon, setiap acara tabligh atau bedah buku, Mukidi menyodorkan proposal dengan anggaran 40-60 juta rupiah. Tapi namanya juga rumor, kadang salah kadang banyak betulnya.

Sering pegang duit puluhan juta rupiah bukannya membuat Mukidi makin sumringah. Kabar burung beredar, anak istrinya masih sering kelaparan. Hutangnya pun makin menumpuk tak pernah terbayar. Mungkin karena harta Mukidi gak berkah.

Senja semakin meredup di pinggiran Bekasi. Gelas-gelas kopi kami sudah kosong tinggal ampasnya. Sedari awal saya tak pernah mencoba menghakimi polah Mukidi. Sebagai kakak kelas, saya cuma menggugah hatinya lewat obrolan ringan sambil ngopi.

“Ini oleh-oleh buat ente, Muk.” Ujar saya sambil memberikan sebungkus kopi luwak kesukaannya. “Meskipun ini berasal dari pantat musang tapi dijamin halal 100%. Lebih halal dari amplop BNPT.”

“Hahaha.. Bisa aje ente,” jawab Mukidi sambil nyengir.

Meski disindir begitu tetap saja dia menengadahkan tangannya demi menerima sebungkus kopi luwak pemberianku. Dasar Mukidi.

*Penulis Adalah Jurnalis Media Islam

(antiliberalnews)

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 nove,1,4 november,52,aa gym,19,aadc2,1,Abdul Chair Ramadhan,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,15,Adab,8,ade armando,22,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,459,ahok djarot,3,ahok illuminati,1,ahokers,5,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al washiliyah,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,alfian tanjung,2,ali bin abi thalib,1,ali jaber,6,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,alwi shihab,1,am fatwa,2,amerika,12,amien rais,12,amir faishol fath,1,amir hamzah,1,an najah,12,anis baswedan,2,anis dan sandiaga,1,anton medan,3,anton tabah,1,antv,3,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,6,archandra,3,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,4,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,atmiwiloto,1,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,13,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,2,banyuwangi,1,barcelona,1,bareskrim,3,bashar asad,5,bawaslu,1,bbc,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,7,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,8,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,4,bukit duri,4,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,7,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,3,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,9,car free day,1,cba,2,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,39,cholil nafis,1,cholil ridwan,2,cilacap,1,cina,12,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,2,darul hijrah,1,dasrul,12,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,ddi,2,debat bahasa arab internasional mesir,1,dede,1,demo tolak ahok,74,demonstrasi,5,densus 88,4,depok,1,detik,3,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,dina y sulaeman,2,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,3,dr miftah el banjari,1,dr tiar,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,4,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dream,1,dzan farid,1,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,event,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,8,fahira idris,2,fahri hamzah,6,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,16,ferdinand hutahean,1,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,18,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,8,gatot nurmantyo,3,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,4,Gilbert Lumoindong,1,globaltv,1,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,4,gresik,1,gubernur ntb,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,2,habib rizieq,23,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,9,headline,90,hidayat nur wahid,3,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,14,hollywood,1,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,4,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,ikhsan modjo,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,2,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,6,indonesia,721,indramayu,1,inews,1,info kajian,1,inggris,2,insan mokoginta,1,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,205,ipb,1,ipw,1,irak,2,iran,6,irena handono,3,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,15,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,25,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jas,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,3,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,10,jilbab,5,jk,14,jokowi,149,jokowi dan ahok,9,jonru,4,jpnn,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalbar,1,kalimantan,6,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,3,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,2,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,4,kh. abdur rasyid,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,6,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,2,kompas,11,kompastv,3,komunis,19,koneksi,1,kopi jessica,3,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,5,kpu,1,kristen,14,kristenisasi,12,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,3,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,20,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,6,luhut,1,lukman hakim,1,luthfi bashori,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,5,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,4,maluku,2,manado,3,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,marzukie alie,1,masjid nabawi,2,mataram,1,medan,1,media mainstream,23,megawati,13,menag,7,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,5,mesir,4,metrotv,19,minahasa,1,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,2,mpr,1,ms kaban,1,muallaf,27,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,24,muharram,1,muhasabah,71,mui,34,mukidi,1,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,5,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,17,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,7,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,4,nu,16,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,56,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,4,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,2,pakistan,1,palestina,44,palu,1,pamekasan,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangeran harry,1,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,2,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,3,pendeta vatikan,1,pendidikan,15,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,penyerangan polisi tangerang,1,perda islam,2,pers,1,persis,1,pesantren,1,petisi,1,pilkada dki jakarta,5,pki,100,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,7,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,poso,1,pp muhammadiyah,2,ppp,3,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,psq,1,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pushami,1,pwnu,3,qishash,2,quraish shihab,1,rachmawati,4,rawajati,1,rcti,1,reklamasi,4,retorika dakwah,26,revenuehits,2,Rezim Penguasa,1,riau,3,ridwan kamil,4,rifkoh abriani,1,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,2,robithoh alam islami,1,rohingya,15,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,6,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,17,sains,1,salafy indonesia,4,salib mampang,3,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,2,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,10,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,Slank,1,sma,1,soekarno,1,solo,4,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,subang,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sulteng,1,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,36,surya prabowo,1,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,11,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,197,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tangerang,1,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,19,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,17,tempelate blog,6,tempo,3,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,4,terorisme medan,7,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,14,thailand,3,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,5,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,7,tni au keroyok jamaah masjid,10,trans7,1,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,2,uika bogor,1,uim,2,uin,1,ulil,7,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,2,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,4,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,50,vietnam,1,wacana,15,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,38,wtc,3,yahudi,11,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,7,yordania,1,yusril,2,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,3,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,zulkifli hasan,1,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Ketika Mukidi Jadi Agen Deradikalisasi
Ketika Mukidi Jadi Agen Deradikalisasi
https://2.bp.blogspot.com/-el-9Y4O-nlM/V8Y_iejrN6I/AAAAAAAAIpU/u0CjmMgakgMaZiizbn6xHZ0D11TMFeYVACLcB/s640/39697087649-mukidi.png.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-el-9Y4O-nlM/V8Y_iejrN6I/AAAAAAAAIpU/u0CjmMgakgMaZiizbn6xHZ0D11TMFeYVACLcB/s72-c/39697087649-mukidi.png.jpg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/08/ketika-mukidi-jadi-agen-deradikalisasi.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/08/ketika-mukidi-jadi-agen-deradikalisasi.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy