Kewajiban Melaknat Para Sahabat Nabi Menurut Syiah

Para penganut Syiah di Indonesia Jurnalmuslim.com - Kaum Syi’ah sangatlah memperhatikan do’a in...

Para penganut Syiah di Indonesia
Jurnalmuslim.com - Kaum Syi’ah sangatlah memperhatikan do’a ini, mereka menganggapnya termasuk do’a yang masyru’[1]. Mereka pun mengarang syarhnya yang jumlahnya lebih dari sepuluh syarh (penjelasan).[2]
                                                         
Al-Majlisi menukil dari Al-Kaf'amiy seperti berikut :

عن المصباح للكفعمي : ان دعاء صنمي قريش دعاء عظيم الشأن رفيع المنزلة وهو من غوامض الأسرار وكرائم الأذكار رواه عبدالله ابن عباس عن أمير المؤمنين علي انه يقنت به ويواظب عليه في ليله ونهاره وأوقات أسحاره وقد ذكر بعض العلماء أن قراءة هذا الدعاء مجرب لقضاء الحوائج وتحقق الآمال وقد روي أن الداعي بهذا الدعاء هو كالرامي مع النبي ص في بدر وأحد وحنين بألف ألف سهم . أ هـ

“dari Al-Mishbah oleh Al-Kaf'amiy : sesungguhnya doa shonamay quraisy adalah doa yang agung dan tinggi kedudukannya. Dan doa tersebut termasuk dari rahasia-rahasia yang mendalam dan dzikir-dzikir yang mulia. Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas dari Amirul Mukminin bahwa beliau ('Ali) membaca qunut dengan doa tersebut dan beliau rutin membacanya pada waktu malam, siang, juga di waktu sahur. Dan telah disebutkan beberapa ulama bahwa membaca doa ini adalah mujarab untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan mencapai harapan. Dan telah diriwayatkan bahwasanya berdoa dengan doa ini seperti ikut berperang bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sebagai pemanah dalam perang Badar, Uhud, dan Hunain dengan satu juta anak panah.”[3]

Tak hanya sampai disitu, mereka (Syi'ah) menambahkan kedustaan kepada Imam Ahli Bait mereka - yang semuanya adalah dusta- sebagaimana termuat dalam Dhiya’u Ash-Shalihin sbb :

أن من قرأه مرة واحدة كتب الله له سبعين ألف حسنة، ومحي عنه سبعين ألف سيئة، ورفع له سبعين ألف درجة، ويقضى له سبعون ألف ألف حاجة

"bahwa barangsiapa yang membaca do’a ini sekali Allah akan menulis baginya 70.000 kebaikan, menghapus 70.000 keburukan dan mengangkat 70.000 derajat serta memenuhi puluhan ribu kebutuhannya."

أن من يلعن أبا بكر وعمر رضي الله تعالى عنهما في الصباح لم يكتب عليه ذنب حتى يمسي، ومن لعنهما في المساء لم يكتب عليه ذنب حتى يصبح

"Sesungguhnya barangsiapa melaknat Abu Bakar dan Umar -Radiyallaahu ‘Anhumaa- pada pagi hari, takkan ditulis baginya satu kejelakan pun hingga sore, dan barangsiapa melaknat keduanya pada sore hari, takkan ditulis baginya satu kejelakn pun hingga pagi tiba."[4]

Begitulah doa yang diajarkan oleh para ulama Syi'ah yang mereka menyandarkannya dengan dusta kepada 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu. Doa tersebut adaalah doa yang muktabar di sisi mereka dan diamalkan pula siang dan malam oleh mereka. Para ulama besar mereka di atas mengakuinya sebagaimana telah terbit kitab dengan berbahasa Urdu yakni Tuhfatul 'Awam Maqbul Jadid karya Manzhur Husain dan didukung oleh enam ulama syiah kontemporer:

1. Sayyid Muhsin Al-Hakim,
2. Sayyid ruhullah Khumaini,
3. Sayyid Abul Qasim Al-Khu’i
4. Sayyid Mahmud Husaini Asy-Syahrudi
5. Sayyid Muhammad Kazhim Syariat Madari,
6. Allamah Sayyid 'Ali Naqiy An-Naqawi

Dan juga terdapat dalam Tuhfatul Awam Mu’tabar wa Mukammil hal. 303, sesuai dengan fatwa 9 marja’ mereka yang besar, diantara mereka:

1. Ayatollah Sayyid Abul Qasim Al-Khu’i
2. Sayyid Husain Barujardi
3. Sayyid Muhsin Al-Hakim
4. Sayyid Abul Hasan al-Ashfahani
5. Sayyid Muhammad Baqir Shahib Qiblah[5]

Dan inilah doa busuk mereka tersebut :

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، اللهم العن صنمي قريش وجبتيها وطاغوتيها وإفكيها وابنتيها اللذين خالفا أمرك، وأنكرا وحيك، وجحدا إنعامك،وعصيا رسولك، وقلبا دينك وحرفا كتابك، وعطلا أحكامك، وأبطلا فرائضك، وألحدا في آياتك، وعاديا أولياءك وواليا أعداءك وخربا بلادك، وأفسدا عبادك

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Ya Allah berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah laknatilah dua patung Quraisy, dua thaghut, dua jibt, dua pendusta, dan kedua anak perempuannya yang telah menyelisihi perintah-Mu, mendustakan wahyumu, tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, bermaksiat kepada utusan-Mu, memutar balik agama-Mu, mengubah kitab-Mu, mencintai musuh-musuh-Mu, mengingkari nikmat-nikmat-Mu, meninggalkan hukum-hukum-Mu, membatalkan dan mengabaikan kewajiban-kewajiban-Mu, memusuhi kekasih-Mu, loyal kepada musuh-musuh-Mu,menghancurkan negara-Mu, dan merusak hamba-hamba-Mu".

 اللهم العنهما وأنصارهما فقد أخربا بيت النبوة، وردما بابه، ونقضا سقفه، وألحقا سماءه بأرضه، وعاليه بسافله، وظاهره بباطنه،واستأصلا أهله، وأبادا أنصاره وقتلا أطفاله، وأخليا منبره من وصيِّه ووارثه، وجحدا إمامته، وأشركا بربهما، فعظم ذنبهما وخلدهما في سقر! وما أدراك ما سقر؟ لاتبقي ولا تذر

"Ya Allah, laknatilah mereka berdua beserta pengikutnya, wali-walinya, golongannya dan kekasihnya yang telah merusak rumah kenabian (maksudnya Ali bin Abi Thalib), merobohkan pintunya, menjatuhkan atapnya, dan membumihanguskannya, baik luarnya maupun dalamnya, mereka membinasakan keluarganya, dan penolong-penolongnya, membunuh anak-anaknya, mengosongkan mimbar dari wasiatnya, dan pewaris ilmunya, mengingkari keimamannya (kepemimpinannya), dan menyekutukan tuhannya, karena itu besarkanlah dosa mereka berdua, dan kekalkanlah di dalam neraka Saqar. Tahukan kamu apa itu neraka Saqar? Yaitu neraka yang tidak menyisakan dan tidak pula membiarkan."

 اللهم العنهم بعدد كل منكر أتياه، وحق أخفياه، ومنبر علواه، ومنافق ولياه ومؤمن أرجياه، وولي آذياه، وطريد أوياه، وصادق طرداه، وكافر نصراه، وإمام قهراه، وفرض غيراه، وأثر أنكراه، وشر أضمراه، ودم أراقاه، وخبر بدلاه، وحكم قلباه، وكفر أبدعاه، وكذب دلساه، وإرث نصباه، وفيء اقتطعاه، وسحت أكلاه، وخمس استحلاه، وباطل أسساه، وجور بسطاه، وظلم نشراه، ووعد أخلفاه، وعهد نقضاه، وحلال حرماه، وحرام حللاه، ونفاق أسراه، وغدر أضمراه وبطن فتقاه، وضلع كسراه، وصك مزقاه، وشمل بدداه، وذليل أعزاه، وعزيز أذلاه، وحق منعاه، وأمام خالفاه

“Ya Allah, laknatilah mereka sebanyak kemungkaran yang mereka lakukan, sebanyak kebenaran yang mereka rahasiakan, sebanyak mimbar yang mereka naiki, sebanyak orang mukmin yang mereka jadikannya bergantung kepadanya, sebanyak orang munafik yang mereka cintai, sebanyak wali yang mereka siksa, sebanyak orang yang terusir yang mereka lindungi, sebanyak orang benar yang mereka usir, sebanyak orang kafir yang mereka tolong, sebanyak pemimpin yang mereka tindas, sebanyak kewajiban yang mereka rubah, sebanyak atsar yang mereka inkari, sebanyak kejelekan yang mereka lakukan, sebanyak darah yang mereka tumpahkan, sebanyak kebaikan yang mereka putar balikkan, sebanyak kekufuran yang mereka kibarkan, sebanyak kebohongan yang mereka tipukan, sebanyak harta warisan yang mereka ambil, sebanyak fai' (harta rampasan perang) yang mereka rampas, sebanyak harta haram yang mereka makan, sebanyak pembagian khumus (seperlima harta rampasan perang yang harus diserahkan ke baitul mal) yang mereka ambil, sebanyak kebatilan yang mereka dirikan, sebanyak ketidakadilan yang mereka sebarluaskan, sebanyak kemunafikan yang mereka sembunyikan, sebanyak pengkhianatan yang mereka rahasiakan, sebanyak kezaliman yang mereka sebarluaskan, sebanyak janji yang mereka ingkari, sebanyak amanat yang mereka khianati, sebanyak perjanjian yang mereka terjang, sebanyak perkara halal yang mereka haramkan, sebanyak perkara haram yang mereka halalkan, sebanyak perut yang mereka bedah, sebanyak janin yang mereka gugurkan, sebanyak tulang rusuk yang mereka hancurkan, sebanyak kertas perjanjian yang mereka cabik-cabik, sebanyak persatuan yang mereka pecahkan, sebanyak orang mulia yang mereka hinakan, sebanyak orang hina yang mereka agungkan, sebanyak kebenaran yang mereka larang, sebanyak kebohongan yang mereka palsukan, sebanyak kekuasaan yang mereka rampas, sebanyak imam yang mereka pungkiri."

 اللهم العنهما بكل آية حرفاها، وفريضة تركاها، وسنة غيراها وأحكام عطلاها، وأرحام قطعاها، وشهادات كتماها، ووصية ضيعاها، وأيمان نكثاها ودعوى أبطلاها، وبينة أنكراها، وحيلة أحدثاها، وخيانة أورداها، وعقبة أرتقياها، ودباب دحرجاها، وأزياف لزماها (وأمانة خاناها

“Ya Allah laknatilah mereka sejumlah ayat yang mereka rubah, sebanyak kewajiban yang mereka tinggalkan, sebanyak sunnah yang mereka rubah, sebanyak hukum yang mereka batalkan, sebanyak uang yang mereka ambil, sebanyak wasiat yang mereka ganti, sebanyak urusan yang mereka sia-siakan, sebanyak baiat yang mereka terjang, sebanyak kesaksian yang mereka sembunyikan, sebanyak pengakuan yang mereka batalkan, sebanyak bukti yang mereka ingkari, sebanyak tipu daya yang mereka wujudkan, sebanyak pengkhianatan yang mereka lakukan, sebanyak musibah yang mereka limpahkan, sebanyak halangan jalan yang mereka gelindingkan, sebanyak perhiasan yang mereka selalu kenakan.”

 اللهم العنهم في مكنون السر وظاهر العلانية لعناً كثيراً دائباً أبدا دائما سرمدا لا انقطاع لأمده، ولا نفاذ لعدده، يغدو أوله ولا يروح آخره، لهما ولأعوانهما وأنصارهما، ومحبيهما ومواليهما، والمسلمين لهما والمائلين إليهما، والناهضين بأجنحتهما والمقتدين بكلامهما والمصدقين بأحكامهما

“Ya Allah, laknatilah mereka dalam keadaan rahasia dan jelas dengan sebanyak-banyaknya laknat, dan selama-lamanya, yang tidak terbatas bilangannya, dan tidak berakhir lamanya, laknatilah dengan laknat yang diawali dengan pembelengguan yang tidak ada akhirnya, laknat mereka beserta teman-temannya, penolong-penolongnya, kekasihnya, orang-orang yang taat kepadanya, orang-orang yang tunduk kepada mereka, orang- orang yang memohon kepadanya, yang berhujjah dengan dalilnya, yang setia bersamanya, yang mengikuti ucapannya, dan membenarkan hukum-hukumnya".

 قل أربع مرات ) : اللهم عذبهم عذابا يستغيث منه أهل النار، آمين ربالعالمين

“(Ucapkanlah empat kali) : Wahai Allah, adzablah mereka dengan adzab yang penduduk neraka saja berlindung dari adzab tersebut, Amin Rabbal 'Alamin.”[6]

Al-Majlisi berkata :

وقد عبر الأئمة عن أعدائهم في كثير من الروايات والزيارات بالجبت والطاغوت، واللات والعزى، .. أن الصادق عليه السلام قال: عدونا في كتاب الله الفحشاء والمنكر والبغي والأصنام والأوثان والجبت والطاغوت

“Sungguh para Imam telah menyatakan berkenaan musuh-musuh mereka dalam riwayat dan ziyarat yang sangat banyak dengan (sebutan) jibt dan thaghut, latta, dan ‘uzza.. Ash-Shadiq ‘alaihis-salaam berkata; “Musuh kami dalam Kitabullah adalah Al-Fahsyaa, Al-Munkar, Al-Baghyu, Al-Ashnaam, Al-Autsaan, Al-Jibt, dan Ath-Thaaghuut.”[7]

Terdapat riwayat dalam Tafsir Al-‘Ayyasyi yang menjelaskan berkenaan Al-Fahsya, Al-Munkar, dan Al-Baghyu di atas yaitu orang yang pertama, orang kedua, dan orang ketiga sebagaimana dinukil Al-Majlisi dalam Biharul Anwar[8]. Pada riwayat lain dengan kisah berbeda, ketika Imam Ma’shum mengutip Ayat :

إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar...”

Al-Majlisi menjelaskan :

والفحشاء والمنكر أبوبكر وعمر

“Al-Fahsyaa dan Al-Munkar adalah Abu Bakr dan ‘Umar.”[9]

Oleh karena itu, dengan terang-terangan Muhammad Ar-Radhiy Ar-Radhwiy berkata :

أما براءتنا من الشيخين فذاك من ضرورة ديننا ، وهي إمارة شرعية على صدق محبتنا لإمامنا وموالاتنا لقادتنا عليه السلام ، وقد صدقت في قولك : إنهم يعتقدون أن الولاية لعلي لا تتم إلا بالبراءة من الشيخين ، ذلك لأن الله سبحانه يقول : (فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ) [البقرة : 256] فكما أن الإيمان بالله وحده لا يجدي صاحبه شيئا ما لم يكفر بكل معبود وإله سواه ، كذلك الاعتقاد بالولاية للإمام عليه السلام لا تتم إلا بالبراءة ممن ادعى الإمامة باطلاً ونصب نفسه للناس عَلَمَاً ، وإنما نتبرأ منهما لأمور كثيرة ، منها : مخالفتهما لصريح حكم القرآن ولسنة رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ، ومنها : ظلمهما لعلي أمير المؤمنين عليه السلام وغصبهما حقه من الخلافة وتقدمهما عليه ، ومنها : إيذاؤهما فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم

“Adapun berlepas dirinya kami dari syaikhain (Abu Bakr dan ‘Umar) maka hal itu termasuk dari keharusan dalam agama kami. Dan hal itu juga merupakan Imaarah Syar’iyyah atas kejujuran cinta kami kepada Imam, Maula, dan pemimpin kami ‘alaihis-salam. Anda memang benar pada perkataan anda bahwa mereka (Syi’ah) meyakini sesungguhnya berwilayah kepada ‘Ali tidaklah sempurna kecuali dengan berlepas diri dari syaikhain (Abu Bakr dan ‘Umar). Hal itu dikarenakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (yang artinya) “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 256). Maka sebagaimana bahwa orang yang beriman kepada Allah semata tidaklah didapati sesuatu darinya yang ia tidak mengingkari setiap sesembahan lainnya (selain Allah), begitu pula halnya keyakinan dengan berwilayah kepada Imam ‘alaihis-salaam tidaklah sempurna kecuali dengan berlepas diri dari orang yang mengklaim kepemimpinan secara bathil dan menetapkan dirinya (sebagai pemimpin) untuk orang-orang dalam keadaan mengetahui (bahwa itu bathil). Sesungguhnya kami berlepas diri dari keduanya karena perkara-perkara yang sangat banyak, diantaranya; pelanggaran keduanya terhadap kesharihan hukum Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Diantaranya juga; kezhaliman keduanya terhadap ‘Ali Amirul Mukminin ‘alaihis-salaam, keduanya merampas haknya (‘Ali) dari khilaafah, dan pendahuluan keduanya atasnya. Dan diantaranya juga, keduanya menyakiti Fathimah binti Rasulillah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wasallam…”[10]

Kitab tersebut “kadzabuu ‘alaa Asy-Syii’ah” sebenarnya merupakan kitab bantahan dia terhadap Ahlus Sunnah atas tuduhan-tuduhan terhadap Syi’ah yang menurutnya tidak benar, tetapi disini ia mengakui bahwa tuduhan perihal berlepas dirinya Syi’ah dari para shahabat adalah benar sebagaimana telah diakui sendiri olehnya di atas.

Kembali kami memerinci perihal sebagian riwayat-riwayat Syi’ah berkenaan takfir terhadap para shahabat tidak sharih menyebutkan dengan nama para shahabat, tetapi dengan kinayah semisal Habtar, Na’tsal, fulan wa fulan, dsb. Mengapa sampai ada riwayat seperti itu? Tidak perlu heran karena ada tujuan Syi’ah di balik itu semua.

Hal ini sudah masyhur sebagaimana di tubuh Syi’ah sendiri, semisal pada forum mereka berikut yang telah terkenal yaitu alhak.org yang dimana mereka berkata seperti berikut :

يكثر ما ينقله بعض المخالفين من ان اهل البيت كانوا يحبون ابو بكر وعمر ولكن الذي ينظر الى تاريخ ال البيت وشيعتهم انهم كانوا يعتبرون التبرء منهم من اساسيات الدين .
وكانوا يكنونهم في الروايات باسماء مختلفة من باب التقية ومنها زريق وحبتر وغيرهما

“Banyak dari apa yang dinukil oleh sebagian mukhalifin (Ahlus Sunnah) bahwasanya Ahlul Bait mencintai Abu Bakr dan ‘Umar, tetapi orang yang melihat ke sejarah Ahlul Bait dan Syi’ah mereka akan mendapati bahwasanya mereka (Ahlul Bait) meng-I’tibarkan bahwa berlepas diri dari mereka (Abu Bakr dan ‘Umar) termasuk dari asas Agama. Mereka (Ahlul Bait) meng-kunyahkan mereka (Abu Bakr dan ‘Umar) dengan nama-nama yang berbeda sebagai bentuk taqiyyah, diantaranya adalah dengan nama Ruzaiq, Habtar, dan selain keduanya.”[11]

Asy-Syaikh DR. Nashir Al-Qiffari berkata :

أن ما كتبه شيوخ الشّيعة في ظل الدّولة الصّفويّة كان فيه التّكفير لأفضل أصحاب محمّد صلى الله عليه وسلم صريحًا ومكشوفًا، وما كتبه أوائل الشّيعة في عصر الكليني وما بعده كان بلغة الرّمز والإشارة، وقد كشف أقنعة هذه الرموز شيوخ الشيعة المتأخرون حينما ارتفعت التقية إلى حد ما وظهرت الاثنا عشرية على حقيقتها

“Sesungguhnya yang telah ditulis oleh syaikh-syaikh (ulama) Syi’ah di naungan daulah Shafawiyyah terdapat takfir terhadap shahabat-shababat Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang paling utama secara sharih (jelas) dan maksyuuf (terang-terangan). Apa yang ditulis oleh Syi’ah awal pada masa Al-Kulainiy dan setelahnya ialah dengan bahasa rumus dan isyarat. Dan sungguh ulama Syi’ah muta’akhkhirin telah menyingkap topeng rumus ini yang dimana telah mengangkat taqiyyah ini kepada batasan/tingkat yang menampakkan hakikat Syi’ah Al-Itsna ‘Asyariyyah.”[12]

Dan sebagaimana kita lihat sebelumnya, banyak dari semua julukan tersebut yang dijelaskan secara terang-terangan oleh Al-Majlisi yang menjadi saksi atas ajaran mereka sendiri dimana ia mengatakan dengan jelas bahwa yang dimaksud dari julukan-julukan tersebut adalah Abu Bakr dan ‘Umar.

Saudara-saudara Al-Majlisi dari kaum Syi’ah pun sedih karena kelakuan Al-Majlisi ini yang membongkar kedok mereka sehingga mereka tidak bisa lagi taqiyyah kepada kaum Muslimin untuk berpura-pura mencintai shahabat karena kebencian mereka kepada para shahabat ditopengi oleh riwayat mereka dengan nama-nama julukan tersebut. Namun Al-Majlisi justru membongkarnya!

Oleh karena itu, ulama Syi’ah bernama Muhamamd Ashif Al-Muhsini[13] berkata :

لم يمسك المؤلف رحمه الله قلمه عن السب ، والتفسيق ، والتكفير ، والطعن في جملة من أجزاء بحاره بالنسبة إلى قادة المخالفين ، والله يعلم أنها كم أضرَّت بالطائفة نفساً وعرضاً ومالاً ، على أنه هو الذي نقل الروايات الدالة على وجوب التقية وحرمة إفشاء الأسرار ، وأصرَّ على التصريح بمرجع ضمائر التثنية في الروايات مع أن عوام المؤمنين يعرفونه فضلاً عن خواصهم فأي فائدة في هذا التفسير سوى إشعال نار الغضب والغيض والانتقام ؟

“Penulis (Al-Majlisi) tidak menahan pena/tulisan-nya dari celaan, pengfasikan, pengkafiran, dan penghinaan pada sebagian besar dalam juz-juz Biharnya yang disandarkan kepada pemimpin-pemimpin mukhaalifiin (Ahlus Sunnah)… Padahal beliau sendiri menukil riwayat-riwayat yang menunjukkan wajibnya taqiyyah dan haramnya mengungkapkan rahasia-rahasia. Beliau bersikeras menjelaskan dengan jelas dan tegas asal (yang dimaksud) dari dhamir (kata ganti) yang menunjukkan dua orang tersebut dalam riwayat-riwayat, padahal orang-orang Mukmin yang ‘awwam pun mengetahuinya, apa lagi ulamanya. Maka apa faidahnya penafsiran beliau ini selain mengompori api kebencian, kemarahan yang amat sangat, dan balas dendam (dari Ahlus Sunnah) ?”[14]

 Dia juga berkata :

يتوجه إليه السؤال في تفسير ضمائر التثنية في الروايات المنتشرة في كتابه بفلان وفلان مع أن المراد مفهوم للكل من دون التفسير المهيج للعداء والنزاع والمسبب لسفك دماء المؤمنين ونهب أموالهم وإذلالهم ؟

“Akan dihadapkan padanya (Al-Majlisi) pertanyaan ini, berkenaan penafsiran kata-kata ganti yang menunjukkan dua orang tersebut dalam riwayat-riwayat yang menyebar dalam kitabnya dengan fulan dan fulan padahal yang dimaksud (dengan fulan dan fulan tsb) pun dapat difahami oleh siapa pun tanpa penafsirannya yang mengusik permusuhan, konflik, penyebab tumpahnya darah orang-orang Mukmin, perampasan harta-harta mereka, (penyebab) penghinaan terhadap mereka?”[15]

Ulama Syi’ah lainnya, Ayatullah Al-‘Amiliy pun ikut menjelaskan. Ketika ia ditanya seperti berikut:
  
هل يوجد احاديث لعن فيها الظالمين صراحة بأسمائهم؟ وهل يوجد احاديث وخطب عن امير المؤمنين لعن فيها اعدائهم بأسمائهم وطالب الناس بلعنهم جهارا والبراءة منهم؟

“Apakah ada hadits-hadits yang di dalamnya terdapat pelaknatan atas orang-orang zhalim secara sharih (jelas dan tegas) dengan nama-nama mereka? Dan apakah ada hadits-hadits dan khuthbah dari Amirul Mukminin yang di dalamnya melaknat musuh-musuh mereka (Ahlul Bait) dengan nama-nama mereka dan menyerukan orang-orang untuk melaknat mereka secara terang-terangan dan berlepas diri dari mereka?”

Kemudian Al-‘Amiliy menjawab :

و لو فرضنا عدم وفرة الأخبار في ذلك فلا يعني بالضرورة انَّهم منزهون عن الكفر والظلم والحقد والحسد لأئمتنا الطاهرين(صلوات ربي عليهم) ويرجع السبب في عدم وفرة النصوص بالتصريح بأسماء ظالميهم إلى عامل الخوف والتقيّة من الحكّام الامويين والعباسيين الذين كانوا يقتلون كلَّ شيعيٍّ حاول النيل من المغتصبين لخلافة أمير المؤمنين عليّ(عليه السلام)،وكيف يتسنى لمن عاش الخوف من سيوف الظالمين بأن يتجاهر باللعن لأولئك الطواغيت الاوائل،ومع هذا فقد جاءتنا نصوصٌ فوق حدِّ الإستفاضة تصرّح بلعن تلك العصابة الظالمة أمثال أبي بكر وعمر وعثمان ومعاوية وخالد ويزيد لعنهم الله تعالى جميعاً،وفي أكثرها جاء التعبير بلفظ"فلان وفلان" ويراد بهما أبو بكر وعمر وإنّما كنَّى عنهما في الأحاديث رعايةً للتقيّة كما كان مقتضى الزمان وإعتماداً على شدة ظهور المراد.. وها هو العلاّمة المجلسي(رضي الله عنه) يذكر لنا بعض الأخبار الدالة على ما قلنا في كتابه بحار الأنوار/الجزء الثلاثين/كتاب المثالب/ الباب العشرون:كفر الثلاثة ونفاقهم وفضائح أعمالهم وفضل التبريّ منهم ولعنهم،وإن كنت صادقاً في طلبك منا الأمثلة على ذلك فها نحن أرسلنا لك الباب كلّه من البحار فعليك بمطالعة رواياته البالغة مئة وسبعين رواية فيها الكثير الكثير من الأخبار الصحيحة والعالية السند ولتذهب رياح المشككين إلى غير رجعة

“Seandainya pun kita asumsikan dengan tidak adanya kelimpahan riwayat-riwayat berkenaan hal itu, maka bukan berarti mereka adalah orang-orang yang tanpa cela dari kekafiran, kezhaliman, kedengkian, dan hasad kepada para Imam kita yang suci shalawaatu Rabbii ‘alaihim. Dan sebab tidak berlimpahnya nash-nash yang jelas dan tegas dengan nama-nama orang yang menzhalimi mereka (Ahlul Bait) kembali kepada faktor ketakutan dan taqiyyah dari para Hakim bani Umawiyyah dan bani ‘Abbasiyyah yang membunuh setiap orang Syi’ah… Maka bagaimana mungkin orang yang hidup dalam keadaan takut dari pedang-pedang orang zhalim untuk terang-terangan melaknat thaghut-thaghut awal itu? Oleh karena hal ini, telah datang kepada kita nash-nash di atas batasan yang berjumlah banyak yang tashrih (jelas dan tegas) dengan laknat terhadap komplotan orang zhalim itu semisal Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyyah, Khalid, dan Yazid, semoga Allah melaknat mereka semua. Dan pada kebanyakan riwayat-riwayat tersebut, ta’biirnya datang dengan lafazh “fulan dan fulan”. Dan yang dimaksud dengan kedua istilah tersebut adalah Abu Bakr dan ‘Umar. Sesungguhnya peng-kunyahan mengenai keduanya dalam hadits-hadits merupakan bentuk perlindungan dengan tujuan taqiyyah… Dan adalah Al-‘Allamah Al-Majlisi menyebutkan kepada kita sebagian riwayat-riwayat yang menunjukkan apa yang telah kami katakana dalam kitabnya Biharul-Anwar juz 30, kitab Al-Matsalib, bab 20, dengan judul; “Kekafiran tiga orang (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman), kemunafikan mereka, kekejian-kekejian amalan mereka, keutamaan berlepas diri dari mereka dan keutamaan melaknat mereka. Dan jika engkau jujur pada pertanyaanmu terhadap kami berkenaan permisalan atas hal itu, maka kami sampaikan untuk anda bab ini yang semuanya dari Biharul Anwar. Maka wajib atas anda untuk membaca dengan seksama riwayat-riwayat tersebut yang melebihi 170 riwayat. Padanya sangat banyak riwayat-riwayat yang shahih, sanad yang tinggi, dan akan menghilangkan angin keraguan yang tiada akan kembali.”

Kemudian Al-‘Amiliy menukil kesemua riwayat tersebut, yang dimana riwayat pertamanya adalah :

عن عليّ بن الحسين عليهما السلام، قال قلت له أسألك عن فلان و فلان. قال فعليهما لعنة اللّه بلعناته كلّها، ماتا و اللّه كافرين مشركين باللّه العظيم

“...dari ‘Ali bin Al-Husain ‘alaihimaa as-salaam. (Perawi) berkata; ‘Aku berkata kepada beliau (Imam ‘Ali bin Al-Husain)’ ; “Aku bertanya kepada anda mengenai si fulan dan fulan (Abu Bakr dan ‘Umar).” Maka beliau menjawab; “Laknat Allah atas keduanya dengan seluruh laknat-Nya. Demi Allah, keduanya mati dalam keadaan kafir dan sebagai musyrik kepada Allah Yang Maha Agung.”[16]

Nikmatullah Al-Jazairiy[17] berkata :

فإنه قد روي في الأخبار الخاصة أن أبا بكر كان يصلي خلف رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم والصنم معلق في عنقه، وسجوده له 

“Sesungguhnya telah diriwayatkan dalam khobar-khobar khusus bahwasanya Abu Bakr tatkala shalat di belakang Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam sementara berhala tergantung di lehernya, dan sujudnya ialah untuk berhala itu.”[18]

Betapa terlihatnya kebencian kaum Syi'ah kepada Islam dan bangsa 'Arab dengan sikap mereka yang menjadikan pembunuh Khalifah Kedua 'Umar bin Al-Khathtab Radhiyallaahu 'Anhu, yakni Abu Lulu'ah sebagai pahlawan dikarenakan lewat Beliau lah kerajaan persia menjadi tumbang. Betapa hati mereka amat berlumur darah kebencian dikarenakan kerajaan mereka tidak lagi bisa menyembah api.


[1] Adz-Dzari’ah , Agha Bazrak Ath-Thahrani 8/192.
[2] Lihat; Al-Balad Al-Amin oleh Al Kaf’amy hal. 511, Al-Misbah oleh Al-Kaf'ami hal 551. Nufhat Al Lahut oleh Al-Karky (ق: 74/ب) . 'Ilmu Al-Yaqin oleh Al-Kasyani 2/701. Fashlul-Khithab oleh An-Nury Ath-Thabrasi hal. 221-222, Amalul-Amal oleh Al-Hurr Al-Amili 2/32.
[3] Biharul Anwar, 85/40.
[4] Dhiya Ash-Shalihin hal. 513.
[5] Lihat screenshot lengkapnya di : http://jaser-leonheart.blogspot.co.id/2012/12/doa-shonamay-quraisy-doa-agung-hamba.html

[6] Begitulah diantara doa laknat nan busuk para pemeluk agama Syi'ah. Para ulama Syi’ah banyak yang menyebutkan do’a ini, sebagian atau kesuluruhan. Diantara yang menyebutkan secara keseluruhan adalah Al Kaf’ami dalam Al-Baladu Al-Amin hal. 511-514. Al Mishbahu Al Jannah Al Waqiyah hal. 548-557. Al-Kasyany dalam Ilmul Yaqin 2/701-703, An-Nury Ath-Thabrasy dalam Fashlul Khithab hal. 9-10, Asadullah Ath-Thahrany Al-Ha’iry dalam Mafatihul Jinan hal. 113-114, Sayyid Murtadho Husein dalam Shahifah Alawiyah hal. 200-202, Manzhur bin Husein dalam Tuhfatul Awam Maqbul 213-214 dan masih banyak lainnya. Adapun yang hanya menyebutkan petikannya saja diantaranya Al-Kurky dalam Tufahat Al Lahutu fie la’ni Al Jibti wa At Thaghut” (ق: 6/أ، 74/ب) , juga Al-Kasyany dalam “Kurratu Al-'Ain” Hal. 426. Ad-Damadi Al-Huseini dalam Syir’atu At-Tasmiyah Fie Az-Zamani Al-Ghaibah (ق: 26/أ) . Al-Majlisi dalam ”Mir’atu Al-‘Uqul” 4/356, At-Tusturi dalam ” Ihqaqu Al-Haq” hal. 58, 133-134. Abu Al-Hasan Al-‘Amily dalam Muqadimah tafsir Al-Burhannya, hal: 113, 174, 226, 250, 290, 294, 313, 339. Al-Ha’iry dalam “Ilzami An-Nashib” 2/95, An-Nury Ath-Thabrasy dalam ” Fashlu Al-Khithab” hal. 221-222, Abdullah Sybr dalam ” Haq Al-Yaqin” 1/219 dan masih banyak lainnya. Kami hadirkan sebagian screenshotnya pada hal...

[7] Biharul-Anwar, 24/83
[8] Ibid, 36/180
[9] Ibid, 79/199
[10] Kadzabuu ‘alaa Asy-Syi’ah, hal 49-50
[11] Lihat : http://www.alhak.org/vb/showthread.php?t=24329
[12] Ushul Madzhab Asy-Syiah, 2/725
[13] Ayatullah Muhammad Ashif Al-Muhsini, salah seorang marja’ Syi’ah dari Afghanistan, dispesialiskan dalam bidang hadits. Menuntut ilmu di Hauzah Ilmiyyah Najaf (Irak) dan Qum (Iran) hingga mencapai derajat sebagai mujtahid. Diantara gurunya adalah ahli hadits besar Syiah kontemporer, Sayyid Al-Khu’iy.
[14] Masyra’ah Bihar Al-Anwar, 1/167
[15] Masyra’ah Bihar Al-Anwar, 1/39
[16] Lihat : http://www.aletra.org/print.php?id=99
[17] Nikmatullah bin ‘Abdillah bin Muhammad Al-Jaza’iriy (1050-1112 H). Al-Majlisi berkata mengenainya; “Seorang yang memiliki keutamaan lagi sempurna, seorang Muhaqqiq dan Mudaqqiq (peneliti dan penyelidik). Penghimpun berbagai ilmu dan karya para ulama besar”. Al-Hurr Al-‘Amiliy berkata; “Pemilik keutamaan lagi berilmu. Seorang muhaqqiq dan ‘Allamah. Mulia kedudukannya”. Abdullah Al-Ishfahani berkata; “Ahli fiqih dan ahli hadits. Ahli sastra, pendebat ulung”. Yusuf Al-Bahraniy berkata; “Sayyid ini adalah seorang pemilik keutamaan, ahli hadits dan mudaqqiq. Luas penelitiannya dalam menelaah riwayat-riwayat Imamiyyah dan atsar-atsar para Imam Maksum”.
[18] Al-Anwar An-Nu’maniyyah, 1/53. Mansyurat Muassasat al-A'lami lil Mathbu'at, Beirut – Lebanon.


Dan masih banyak lagi celaan serta penghinaan Syiah terhadap para Sahabat Nabi Muhammad saw. Silahkan baca sederet cercaan Syiah terhadap Para Sahabat Nabi saw berikut ini:


Diambil dari ebook Himpunan Fatwa Ulama Syi'ah, edisi: Takfir, oleh: Muhammad Jasir Nashrullah. (nisyi/jurnalmuslim.com)

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Kewajiban Melaknat Para Sahabat Nabi Menurut Syiah
Kewajiban Melaknat Para Sahabat Nabi Menurut Syiah
https://2.bp.blogspot.com/-TFhl8zO7Cq4/VzRWxhJ_qJI/AAAAAAAAFqA/M4DZpaPnAPIm7Z3zqysT8mBZg7PLDXdEACLcB/s640/153022_620.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-TFhl8zO7Cq4/VzRWxhJ_qJI/AAAAAAAAFqA/M4DZpaPnAPIm7Z3zqysT8mBZg7PLDXdEACLcB/s72-c/153022_620.jpg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/05/kewajiban-melaknat-para-sahabat-nabi-menurut-syiah.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/05/kewajiban-melaknat-para-sahabat-nabi-menurut-syiah.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy