Bahaya Bid'ah & Peringatan Untuk Menjauhinya (Bag. 1)

Bahaya Bid'ah Jurnalmuslim.com - Imam Syathibi rahimahullah membuat satu bab dalam kitabnya ...

Bahaya Bid'ah
Jurnalmuslim.com - Imam Syathibi rahimahullah membuat satu bab dalam kitabnya ‘al-I’tisham’ dalam mencela bid’ah dan akibat buruk pelakunya. Ia menjelaskan bahaya bid’ah dan celaannya dari naql (al-Qur`an dan hadits) dan akal.

Adapun dari sisi naql, maka dari beberapa sisi, salah satunya yang terdapat dalam al-Qur`an yang menunjukkan celaan para pelaku bid’ah dalam agama Allah subhanahu wa ta’ala secara jumlah, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ ءَايَاتُُ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتُُ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغُُ فَيَتَّبِعُونَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِ وَمَايَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِ كُلُُّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ   ﴾ [ آل عمران: 7 ]

Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:"Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS. Ali Imran:7)

Ayat ini merupakan dalil paling kuat dan penjelasannya diriwayatkan dalam hadits shahih dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata: ‘Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغُُ فَيَتَّبِعُونَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِ ﴾ [ آل عمران: 7 ]

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'wilnya,

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila engkau melihat mereka maka kenalilah mereka.’[1] Dan dalam hadits yang shahih, ia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang ayat ini:

قال الله تعالي: ﴿ هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ ﴾  [ آل عمران: 7 ]

Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. (QS. Ali Imran:7)

Hingga akhir ayat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِيْنَ سَمَّى اللّه فَاحْذَرُوْهُمْ)) [ متفق عليه ]

 ‘Apabila engkau melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat darinya, maka merekah itulah yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, maka berhati-hatilah terhadap mereka.”[2]

                Diriwayatkan dari Abu Ghalib dan namanya Hazur[3], ia berkata: ‘Aku berada di Syam (Siria), Muhallab mengirim 70 kepala dari kaum Khawarij, lalu dipasang di jalan Damaskus. Aku sedang berada di atas rumahku. Lalu Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu lewat, maka aku turun lalu mengikutinya. Tatkala ia berdiri di hadapan mereka, air matanya menetes seraya berkata: ‘Subhanallah, apakah yang dilakukan syetan terhadap anak cucu Adam ‘alaihissalam (manusia) –ia mengatakannya tiga kali- anjing-anjing neraka jahanam, anjing-anjing neraka jahanam, seburuk-seburuk yang terbunuh di bawah kolong langit –tiga kali-, sebaik-baik pembunuh adalah yang membunuh mereka, beruntunglah bagi orang yang membunuh mereka atau mereka yang membunuhnya.’

Kemudian ia menoleh kepadaku lalu berkata: ‘Wahai Abu Ghalib, sesungguhnya engkau berada di bumi (wilayah) yang mereka banyak di sana, semoga Allah subhanahu wa ta’ala melidungi engkau dari mereka.’

Aku berkata: ‘Aku melihat engkau menangis ketika melihat mereka? Ia menjawab: ‘Aku menangis karena kasihan melihat mereka, mereka dari kaum muslimin.[4] Apakah engkau membaca surah Ali Imran? Aku menjawab: ‘Ya.’ Lalu ia membaca:

﴿ هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ ءَايَاتُُ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ﴾

 hingga sampai  ﴿وَمَايَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللهُ ﴾  sesungguhnya di hati mereka ada condong kepada kesesatan maka mereka tersesat.

Kemudian ia membaca:

قال الله تعالي: ﴿ وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَاجَآءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ﴾ [ آل عمران: 105 ]

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. (QS. Ali Imran:105)

Hingga firman-Nya subhanahu wa ta’ala:

﴿فَفِي رَحْمَةِ اللهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴾

maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (QS. Ali Imran:107)

Aku berkata: ‘Apakah mereka (dalam ayat) itu adalah mereka (kaum Khawarij) tersebut)? Ia menjawab: ‘Ya.’

Aku berkata: ‘Apakah dari pemahaman engkau atau sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ia menjawab: ‘Kalau begitu (bukan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) aku terlalu berani, bahkan aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan sekali dua kali... sehingga ia menghitung tujuh kali.

Kemudian ia berkata: ‘Sesungguhnya bani Israel bercerai berai sebanyak 71 golongan dan sesungguhnya umat ini melebihi atasnya satu golongan, semuanya di neraka kecuali golongan terbesar.’

Aku bertanya: ‘Wahai Abu Umamah, apa pendapatmu terhadap perbuatan mereka? Ia menjawab:

قال الله تعالي: ﴿ عَلَيْهِ مَاحُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّاحُمِّلْتُمْ ﴾

...maka sesungguhnya kewajiban rasul hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu....". (QS. An-Nuur:54)[5]

jelaslah dengan penafsiran ini bahwa mereka termasuk ahli bid’ah, karena Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu menjadikan kaum Khawarij masuk dalam umumnya ayat tersebut dan sesungguhnya ia diturunkan terhadap mereka. Dan di antara ayat tersebut adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴾

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. al-An’am:153)

Jalan yang lurus adalah jalan Allah subhanahu wa ta’ala yang Dia subhanahu wa ta’ala mengajak kepadanya, yaitu sunnah. Dan jalan-jalan, yaitu jalan-jalan orang-orang yang berselisih, yang menyimpang dari jalan yang lurus, mereka adalah ahli bid’ah. Bukanlah maksudnya jalan-jalan maksiat, karena maksiat dari sisi maksiatnya, tidak ada seorang pun yang menjadikan sebagai jalan yang selalu ditelusuri yang menyerupai syari’at, namun sifat ini khusus dengan berbagai macam bid’ah.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wail, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggaris bagi kami satu garis yang panjang, menggaris sebelah kanannya dan sebelah kirinya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ini adalah jalan yang lurus.’ Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaris beberapa garis bagi kami dari sebelah kanan dan kirinya, dan bersabda: “Ini adalah jalan-jalan (yang banyak), dan di atas setiap jalan darinya ada syetan yang mengajak kepadanya...” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca:

قال الله تعالي: ﴿ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ ﴾

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Maksudnya: garis-garis

﴿فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ﴾

karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. (QS. al-An’am:153)[6]

Bakar bin ‘Ala` rahimahullah berkata: ‘Saya menduga bahwa yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan adalah syetan dari kalangan manusia, yaitu bid’ah-bid’ah. Wallahu A’lam.

Di antara ayat-ayat adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ وَعَلَى اللهِ قَصْدُ السَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ وَلَوْشَآءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ  ﴾ [ النحل: 9 ]

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok.Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). (QS. an-Nahl:9)

At-Tasturi rahimahullah[7] berkata:  قَصْدُ السَّبِيل Jalan sunnah, وَمِنْهَا جَآئِرٌ  maksudnya ke neraka, dan itulah agama-agama dan bid’ah-bid’ah.

Dan di antaranya firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَىْءٍ إِنَّمَآأَمْرُهُمْ إِلَى اللهِ ثُمَّ يُنَبِئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴾ [ النحل: 159 ]

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. al-An’am:159)

Ibnu ‘Athiyah rahimahullah[8] berkata: ‘Ayat ini berlaku umum bagi pengikut hawa nafsu, bid’ah, yang syazh (langka) dalam furu’, dan selain yang demikian itu dari orang-orang yang suka mendalami dalam perdebatan dan mendalami dalam ilmu kalam. Semua ini bisa membuat tergelincir dan terkena tuduhan karena buruk keyakinan.

Di antaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ وَلاَتَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ . مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ   ﴾ [ الروم: 31-32] قرئ: فارقوا دينهم

...janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, * yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. ar-Rum:31-32)

Ditafsirkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa mereka adalah kaum Khawarij, dan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkannya secara marfu’. Ada yang mengatakan: Mereka adalah pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah. Diriwayatkan dari Sufyan bin ‘Uyaynah rahimahullah[9], Abu Qilabah rahimahullah[10] dan selain mereka bahwa mereka berkata: ‘Setiap pelaku bid’ah atau mengada-ada  (dalam agama) adalah hina, mereka berdalil dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي اْلَحَياةِ الدُّنْيَا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ ﴾ [ الأعراف: 152 ]

Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Rabb mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia.  Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan. (QS. al-A’raaf:152)

Ibnu ‘Aun rahimahullah[11] berkata: Ibnu Sirin rahimahullah berpendapat bahwa ayat ini adalah pada orang-orang yang mengikuti hawa nafsu:

قال الله تعالي: ﴿ وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي ءَايَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلاَ تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ  ﴾ [ الأنعام: 68 ]

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), janganlah kamu duduk bersama orang. orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS. al-An’aam: 68)[12]

Sisi kedua dari naql: yang datang dari hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Di antara hal itu adalah yang diriwayatkan dalam shahih, dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ)) [ متفق عليه ]

“Barangsiapa yang membuat-buat dalam perkara kami ini yang bukan bagian darinya maka ia ditolak.”[13]

Dan dalam riwayat Muslim:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ)) [ رواه مسلم ]

“Barangsiapa yang melakukan satu amal ibadah yang tidak ada perintah kami atasnya maka ia ditolak.”[14]

Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أَمَّا بَعْدُ, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ)) [ رواه مسلم ]

“Amma ba’du: maka sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah (al-Qur`an), sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang baru-barunya (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.”[15]

Dan dalam satu riwayat, ia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada manusia, memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan menyanjung-Nya yang Dia berhak mendapat sanjungan itu, kemudian beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ يَهْدِهِ اللّه فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَخَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ)) [ رواه مسلم ]

“Barangsiapa yang Allah subhanahu wa ta’ala memberi petunjuk kepadanya maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala menyesatkannya maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya. Dan sebaik-baik ucapan adalah kitabullah (al-Qur`an), sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah yang baru-baru (dalam agama) dan setiap yang baru-baru adalah bid’ah.”[16]

Dan dalam riwayat an-Nasa`i:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ)) [ رواه النسائي ]

“Dan setiap yang baru-baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah (tempatnya) di neraka.”[17]

Dan dalam shahih, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْل أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَايَنْقُصُ ذلِكَ مِن أُجُوْرِهِم شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلىَ ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَيَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا)) [ رواه مسلم وأبو داود و الترمذي]

“Barangsiapa yang mengajak (berdakwah) kepada petunjuk niscaya baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit juapun dan siapa yang mengajak kepada kesesatan adalah baginya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun juga. .”[18]

At-Tirmidzi meriwayatkan pula dan ia menshahihkannya, Abu Daud dan selain mereka dari ‘Irbath bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan kami, kemudian menghadap kepada kami, memberi nasihat kepada kami dengan nasihat yang sangat menyentuh hati, air mata berlinang karenanya dan hati menjadi takut darinya. Ada yang berkata: ‘Ya Rasulullah, seolah-olah hal ini adalah nasihat perantunan (perpisahan), apakah yang engkau nasihatkan kepada kami? Beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللّهِ ,وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا. فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيْرًا, فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِيْنَ, تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا باِلنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ, فَإِنَّ كُلِّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ)) [ روا ه أبو داود و الترمذي]

 “Aku berpesan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mendengar dan taat (kepada pemimpin) sekalipun ia seorang budak dari Habasyah (Etheopia). Maka sesungguhnya siapa yang masih hidup dari kamu setelah aku (wafat) maka ia akan melihat perbedaan yang sangat banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya, gigitlah atasnya dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara baru, maka sesungguhnya setiap yang baru-baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”[19]

Dan dalam shahih, dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Ya Rasulullah, apakah setelah kebaikan datang keburukan? Beliau menjawab: ‘Ya.’ Aku bertanya: ‘Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan lagi? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Ya, dan padanya ada asap.’ Aku bertanya: ‘Apakah asapnya? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Kaum yang mengambil sunnah dengan selain sunnahku, mengambil petunjuk selain petunjukku, engkau mengenal dari mereka dan mengingkari.”

Aku bertanya: ‘Apakah setelah kebaikan itu akan datang keburukan?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Ya, para penyeru kepada pintu-pintu neraka Jahanam, siapa yang memenuhi panggilan mereka kepadanya mereka akan melemparkannya di dalamnya.’

Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepada kami tentang mereka.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Ya, kaum dari golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita.’

Aku berkata: ‘Apakah yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemui hal itu?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Engkau tetap bersama jama’ah kaum muslimin dan imam mereka.’

Aku berkata: ‘Jika mereka tidak mempunyai jama’ah dan imam?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Maka hendaklah engkau menghindarkan diri dari semua golongan tersebut, sekalipun engkau menggigit batang pohon sampai kematian menjemputmu dan engkau dalam kondisi seperti itu.”[20]

Dalam hadits shahifah:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((اَلْمَدِيْنَةُ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عِيْرٍ وَثَوْرٍ, وَمَنْ أَحْدَثَ فِيْهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ)) [ متفق عليه ]

“Madinah haram jarak di antara ‘iir dan tsaur (nama dua gunung di Madinah), barangsiapa yang menciptakan yang baru padanya atau menampung yang muhdits (pelakunya) maka atasnya kutukan Allah subhanahu wa ta’ala, malaikat dan semua manusia. Di hari qiamat, Allah subhanahu wa ta’ala tidak menerima darinya taubat/ibadah sunnah dan tidak pula tebusan/ibadah wajib.”[21]

Hadits ini dalam bentuk umum, meliputi setiap peristiwa yang dimunculkan padanya yang bertentangan dengan syara’, dan bid’ah merupakan peristiwa yang paling buruk. Ia, sekalipun khusus untuk kota Madinah maka yang lainnya juga masuk dalam maknanya.[22]

Dalam al-Muwaththa`, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju pemakaman lalu bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَاَر قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ, وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللّه بِكُمْ لاَحِقُوْنَ ...إلى أن قال: فَلْيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيْرُ الضَّالُ, أُنَادِيْهِمْ: أَلاَ هَلُمَّ! أَلاَ هَلُمَّ! أَلاَ هَلُمَّ! فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوْا بَعْدَكَ. فَأَقُوْلُ: فَسُحْقًا فَسُحْقًا فَسُحْقًا)) [ رواه مالك في الموطأ ]

“Assalamu ‘alaikum, wahai negeri orang-orang beriman, dan sesungguhnya kami insya Allah, akan menyusul kalian...dst hingga beliau bersabda: ...akan diusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana diusir unta yang tersesat. Aku memanggil mereka: ‘Ayo ke sini, ayo ke sini, ayo ke sini! Maka dikatakan: ‘Sesungguhnya mereka telah mengganti sesudahmu.’ Maka kukatakan: ‘Maka jauhlah, jauhlah, jauhlah.’[23]

Sebagian ulama menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang menyalahi Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan yang lain menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang murtad dari agama Islam.

Dan yang menunjukkan makna yang pertama adalah yang diriwayatkan oleh Khaitsamah bin Sulaiman rahimahullah[24] dari Yazid bin Raqqasy rahimahullah[25], ia berkata: ‘Aku bertanya kepada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, aku berkata: ‘Ada satu kaum yang bersaksi terhadap kita dengan kekufuran dan kesyirikan, mendustakan telaga dan syafa’at, apakah engkau pernah mendengar sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ia menjawab: ‘Ya. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((بَيْنَ الْعَبْدِ وَاْلكُفْرِ أَوِ الشّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ, فَإِذَا تَركَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ, وَحَوْضِي كَمَا بَيْنَ اْلأَيْلَةِ إِلَى مَكَّةَ, أَبَارِيْقُهُ كَنُجُوْمِ السَّماَءِ –أو قال: كَعَدَدِ نُجُوْمِ السَّمَاءِ, لَهُ مِيْزَابَانِ مِنَ الْجَنَّةِ, كُلَّمَا نَضبَ أَمَدَّاهُ, مَنْ شَرِبَ مِنْهُ شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا. وَسَيَرِدُهُ أَقْوَامٌ ذَابِلَةٌ شِفَاهُهُمْ, فَلاَ يَطْعَمُوْنَ مِنْهُ قَطْرَةً وَاحِدَةً, مَنْ كَذبَ بِهِ الْيَوْمَ لَمْ يُصِبْ مِنْهُ يَوْمَئِذٍ)) [ رواه ابن ماجة ]

“Sesungguhnya di antara hamba dan kekufuran atau kesyirikan adalah meninggalkan shalat, maka apabila ia meninggalkannya berarti ia syirik. Telagaku  sebagaimana antara Ailah hingga Makkah, tekonya sejumlah bintang di langit –atau beliau bersabda: ‘Seperti bilangan bintang di langit, baginya ada dua pancoran dari surga, setiap kali berkurang keduanya menambahnya. Siapa yang minum darinya satu kali minuman niscaya tidak pernah haus lagi sesudahnya untuk selamanya. Dan akan mendatanginya satu kaum, kering bibir mereka, maka mereka tidak bisa minum darinya setetes jua pun. Siapa yang mendustakannya pada hari ini niscaya tidak mendapat minuman darinya pada hari itu.”[26]

Dan padanya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إِنِّي تَارِكٌ فِيْكُمْ ثَقَلَيْنِ: أَوَّلُهَا كِتَابُ اللّه فِيْهِ الْهُدَى وَالنُّوْرُ –وفى رواية- مَنِ اتَّبَعَهُ كَانَ عَلَى الْهُدَى وَمَنْ تَرَكَهُ كَانَ عَلَى ضَلاَلَةٍ)) [ رواه ابن ماجة ]

“Sesungguhnya aku meninggalkan padamu dua perkara, yang pertamanya adalah Kitabullah (al-Qur`an), di dalamnya ada petunjuk dan cahaya –dalam satu riwayat- di dalamnya ada petunjuk, siapa yang berpegang dengannya dan mengambil dengannya niscaya ia berada di atas petunjuk, dan siapa yang tidak mengambilnya niscaya ia tersesat. Dan pada satu riwayat: Siapa yang mengikutinya niscaya ia berada di atas petunjuk dan siapa yang meninggalkannya ia berada di atas kesesatan.”[27]

Ath-Thahawi rahimahullah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ لِكُلِّ عَابِدٍ شِرَّةً وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً, فَإِمَّا إِلَى سُنَّةٍ وَإِمَّا إِلَى بِدْعَةٍ. فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَد اهْتَدَى وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذلِكَ فَقَدْ هَلَك)) [ رواه أحمد ]

“Sesungguhnya bagi setiap ‘abid (ahli ibadah) ada keinginan/semangat, dan dan bagi setiap semangat ada kemalasan (kurang dalam ibadah). Maka bisa jadi kepada sunnah dan bisa jadi kepada bid’ah, maka siapa yang malas lalu kembali kepada sunnahku berarti ia mendapat petunjuk dan siapa yang malasnya kepada selain yang demikian itu berarti ia binasa.”[28]



[1] At-Tirmidzi 5/222 (2993).

[2] Al-Bukhari 4274 dan Muslim 2665.

[3] Abu Ghalib al-Bashri, dikatakan al-Ashbihani, sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu. Ia meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, dan Ummu Darda` radhiyallahu ‘anhu. Ibnu Sa’ad menyebutkan dalam lapisan (generasi) ketiga dari penduduk Bashrah. Lihat: Tahdzibul Kamal 34/171, Tarikh al-Kabir 3/134,Lisanul Mizan 7/478.

[4] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam bantahannya terhadap Akhnasi: ‘Ahlus sunnah waljama’ah, yang memilik ilmu dan iman mengetahui kebenaran, mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyayangi makhluk, adil padanya, memberikan uzur orang yang berijtihad dalam mengenal kebenaran namun tidak mampu mengenalnya. Mereka hanya mencela orang yang dicela oleh Allah subhanahu wata’ala dan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu orang yang lalai dalam mencari kebenaran karena meninggalkan yang wajib, dan orang yang melewati batas, yang mengikuti hawa nafsunya tanpa dasar ilmu karena ia melakukan yang diharamkan, maka mereka (Ahlus sunnah) mencela orang yang meninggalkan kawajiban dan melakukan yang diharamkan, dan mereka tidak menghukumnya kecuali setelah menegakkan hujjah kepadanya...dst (Majmu’ Fatawa 27/238).

[5] Sunan al-Baihaqi 8/188, Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah 1/104.

[6] Shahih Ibnu Hibban 1/180 dan Sunan ad-Darimi 1/78.

[7] Sahal bin Yunus at-Tasturi, salah seorang pemuka kaum sufi dan ulama mereka, ia mengarang tafsir al-Qur`an, wafat pada tahun 283 H.

[8] Abdul Haq bin Ghalib bin Abdurrahman bin ‘Athiyah al-Muharibi, Abu Muhammad, mufassir faqih, dari Granada (Spanyol), wafat pada tahun 542 H. Di antara karangannya yang terkenal: ‘Al-Muharrarul wajiz fi tafsiril kitabil ‘aziz.’

[9] Sufyan bin ‘Uyaynah bin Abu ‘Imran Maimun al-Hilali, Abu Muhammad al-Kufi, Muhaddits al-Haram al-Makky, berasal dari kalangan budak yang dimerdekakan. Dilahirkan di Kufah tahun 107 H. Tinggal di Makkah dan wafat di sana tahun 198. Seorang hafizh yang tsiqah, luas ilmu dan tinggi derajat. Lihat biografinya di Tarikh Kabir 4/94, Tarikh Baghdad 9/174, A’laam 3/105.

[10] Abu Qilabah al-Jurmy: Abdullah bin Zaid bin ‘Amar al-Jurmy, seorang yang alim dalam qadha (peradilan) dan hukum, termasuk perawi hadits yang tsiqah. Wafat di Syam pada tahun 104. Lihat biografinya di: Tarikh Kabir 5/92, Tadzkiratul Huffazh 1/94, A’lam 4/88.

[11] Abdullah bin ‘Aun bin Arthaban al-Muzani, Abu ‘Aun al-Bashri, salah seorang yang ternama. Pengarang kutub sittah meriwayatkan darinya. Wafat tahun 150 H.

[12] Lihat Syarh Aqidah Thahawiyah 2/482-483.

[13] Al-Bukhari 2550 dan Muslim 1718.

[14] Muslim no.1718.

[15] Muslim no.867

[16] Muslim no 867.

[17] An-Nasa`i dalam Sunannya 3/188-189.

[18] HR. Muslim 2060, at-Tirmidzi 2674, dan Abu Daud 2509.

[19] Abu Daud 4607 dan at-Tirmidzi 2676.

[20] Al-Bukhari 3411 dan 6673, dan Muslim 1847.

[21] Al-Bukhari 6373 dan Muslim 1370.

[22] I’tisham, Syathibi 1/96.

[23] Al-Muwaththa` 1/28, dan ia dalam Shahih Muslim 249.

[24] Khaitsamah bin Sulaiman bin Haidarah al-Qurasyi ath-Tharablusi. Abu Hasan, termasuk huffazh hadits, ia adalah muhaddits negeri Syam di masanya, ia termasuk penduduk Tripoli Syam (di wilayah Lebanon). Wafat pada 343 H. Ia mengarang kitab besar tentang keutamaan sahabat. Lihat biografinya dalam Lisanul Mizan 2/411, Tazkiratul Huffazh 3/858, A’laam 3/326

[25] Yazid bin Aban ar-Raqqasyi, Abu ‘Amar al-Bashri, termasuk tokoh zuhud di Bashrah, termasuk generasi tabi’in yang kecil. Wafat tahun 120 H. Lihat biografinya: Tahzdzibul Kamal 32/64,  Lisan Muzan 7/439.

[26] Ibnu Majah 1080, Ibnu Nashr al-Maruzi meriwayatkannya dalam ‘Ta’zhimu qadri shalah’ 897 di bagian pertama.

[27] Muslim 2408.

[28] Ahmad 2/188 (210), Shahih Ibnu Khuzaimah 3/293.

Diambil dari ebook Pengertian Bid’ah Dan Bahayanya Serta Celaan Bagi Pelakunya, oleh Syaikh Khalid bin Ahmad az-Zahrani, Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali.

Baca artikel selanjutnya:  Bahaya Bid'ah & Peringatan Untuk Menjauhinya (Bag. 2)

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Bahaya Bid'ah & Peringatan Untuk Menjauhinya (Bag. 1)
Bahaya Bid'ah & Peringatan Untuk Menjauhinya (Bag. 1)
https://2.bp.blogspot.com/-kLBV6cotYcI/Vwh27f06JOI/AAAAAAAAFAM/JzuHvFA9kmw8ycrjhOH3GFXsiv5DyljAA/s640/bahaya%2Bbid%2527ah.PNG
https://2.bp.blogspot.com/-kLBV6cotYcI/Vwh27f06JOI/AAAAAAAAFAM/JzuHvFA9kmw8ycrjhOH3GFXsiv5DyljAA/s72-c/bahaya%2Bbid%2527ah.PNG
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2016/04/bahaya-bidah-dan-peringatan-untuk-menjauhinya-bagian-1.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2016/04/bahaya-bidah-dan-peringatan-untuk-menjauhinya-bagian-1.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy