TASHIH Bagian 2

TASHIH Bagian 2 Diringkas dari Kitab Pembagian Waris Menurut Islam Muhammad Ali Ash Shabuni Agar kita dapat memahami dan menelusuri rincian...


TASHIH
Bagian 2
Diringkas dari Kitab Pembagian Waris Menurut Islam
Muhammad Ali Ash Shabuni

Agar kita dapat memahami dan menelusuri rincian pentashihan pokok masalah, maka kita harus mengetahui nisbahnya (koneksi) dengan keempat istilah perhitungan. Yaitu, at tamaatsul (kemiripan/ kesamaan), at tadaakhul (saling terkait / saling bercampur), at tawaafuq (saling bertautan) dan at tabaayun (berbeda/ saling berjauhan)
                Apabila pokok masalah –harta waris—dalam suatu pembagian waris cocok (sesuai) dengan jumlah bagian tiap tiap ahli waris yang ada, maka kita tidak perlu menggunakan cara cara yang berbelit dan memusingkan. Namun bila harta waris tersebut kurang dari jumlah bagian yang mesti diterima setiap ahli waris, atau jumlah bagian ashabul furudh melebihi jumlah pokok masalah, maka dalam hal ini memerlukan pentashihan pokok masalahnya.

v  Tashih dalam bahasa arab berarti “menghilangkan penyakit”. Sedangkan menurut ulama ilmu faraid berarti mewujudkan jumlah yang kurang dari bagian setiap ahli waris tanpa pecahan dalam pembagiannya.

v  At tamaatsuldalam bahasa arab berarti  at tasyaabuh, yakni sama bentuknya. Sedangkan menurut ulama lmu faraid berarti sama dalam jumlah dan nilai, yang satu tidak lebih banyak atau lebih sedikit dari yang lain. Misalnya angka tiga berarti sama dengan tiga, angka lima sama dengan lima dan seterusnya.

v  At Tadaakhuldalam bahasa Arab berasal dari kata dakhola, yakni masuk – lawan kata dari keluar. Sedangkan menurut ulama faraid adalah  pembagian angka yang besar oleh angka yang lebih kecil, sehingga dari pembagian itu tidak ada lagi angka atau jumlah yang tersisa. Misalnya, angka delapan (8) dengan angka empat (4), angka delapan belas (18) dengan angka enam (6), angka duapuluh tujuh (27) dengan angka sembilan (9).

v  At tawaafuqdalam bahasa Arab berarti ‘bersatu’. Sedangkan menurut istilah ilmu faraid ialah setiap dua angka yang dapat dibagi angka ketiga sehingga menurut mereka di antara kedua bilangan itu ada tadaakhul. Misalnya angka 8 dan angka 6 keduanya dapat dibagi oleh angka 2. Angka 12 dengan angka 30 keduanya dapat dibagi oleh angka 6. Angka 8 dengan 20 sama sama dapat dibagi oleh angka 4, demikian seterusnya.

v  At tabaayundalam bahasa arab berarti tabaa’ud, yakni saling berjauhan atau salaing berbeda. Sedangkan menurut kalangan ulam faraid ialah setiap bilangan yang satu dengan lainnya tidak dapat membagi, dan tidak dapat pula dibagi oleh bilangan lain (ketiga). Misalnya angka 7 dengan angka 4, angka 8 dengan angka 11, angka 5 dengan angka 9.
               
Apabila angka yang besar dibagi angka yang lebih kecil, maka kedua bilangan itu disebut tadaakhul. Apabila angka yang besar tidak dapat dibagi angka yang kecil –tetapi dibagi angka yang lain – maka kedua bilangan itu adalah tawaafuq. Sedangkan apabila suatu angka tidak dapat dibagi oleh bilangan lain, maka disebut tabaayun. Tetapi apabila kedua bilangan itu sama, maka di antara kedua bilangan tersebut adalah mutamaatsilan.
Cara Mentashih Pokok Masalah
Kapan kita dapat atau memungkinkan untuk mentashih pokok masalah? Dan apa tujuannya? Pada hakikatnya, kalangan ulama faraid tidak mau menerima permasalahan pembagian waris kecuali dengan angka angka yang pasti (maksudnya tanpa pecahan). Hal ini dimaksudkan agar dapat mewujudkan keadilan yang optimal daam pembagian tersebut. Selain itu, untuk mewujudkan keadilan mereka berusaha mengetahui jumlah bagian yang merupakan hak setiap ahli waris, sehingga tidak mengurangi atau menambahkan. Hal ini merupakan satu perhatian yang sangat baik dari para ulama faraid dalam usaha mereka mewujudkan kemashlahatan yang menyeluruh sebagaimana yang dikehendaki ad din Al Islam.

Cara pentashihan yang biasa dilakukan ulama faaid seperti berikut :
1.       Melihat bagian setiap ahli waris dan jumlah perkepalanya. Bila jumlah perkepala setelah dibagi cocok dan pas dengan jumlah bagian setiap ahli waris yang berhak menerimanya, maka inilah yang sempurna dan sangat diharapkan. Namun bila jumlah per kepalanya jauh lebih sedikit dari jumlah bagian ahli waris yang ada – jumlah pokok masalahnya sudah habis, tetapi ada ahli waris yang belum mendapatkan bagian—maka kita harus melihat apakah ada kecocokan di antara kedua hal itu ataukah tidak. Bila ada kesesuaian antara bagian tiap ahli waris dengan jumlah per kepalanya, dengan cara mengalihkan jumlah per kepala dengan pokok masalah atau dengan meng-‘aul-kannya. (misalnya, empat anak perempuan, dan bagiannya 2/3 dari 6 berarti 4, maka ada kesamaan. Sebab setiap anak mendapatkan satu).
2.       Adapun bila terjadi mubaayanah(ada selisih) maka kalikan jumlah per kepalanya dengan pokok masalah atau dengan meng-‘aul-kannya, maka hasil perkalian itu yang menjadi pokok masalah sebenarnya. Inilah yang disebut “pentashihan pokok masalah”oleh kalangan ulama ilmu faraid.
3.       Sedangkan mengenai bagian untuk mengalikan pokok masalah atau meng-‘aul-kan dengan tujuan mentashih pokok masalah, oleh ulama faraid disebut dengan juz’us sahm. Maksudnya, sebagai bagian khusus yang berkaitan dengan setiap bagian pada pokok masalah.

Contoh masalah
                Seseorang wafat dan meninggalkan empat anak perempuan, ibu, ayah, dan tiga cucu perempuan keturunan laki laki. Maka pembagiannya seperti berikut : pokok masalahnya dari enam (6). Bagian keempat anak perempuan ialah dua pertiga (2/3) berarti empat (4) bagian. Sang ayah seperenam berarti satu bagiaa, sang ibu juga seperenam berarti satu bagian. Sedangkan tiga cucu perempuan dari anak laki laki tidak mendapatkan bagian (mahjub karena anak perempuan pewaris lebih dari dua orang)
                Dalam contoh tersebut kita lihat jumlah anak perempuan ada empat (4) dan bagian yang mereka peroleh juga empat. Karena itu tidak lagi memerlukan pentashihan pokok masalah, sebab bagian yang mesti dibagikan kepada mereka (keempat ana perempuan itu) tidak lagi memerlukan pecahan pecahan. Sehingga dalam pembagiannya akan pas dan mudah, setiap anak menerima satu bagian.
                Contoh lain yang at tamatsul, seseorang wafat dan meninggalkan ibu, dua saudara perempuan seibu, dan empat saudara kandung perempuan. Maka pembagiannya sebagai berikut : pokok masalahnya dari enam (6) keudain di-‘aul-kan menjadi tujuh (7). Bagian ibu seperenam (1/6) berarti satu bagian. Kemudian bagian kedua saudara perempuan seibu sepertiga (1/3) berarti dua bagian. Sedangkan bagian keempat saudara kandung perempuan adalah dua pertiga (2/3) yang berarti empat (4) bagian.
                Bila kita perhatikan baik baik contoh ini, kita lihat bahwa pokok masalahnya tidak memerlukan pentashihan. Sebab jumlah per kepalanya sesuai dengan jumlah yang dibagikan. Bagi kedua saudara perempuan seibu dua bagian. Berarti kesesuaian pembagian tersbut tidak memerlukan pentashihan pokok masalah. Dengan demikian tahulah kita bahwa contoh masalah tersebut cenderung (bernisbat) pada at tamaatsul.
                Contoh masalah yang at tawaafuq. Seseorang wafat dan meninggalkan delamapn (8) anak permepuan, ibu, dan paman kandung. Maka pembagiannya seperti berikut :’ pokok masalahnya dari enam (6). Bagian kedelapan anak perempuan dua pertiga (2/3) berarti empat (4) bagian, ibu seperenam(1/6) berarti satu bagian, dan sisanya (satu bagian) adalah bagian paman kandung sebagai ‘ashobah.
                Kita lihat dalam contoh di atas ada at tawaauq antara jumlah per kepala anak perempuan dengan jumlah bagian yang mereka peroleh, yaitu dua (2). Angka dua itulah yang menurut istilah ulama faraid sebagai bagian dari bagian juz’us sahm kemudian bagian dari bagian itu dikalikan dengan pokok masalah, yakni angka enam (6). Maka 2 x 6 = 12 . itulah tashih masalah.
                Misal lain, seseorang wafat dan meninggalkan suami, enam saudara kandung perempuan, dan dua orang saudara laki laki seibu. Maka pembagiannya seperti berikut : pokok masalahnya dari enam (6), keudaian di-‘aul-kan menjadi Sembilan (9). Bagian suami setengah (1/2) berarti tiga bagian, sedangkan bagian keenam saudara kandung perempuan dua pertiga (2/3)  berarti empat (4) bagiandan bagian kedua saudara laki laki seibu sepertiga (1/3) berarti dua bagian.
                Dalam contoh di atas kita lihat ada tawaafuq antara jumlah bagian yang diterima para saudara kandung perempuan dengan jumlah per kepala mereka, yaitu dua (2). Kemudian kita ambil separo jumlah per kepala mereka, berarti tiga (3), dan kita kalikan dengan pokok masalah setelah di-‘aul-kan yakni angka Sembilan (9), berarti 3 x 9 = 27. Hasil dari perkalian itulah yang akhirnya menjadi pentashihan pokok masalah. Setelah pentashihan maka pembagiannya seperti beriut : suami mendapat sembilan (9) bagian, keenam saudara kandung perempuan mendapat dua belas bagian (12), dan kedua saudara laki laki seibu mendapat enam bagian. (9 + 12 + 6 = 27).
                Contoh lain, seseorang wafat dan meninggalkan suami, anak perempuan, tiga cucu perempuan dar keturunan laki laki, dan saudara kandung laki laki. Maka pembagiannya seperti berikut : pokok masalahnya dari dua belas (12). Bagian suami seperempat (¼) berarti tiga (3)bagian, bagian anak perempuan setengah (1/2) berate enam (6) bagian. Dan bagian cucu perempuan keturunan laki laki seperenam (1/6) sebagai penyempurna dua pertiga (2/3) berarti 2 bagian, dan bagian saudara kandung laki laki datu bagian (sisanya) ‘ashobah bin nafsihi. Inilah tablenya :

3


12
36
Suami 1/4
3
9
Anak perempuan ½
6
18
Tiga cucu perempuan keturunan laki laki 1/6
2
6
Saudara kandung laki laki (‘ashobah)
1
3

Berdarkan table tersebut kita lihat antara bagian cucu perempuan keturunan anak laki laki dengan jumlah per kepala mereka (yakni 2 dengan 3) ada tabaayun (perbedaan), karenanya kita kalikan angka 3 dengan pokok masalahnya, yakni 3 x 12 = 36, maka angka 36 itu berarti pokok masalah hasil pentashihan.
Contoh lain, seseorang wafat dan meninggalkan istri, lima anak perempuan, ayah, ibu, dan saudara kandung laki laki. Maka bagian masing masing sebagai berikut : pokok masalahnya dari 24, kemudian di-‘aul-kan menjadi 27. Bagian istri seperdelapan (1/8) = 3, kelima anak perempuab mendapat bagian dua pertiga (2/3) yang berarti 16, ayah memperoleh seperenam (1/6) berarti 4, dan ibu mendapat seperenam (1/6) berarti 4, sedangkan bagian saudara kandung laki laki mahjub (terhalang). Inilah tablenya :

5

24
27
135
Istri 1/8
3
15
Lima anak perempuan 2/3
16
80
Ayah 1/6
4
20
Ibu 1/6
4
20
Saudara kandung laki laki (mahjub)
-
-
               
Dalam table tersebut kita lihat bahwa bagian kelima anak perempuan tidak bisa dibagi oleh jumlah per kepala mereka. Karenanya di antara keduanya ada tabaayun (perbedaan). Kemudian kita kalikan pokok masalahnya setelah di-‘aul-kan (yakni 27) dengan jumlah per kepala mereka, yakni  27 x 5 = 135. Angka itu merupakan pokok masalahnya setelah pentashihan. Dan angka lima (5) itulah yang dinamakan juz’us sahm.
                Misal lain, seseorang wafat dan meninggalkan tiga orang istri, tujuh anak perempuan, dua orang nenek, empat saudara kandung laki laki dan saudara laki laki seibu. Pembagiannya sebagai berikut :
                Pokok masalahnya dari 24. Ketiga istri mendapatkan 1/8 = 3. Tujuh anak perempuan mendapat 2/3 nya = 16, kedua nenek 1/6 nya = 4, dan empat saudara kandung laki laki (sisanya) yaitu 1 sebagai ‘ashobah. Sedangkan saudara seibu mahjub. Perhatikan table berikut :

28


24
672
3 istri bagiannya 1/8
3
84
7 anak perempuan 2/3
16
448
2 orang nenek 1/6
4
112
4 sudara kandung laki laki (‘ashobah)
1
28
Saudara laki laki seibu (mahjub)
-
-

                Dalam table tersebut kita lihat bahwa bagian anak perempuan (16) dengan jumlah per kepala mereka (7) ada perbedaan (tabaayun) begitu juga dengan bagian keempat saudaa kandung yang hanya satu bagian, dan jumlah per kepala mereka ada perbedaan. Untuk mentashih pokok masalah pokok masalah dari contoh ini, kita kalikan jumlah per kepala anak perempuan (yakni 7) dengan jumlah per kepala saudara kandung (yakni 4), berarti 7 x 4 = 28. Angka tersebut (yakni 28) merupakan juz’us sahm. Kemudian juz’us sahm tersebut kita kalikan dengan pokok masalahnya (28 x 24 = 672) hasilnya itulah yang menjadi pokok masalah setelah pentashihan. Pentashihan seperti ini dapat diterapkan dalam contoh contoh lain.

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: TASHIH Bagian 2
TASHIH Bagian 2
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2013/09/tashih-bagian-2.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2013/09/tashih-bagian-2.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy