$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Misi Kristen Di Indonesia, Bentuk Dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Di Indonesia


Misi Kristenisasi Di Indonesia, Sungguh Sangat Bahaya!! (1)

Misi Kristen Di Indonesia, Bentuk Dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Di Indonesia

PENDAHULUAN.
Pada dasarnya setiap komunitas memiliki keinginan kuat untuk memperbanyak jumlah keanggotaan dan pengikut selama keberadaannya dalam kancah kehidupan. Keinginan ini sebetulnya merupakan insting yang tertanam pada kedalaman jiwa masing-masing individu, mengigat bahwa manusia memang merupakan mahluk dengan naluri sosial yang tinggi. Jumlah yang banyak merupakan bagian dari wujud eksistensi dan merupakan data dan fakta tentang keberadaan dan hak-hak untuk memiliki kehidupan yang layak ditengah masyarakat manusia. Maka tak heran jika agama sebagai identitas yang melekat pada manusia juga berusaha keras untuk mengumpulkan sesama dalam ruang lingkup keyakinan dan kepercayaan. Islam sendiri menganggap bahwa missi untuk mengajak orang lain menuju pintu gerbang Islam adalah merupakan perintah Tuhan yang berlandaskan semangat kitab suci.
Pandangan ini berdasarkan pada asumsi bahwa Islam adalah jalan keselamatan terakhir menuju Allah swt. Hanya saja, jika dibandingkan dengan seksama, missi dalam Islam hanyalah sebatas menawarkan dan tidak memiliki hak pemaksaan dan intimidasi. Penawaran di sini sebagai bukti bahwa kebenaran yang diyakini oleh seorang Muslim telah disampaikan kepada orang lain. Out put berupa ketertarikan dan pemilihan Islam sebagai agama tidaklah menjadi target utama dalam Islam. Sementara dalam Kristen, missi tidak sekedar menawarkan ajaran Kristen kepada pihak lain, tetapi juga mengadung keharusan agar objek missi benar-benar dapat dikatakan sebagai penganut Kristen secara formal. Dengan demikian, beban di pundak missonaris lebih berat dibanding beban da’i dalam Islam. Maka tidaklah mengherankan jika missi Kristen terkadang terkesan melalui cara-cara yang tidak lazim dilakukan oleh missionaris terhadap agama-agama lain.[1] Makalah ini berusaha menelusuri missi Kristen di Indonesiadengan berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana bentuk missi Kristen di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan keberagamaan.
KRISTENISASI Kata kristenisasi adalah padanan kata islamisasi. Keduanya mengadung upaya-upaya sistemis untuk mengajak pihak lain, baik kalangan internal maupun eksternal untuk menganut cara hidup masing-masing agama yang dipropagandakan. Namun, dari segi istilah, kristenisasi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang yang bernuansa politik yang muncul setelah berakhirnya perang salib dengan tujuan menyebarkan agama Nasrani kepada semua komunitas manusia yang ada di dunia ketiga secara umum dan kepada kaum Muslim secara khusus, dengan harapan dapat menegaskan kekuasaan mereka terhadap bangsa-bangsa yang ada.[2]
Kaum Kristen biasanya merujuk sejumlah ayat dalam Bibel sebagai legitimasi kewajiban menjalankan misi Kristen kepada bangsa-nagsa non-Kristen. Kitab markus, 16 : 15 misalnya, menyerukan, “pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahluk.” Maka baik kaum Kristen Protestan maupun Katolik sama menegaskan pentingnya misi dalam agama Kristen.[3]
Yang pertama kali melakukan aktifitas Kristenisasi secara resmi adalah seorang warga Jerman bernama Raimon Lull (1890 M) setelah perang salib mengalami kegagalan. Raimon telah belajar bahasa Arab dan berkunjung ke beberapa Negara Arab sambil berdiskusi dengan beberapa kalangan ulama. Pada tahun 1924, Raymond Lull berhasil menemui Paulus V. Dia mengajukan dua buku yang mencakup dua rancangan Lull untuk mengkristenkan umat Islam.Pertama, menjadikan ilmu dan sekolahan sebagai sarana kristenisasi. Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus.[4]
Semenjak itulah missionaris Kristen mengarahkan perhatiannya untuk menyebarkan agama Kristen kepada negara-negara ketiga yang mayoritas beragama Islam. Aktifitas Kristenisasi ini mengalamai momentum yang cukup baik karena ketika itu negara-negara Muslim masih diliputi oleh kebodohan dan kemiskinan. Belum lagi masalah kesehatan dan kelemahan penguasa negeri Muslim dalam mengatasi problem interen mereka. Jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya negara-negara barat banyak mengutus missonaris ke seluruh dunia dengan alasan untuk pengembangan kehidupan kerohanian dan sebagai upaya menciptakan keselamatan dunia, sebagaimana tampak di Perancis. Perancis secara terbuka memerangimissionaris dalam konteks negaranya tetapi berusaha memanfaatkan dan melindungimissionaris yang berada di Negara lain. Demikian pula Italia yang menampakkan permusuhannya terhadap Gereja tetapi memperkuat politik imprealisme mereka dengan bantuan para missionaris. Bahkan banyak kalangan militer di Inggris yang menasehati negaranya untuk mengutus missonaris ke seluruh dunia.[5]
Dalam aktifitas ini, missionaris sangat menyadari bahwa kaum Muslim memiliki keteguhan yang tinggi dalam memegang keyakinan yang mereka anut. Dengan demikian beragam kedala mereka temui di lapangan. Dengan adanya kenyataan demikian, upaya dan segala yang dimiliki berupa kekuatan rohani dan jasmani mereka persiapakan untuk melancarkan aktifitas ini. Hal ini tampak dalam upaya missionaris untuk menaklukkan Indonesia dan Negara-negara Afrika.[6]
SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA.
Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16. [7] Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.[8] Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji.
Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu. C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya.
Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi. Berbeda dengan  di atas, terdapat  analisa lain yang menganggap bahwa orang Kristen pertama yang sampai ke Nusantara  adalah pada abad 12 masehi. Yang mana, ia singgah di Sumatra Utara. Setelah itumissionaris yang bernama Fransiskan Ordorikus menyusul dan berusaha mengelilingi pulau Sumatra dan Pulau Jawa.
Kemudian datang setelahnya missionaris Katolik yang sangat mashur yang bernama Fransiskus Oksafiarus pada tahun 1546 masehi. Ia memulai missinya di Ambon kemudian memperluasnya hingga mencakup Maluku Utara. Kemudian setelahnya datanglah orang-orang Belanda yang beragama Protestan ke pulau ini dan berusah menyaingi penganut Katolik. Namun kemudian perkembangan agama Protestan banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal ini terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18 masehi. Pada tahun 1904 M tibalah Fan Leis ke Yogyakarta dan berusaha mendirikan sekolah Kanisius yang berpusat di da’erah Muntilan dan Mendut.[9]
Keterkaitan antara kolonialisme dengan kristenisasi sebetulnya sangat sulit untuk dinafikan. Namun demikian tokoh-tokoh Kristen di Indonesia seperti TB Simatupang biasanya tidak setuju tentang adanya keterkaitan tersebut. Mereka menganggap bahwa misionaris sema sekali tidak terkait dengan ambisi duniawi para kolonialis. Penyebaran Kristen lebih disebabkan oleh kuasa Alkitab dan bukan semata-mata disebabkan oleh orang-orang Kristen. Namun anggapan semcam itu sulit diterima mengingat fakta-fakta sejarah bantuan dan sikap politik kaum kolonialis terhadap misi Kristen sangatlah nyata.[10]
Setelah Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi sasaran misi Kristen dari segenap penjuru dunia. Beragam media digunakan seperti film, kaset, buku-buku, kapal-kapal penginjil yang mengitari pantai-pantai dan kepulauan seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. Di daerah luar Jawa seperti NTT dan Kalimantan misi Kristen telah memiliki pemancar radio dan pesawat terbang cesna. Bahkan pada wilayah-wilayah tertentu , mereka mendirikan landasan pesawat khusus dengan izin dari Depertemen Perhubungan.[11]
Demikianlah sehingga agama Kristen berkembang di Indonesia terutama pada momen jatuhnya Sukarno pada peristiwa pemberontkan G 30 S PKI pada tahun 1965. Orang-orang Kristen memanpaatkan kesempatan ini dengan memasukkan para tawanan komunis ke dalam agama Kristen dengan beralasan bahwa para pelaku penyembelihan adalah orang-orang Islam. Sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri kecuali dengan beralih keyakinan.
TARGET KRISTENISASI
Tujuan utama Kristenisasi sebenarnya adalah membongkar keyakinan yang dianut oleh kaum Muslim dan berusaha mengalihkan mereka dari sikap tegas dalam memegang keyakinan Islam sebagai pola hidup dan pola keyakinan. Jalan yang ditempuh untuk maksud tersebut berupa Kristenisasi dan penjajahan. Tetapi kemudian mendapatkan penetangan yang luar biasa dari pihak Muslim sehingga Samuel Zwemer menegaskan kepada missonaris untuk menguatkan semangat mereka dengan megatakan, “Tujuan Kristenisai di negara-negara Muslim yang ditugaskan kepada kalian oleh Negara-negara Kristen bukanlah bermaksud untuk memasukkan kaum Muslim ke dalam agama Kristen. Karena hal demikian merupakan kehormatan dan hidayah buat mereka. Tetapi tugas kalian adalah mengeluarkan mereka dari Islam sehingga mereka menjadi mahluk yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan tidak memiliki afiliasi terhadap nilai-nilai etika yang menjadi landasan utama kehidupan berbagai bangsa.[12]  
SARANA DAN METODE KRISTENISASI
Sarana dan metode yang dijalankan missionaris di Indonesia sangatlah beragam. Di antara media dan metode yang digunakan di banyak Negara adalah :
  1. Pendidikan dengan beragam bentuknya mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
  2. Seminar, ceramah dan kegiatan olah raga.
  3. Penerbitan buku-buku dan pendirian percetakan modern.
  4. Koran, majalah dan terbitan khusus.
  5. Pendirian rumah sakit, tempat-tempat hiburan dan pondokan anak yatim.
  6. Bantuan kemanusian dan hadiah, utamanya ketika terjadi bencana alam dan krisis ekonomi.
  7. Gerakan politik.
Untuk mengenal program Kristenisasi di Indonesia, yang pertama dilakukan adalah mengenal lembaga Kristenisasi yang memiliki peranan utama dalam memperluas cakupan missinya di Indonesia. Doulus World Mission Indonesia[13] adalah sebuah lembaga yang berusaha memperluas cakupan penganut Kristen kepada lebih dari 125 kelompok mayarakat terbelakang di pedalaman.
Berangkat dari program ini, Doulus berusaha mendirikan sekolah tinggi bernama Sekolah Tinggi Teologi Doulus yang dijadikan sebagai sarana untuk menyiapkan sebanyak 2.500 missionaris Kristen. Berdasarkan pada program yang direncanakan, Doulus berharap dapat menyelesaikan missi ini pada tahun 2000 M.[14] Tetapi pada kenyataannya, masyarakat Indonesia makin terlihat bersemangat mepelajari Islam, terutama pasca jatuhnya soeharto dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998. Berdasarkan penelitian lembaga ini, di Indonesia terdapat lebih dari 250 suku terasing yang belum tersentuh oleh Kasih Yesus dan nilai-nilai Kristen. Karena itulah, lembaga ini menyiapkan program khusus bagi masing-masing suku terasing tersebut, di antaranya :
  • Proyek Yeriko 2000 untuk Jawa Barat.
  • Proyek Karapan 2000 untuk Madura dan Jawa Timur secara umum.
  • Proyek andalas 2000 untuk Sumatra Utara.
  • Proyek Mandau 2000 untuk Kalimantan.
  • Proyek Baju Bungku 2000 untuk Sulawesi Tenggara.
  • Proyek Cenderawasih 2000 untuk Irian Jaya.
  • Proyek Sriwijaya 2000 untuk Riau, Sumatra.
METODOLOGI KRISTENISASI DI INDONESIA
Beragam cara yang dilakukan oleh missionaris dalam rangka menarik hati pemeluk Islam di Indonesia. Di antara metode yang digunakan dalam missi ini berdasarkan sejumlah penelusuran adalah :
1. Membagun Gereja di Lingkungan Muslim.
Langkah ini merupakan cara lama yang masih dipraktekkan oleh missonaris untuk proyekKristenisasi di Indonesia. Hanya saja resistensi yang ditampakkan oleh warga sekitar terhadap proyek pendirian Gereja menjadi masalah setiap kali hal ini dilakukan. Salah satu contoh adalah proyek pendirian Gereja terbesar di Asia Tenggara yang direncanakan oleh Jems Riyadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Gereja ini dinamakan Gereja Pembaharuan Injil. Setelah bangunan Gereja mulai tampak, kelompok Muslim di Kemayoran mengadakan pertemuan khusus dan menyapakati beberapa langkah untuk menyetop pembangunan Gereja. Salah satunya adalah mengirim surat kepada Gubernur sebanyak tiga kali, tetapi hal tersebut tidak mendapatkan respon dari pemerintah setempat.
Melihat sikap warga yang menolak proyek, pihak Kristen berusaha mendekati warga dengan membagikan alat perlengkapan shalat dan hewan kurban ketika tiba hari Idul Adha serta kunjungan ke beberapa pesantren. Hanya saja warga merasakan bahwa itu merupakan bentuk sogokan agar mereka tidak menolak kehadiran Gereja, sehingga cara ini tidaklah berhasil menghadang langkah warga untuk menolak pembangunan Gereja tersebut.[15] Hal serupa juga terjadi di Depok, Jawa Barat ketika Gereja Sallom berhasil didirikan. Panitia berusaha mendatangkan jamaah dari da’erah lain untuk mengadakan acara di Gereja Sallom. Setiap minggu berbagai kegiatan ramai di adakan di Gereja sehingga beberapa warga sekitar mulai tertarik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Keberadaan Gereja pun lambat laun mulai menimbulkan sikap antipati warga sehingga mereka melakukan sikap yang tidak baik terhadap Gereja tersebut di kemudian hari.[16]
2. Menciderai Kehormatan Wanita Muslimah.
Metode ini merupkan cara terbaru yang dilakukan oleh pihak missionaris di Indonesia. Pada awalanya cara ini ditujukan kepada putri-putri dari tokoh-tokoh keagamaan yang disegani oleh masyarakat. Sebagai contoh, seorang da’i bernama H Kasep dinodai kehormatan putrinya oleh salah seorang missionaris yang mengaku telah beragama Islam. Sehingga pada akhirnya sang gadis bunuh diri karena tidak bisa menaggung rasa malu akibat kejadian tersebut. Kejadian berwal dari tahun 1420 H ketika seorang pemuda sering bertandan ke rumah sang gadis. Sejak itu kebersamaan keduanya makin terlihat mesra. Sang gadis beserta ayahnya tidak mengetahui kalau sang pemuda adalah seorang Kristen. Satu hari sang ayah menawarkan kepada pemuda tersebut agar hubungan dengan putrinya diresmikan melalui pernikahan. Tetapi sang pemuda mengajukan syarat agar acara pernikahan dilakukan di Gereja. Sejak saat itulah sang gadis kecewa dan hanya mengurung diri di kamar, hingga suatu ketika ia ditemukan meningal di ruang kamarnya dengan sebotol racun serangga.[17]
Di tempat lain, seorang missionaris mengaku telah menjadi Muslim lalu mempersunting seorang gadis Muslimah yang berjilbab. Pada malam pertama perkawinannya, ia menugaskan salah seorang sahabatnya untuk mengambil gambar hubungan suami istri yang dilakukan pada malam itu. Setelah usia perkawinan berjalan beberapa bulan, sang suami meminta istrinya memilih antara masuk Kristen atau foto-foto hasil hubungannya pada malam pertama tersebut disebarkan ke halayak ramai. Sang istri pun tidak memiliki pilihan lain kecuali masuk Kristen demi menjaga kehormatannya.[18]
Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta Timur. Seorang missionaris menikahi seorang gadis yang bernama Fatma. Setelah keduanya mendapatkan dua momongan, sang missionaris membuka kedoknya dan memaksa istrinya untuk memeluk agama Kristen. Setelah beberapa hari kejadian tersebut berlalu, sang missionaris ketahuan kedoknya. Ia ternyata salah satu alumni dari sekolah tinggi teologi yang berpusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.[19]
3. Menyebarkan Narkoba.
Penyebaran narkoba merupakan cara baru yang ditampilkan missionaris dalam menjaring pengikut baru. Cara ini mulai ditemukan hampir bersamaan dengan cara sebelumnya, menodai kehormatan Muslimah.  Cara ini terbilang ampuh, karena pengguna narkoba memiliki tingkat ketergantungan yang sangat besar terhadap obat-obatan yang mereka komsumsi dan berefek pada pelemahan jiwa. Sehingga pengguna dipastikan tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan orang lain. Efek ini manarik perhatian missonaris sehingga secara tidak langsung, mereka mensuplai narkotika ke tempat nongkrong para pemuda pengangguran.
Jika di masyarakat mulai muncul orang-orang yang memiliki tingkat ketergantungan obat yang tinggi, tempat-tempat rehabilitasi narkoba pun didirikan dengan berupaya menyusupkan nilai-nilai Kristen selama proses penyembuhan berlangsung. Setelah kesembuhan pasien, banyak di antara mereka yang telah menjadi pengikut Kristen. Hal demikian ditemukan oleh Harian Republika di Bandung, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Teologi Doulus berusaha melakukan missi dengan penyebaran narkotika kepada siswa yang berumur antara 15 hingga 18 tahun. Ketika terjadi ketergantunga obat, pusat-pusat rehabilitasi mental pengguna narkoba didirikan sekaligus menawarkan agama Kristen kepada para pasien.[20]
Demikan pula dengan peristiwa yang dialami oleh salah seorang siswa sekolah Muhammadiyah di Semarang.  Pada awalnya ia disuguhi narkoba oleh salah seorang oknum sehingga ia menjadi pengguna. Setelah keadaannya demikian, ia diobati di salah satu rumah sakit Kristen. Beberapa hari kemudian tampilan sang siswa mulai berubah dari sebelumnya sering memakai baju koko, dengan tampilan yang lebih gaul dan dengan tanda salib di lehernya.[21]
Bersambung…………
[1] Pdt. Ioanes Rakhmat, Perlu wawasan misiologi baru dalam Kristen, “http://Islamlib.com/id/artikel/ perlu-wawasan-misiologis-baru-dalam-Kristen” diakseses pada hari Rabu, 5 Agustus 2009, jam 09.20.
[2] Al-Juhani, Mani’, al-Mausah al-Muyassarah fi al-Adyan wa al-Mazahib al-Muashirah, (KSA : Dar al-Nadwah al-Alamiyah), Vol.2, cet.3, hal.102
[3] Adian Husaini, tantangan Pemikiran Islam Kontemporer, dalam Adian Husaini (Ed) “Foundation Of Islamic Economics”, th.2008.
[4] Musthofa Kholidi dan Umar Farrukh, al-Tabsyir dan al-Isti’mar fi al-Bilad al-Arabiyah, (Baerut : Maktabah al-Ashriyah), Cet.3, tth, hal.77
[5] Musthofa Kholidi dan Umar Farrukh, al-Tabsyir dan al-Isti’mar fi al-Bilad al-Arabiyah, (Baerut : Maktabah al-Ashriyah), Cet.3, tth, hal.15
[6] Mahmud, Abdul Halim, al-Gazwu al-Fikri wa al-Tayyaraat al-Muadiyah li al-Islam, (KSA : Matba’ah Jamiah al-Imam Muhammad Ibn Saud al-Islamiyah), tth, hal.87
[7] Hakim, Lukman, Ketegangan Yang Tak Pernah Reda (Pengantar Penyunting), dalam Fakta dan Data Usaha-Usaha Kristenisasi di Indonesia, ( Jakarta : Majalah Media Da’wah), cet.2, th.1991, hal.13
[9] Abdul Wahid Muhammad Samari dan Zainal Abidin Syuja’I, al-Tanshir : Asalibuhu wa Madarisuh wa Muassasatuh wa Sabilu al-Tashaddiy lahu, Makalah yang disampaikan Oleh para da’I utusan atase Agama Kerajaan Saudi di Indonesia.
[10] Alwi Shihab, Membendung Arus : Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Pnetrasi Misi Kristen di Indonesia, (Bandung : Mizan), th.1998, hal.202
[11] M Natsir, Islam dan Kristen di Indonesia, ( Jakarta : Media Da’wah ), tth.
[12] Husain, Hasan Abullah, al-Gazwu al-Tsaqafi al-Ajnabi li al-Ummah al-Arabiyah : Madihi wa Hadhirihi, (Mesir : Idarah al-Baramij al-Arabiyah wa al-Maktabat), th.1409 H., hal.
[13] Lembaga ini pertama kali didirikan pada tanggal 1 Februari tahun 1985 di jalan Imam Bonjol no 18 Jakarta Pusat. Ide pembentukan lembaga ini berawal dari perkumpulan mashasiwa Kristen yang bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi di antara mereka. Lalu pada tahu 1980 organisasi ini dikenal dengan istilah perkumpulan imam bonjol 18. Aktifitasnya mulai diperluas hingga mencakup mahasiswa Univeritas Indonesia, Universitas Tri Sakti dan Universitas Jayabaya serta beberapa univeritas lainnya. Karena mulai dikenal banyak di kalangan mahasiswa, lembaga ini kemudian dinamai Lembaga Doulus. Setelah berbentuk lembaga, perkembagannya sangat cepat dengan terbentuknya cabang-cabang di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri mulai terdapat cabangnya seperti di Belanda, Amerika dan Jerman. (Tim FAKTA “Forum antisipasi kegiatan pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002
[14] Adian Husaini, Gereja-Gereja Dibakar : Membedah Akar Konflik diIndosesia, ( Jakarta icon biggrin Misi Kristen Di Indonesia, Bentuk dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan di Indonesia ea Press ), tth.
[15] Majalah Sabili, Vol.23, tahun ke-7, th.1421 Hijriah.
[16] Tim FAKTA “Forum antisipasi kegiatan pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.
[17] Majalah Sabili, Vol.25, tahun ke-6 th.1421 H.
[18] Tim FAKTA “Forum antisipasi kegiatan pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.
[19] Tim FAKTA “Forum antisipasi kegiatan pemurtadan”, Senjata Menghadapi Pemurtadan Berkedok Islam, (Jakarta : Penerbit al-Kautsar), Cet.2, th.2002.
[20] Harian Republika, tanggal 10 dan 12 April 1999.
[21] Majalah Sabili, vol.25, tahun ke-6, tanggal 20 shafar 1421 H.

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 nove,1,4 november,52,aa gym,19,aadc2,1,Abdul Chair Ramadhan,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,15,Adab,8,ade armando,22,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,459,ahok djarot,3,ahok illuminati,1,ahokers,5,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al washiliyah,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,alfian tanjung,2,ali bin abi thalib,1,ali jaber,6,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,alwi shihab,1,am fatwa,2,amerika,12,amien rais,12,amir faishol fath,1,amir hamzah,1,an najah,12,anis baswedan,2,anis dan sandiaga,1,anton medan,3,anton tabah,1,antv,3,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,6,archandra,3,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,4,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,atmiwiloto,1,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,13,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,2,banyuwangi,1,barcelona,1,bareskrim,3,bashar asad,5,bawaslu,1,bbc,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,7,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,8,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,4,bukit duri,4,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,7,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,3,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,9,car free day,1,cba,2,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,39,cholil nafis,1,cholil ridwan,2,cilacap,1,cina,12,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,2,darul hijrah,1,dasrul,12,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,ddi,2,debat bahasa arab internasional mesir,1,dede,1,demo tolak ahok,74,demonstrasi,5,densus 88,4,depok,1,detik,3,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,dina y sulaeman,2,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,3,dr miftah el banjari,1,dr tiar,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,4,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dream,1,dzan farid,1,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,event,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,8,fahira idris,2,fahri hamzah,6,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,16,ferdinand hutahean,1,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,18,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,8,gatot nurmantyo,3,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,4,Gilbert Lumoindong,1,globaltv,1,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,4,gresik,1,gubernur ntb,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,2,habib rizieq,23,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,9,headline,90,hidayat nur wahid,3,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,14,hollywood,1,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,4,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,ikhsan modjo,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,2,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,6,indonesia,721,indramayu,1,inews,1,info kajian,1,inggris,2,insan mokoginta,1,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,205,ipb,1,ipw,1,irak,2,iran,6,irena handono,3,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,15,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,25,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jas,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,3,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,10,jilbab,5,jk,14,jokowi,149,jokowi dan ahok,9,jonru,4,jpnn,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalbar,1,kalimantan,6,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,3,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,2,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,4,kh. abdur rasyid,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,6,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,2,kompas,11,kompastv,3,komunis,19,koneksi,1,kopi jessica,3,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,5,kpu,1,kristen,14,kristenisasi,12,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,3,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,20,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,6,luhut,1,lukman hakim,1,luthfi bashori,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,5,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,4,maluku,2,manado,3,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,marzukie alie,1,masjid nabawi,2,mataram,1,medan,1,media mainstream,23,megawati,13,menag,7,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,5,mesir,4,metrotv,19,minahasa,1,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,2,mpr,1,ms kaban,1,muallaf,27,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,24,muharram,1,muhasabah,71,mui,34,mukidi,1,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,5,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,17,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,7,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,4,nu,16,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,56,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,4,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,2,pakistan,1,palestina,44,palu,1,pamekasan,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangeran harry,1,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,2,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,3,pendeta vatikan,1,pendidikan,15,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,penyerangan polisi tangerang,1,perda islam,2,pers,1,persis,1,pesantren,1,petisi,1,pilkada dki jakarta,5,pki,100,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,7,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,poso,1,pp muhammadiyah,2,ppp,3,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,psq,1,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pushami,1,pwnu,3,qishash,2,quraish shihab,1,rachmawati,4,rawajati,1,rcti,1,reklamasi,4,retorika dakwah,26,revenuehits,2,Rezim Penguasa,1,riau,3,ridwan kamil,4,rifkoh abriani,1,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,2,robithoh alam islami,1,rohingya,15,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,6,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,17,sains,1,salafy indonesia,4,salib mampang,3,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,2,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,10,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,Slank,1,sma,1,soekarno,1,solo,4,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,subang,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sulteng,1,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,36,surya prabowo,1,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,11,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,197,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tangerang,1,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,19,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,17,tempelate blog,6,tempo,3,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,4,terorisme medan,7,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,14,thailand,3,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,5,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,7,tni au keroyok jamaah masjid,10,trans7,1,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,2,uika bogor,1,uim,2,uin,1,ulil,7,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,2,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,4,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,50,vietnam,1,wacana,15,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,38,wtc,3,yahudi,11,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,7,yordania,1,yusril,2,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,3,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,zulkifli hasan,1,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Misi Kristen Di Indonesia, Bentuk Dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Di Indonesia
Misi Kristen Di Indonesia, Bentuk Dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Di Indonesia
http://baitul-maqdis.com/wp-content/uploads/2013/06/kristenisasi-di-Indonesia-220x184.jpg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2013/06/misi-kristen-di-indonesia-bentuk-dan.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2013/06/misi-kristen-di-indonesia-bentuk-dan.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy