MERAIH HUSNUL KHATIMAH

MERAIH HUSNUL KHATIMAH Husnul Khatimah : Menetapinya seorang hamba sebelum matinya karena menghindari kemarahan Allah Ta'ala. Taubat dar...

MERAIH HUSNUL KHATIMAH
Husnul Khatimah : Menetapinya seorang hamba sebelum matinya karena menghindari kemarahan Allah Ta'ala. Taubat dari dosa dan maksiat, mengamalkan ketaatan dan perbuatan baik, kemudian setelah itu matinya dalam keadaan baik.[1]
Ia adalah akhir kehidupan yang baik, yaitu suatu akhir kehidupan yang selalu diharapkan manusia sebelum menghadap Allah SWT. Manusia yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah menunjukkan sebagai cermin akan memperoleh kebahagiaan di alam akhirat.[2]
Sesungguhnya Allah sudah mengingatkan seluruh kaum mukminin di dalam kitab-Nya akan pentingnya husnul khatimah. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Ali Imran : 102)
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal)." (Al Hijr : 99)
Maka perintah untuk bertaqwa dan beribadah berlaku terus sampai mati agar meraih husnul khatimah. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menerangkan bahwa ada sebagian manusia melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan dalam usianya yang panjang, namun sesaat sebelum kematiannya dia melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat yang menyebabkan umurnya diakhiri dengan su'ul khatimah, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Dalam hadits lain Rasulullah n bersabda :
"Janganlah seseorang di antara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah." HR. Muslim.[3]
PEDIHNYA MATI.
Rasulullah menyebutkan sakitnya mati dan pedihnya bersabda, "Rasanya sekitar tiga ratus sabetan pedang."
Ali bin Abi Thalib berkata, "Demi Dzat yang jiwaku di TanganNya, sungguh sabetan seribu pedang adalah lebih ringan daripada seorang yang mati di atas tempat tidurnya." Dan masih banyak ungkapan yang semisal dengannya.
Berbeda dengan orang yang mati di medan perang. Kematian mereka hanya terasa seperti dicubit dan mereka tidak disiksa di dalam kubur mereka. Rasulullah n bersabda :
"orang yang mati syahid tiada merasakan sentuhan kematian melainkan hanya seperti salah seorang di antara kalian merasakan dicubit." HR. At Tirmidzi, An Nasa'I, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban.[4]
Ada riwayat dari Ziyad An Numairi berkata :
"Aku membaca sebagian dari kitab bahwa kematian lebih keras atas seluruh makhluk."[5]
TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH.
Pembuat syari'at yang Maha Bijaksana telah memberikan tanda-tanda yang jelas yang menunjukkan husnul khatimah (akhir yang baik) sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala dengan limpahan karunia dan anugerah-Nya. Siapa pun orang yang meninggal dunia dengan memperlihatkan salah satu dari tanda-tanda tersebut maka kabar gembira baginya.
Tanda—tanda orang yang mendapatkan kabar gembira itu (husnul khatimah) :
Pertama : Mengucapkan syahadat pada saat meninggal dunia.
Yang demikian di dasarkan pada beberapa hadits :
"Barangsiapa yang ucapan terakhirnya kalimat : Lailaaha illalllah maka dia masuk Surga." HR. Al Hakim dan perawi lainnya.
'Tidaklah satu jiwa meninggal dunia sedang dia bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan aku sebagai Rasul Allah. Dalam keadaan yang demikian itu dia kembali kepada hatinya yang benar-benar yakin, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya." HR. Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lainnya.
Kedua : Mengalirnya keringat di dahi.
Yang demikian didasarkan pada hadits Buraidah bin Al Hashib.
"Bahwasanya dia pernah berada di Khurasan, lalu dia menjenguk salah seorang saudaranya yang tengah sakit dan dia mendapatkannya telah meninggal dunia. Ternyata dia mendapatkannya keluar keringat di dahinya. Maka dia berkata, "Allah Maha Besar, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Kematian orang Mukmin itu ditandai dengan keringat dahi." HR. Ahmad, An Nasa'i dan lainnya.
Ketiga : Meninggal dunia pada malam jum'at atau siang hari Jum'at.
Yang demikian didasarkan pada hadits :
"Tiadalah seorang Muslim meninggal pada hari Jum'at atau malam Jum'at melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur." HR. Ahmad, Al Fasawi dan At Tirmidzi.
Keempat : Mati syahid di medan perang.
Firman Allah :
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (Ali Imran : 169-171)
Mengenai hal ini terdapat beberapa hadits di antaranya :
"Di sisi Allah orang yang mati syahid itu mempunyai enam kriteria : Diberikan ampunan di awal kucuran darahnya, dia mengetahui tempat tinggalnya di Surga, dilindungi dari adzab kubur, diberi rasa aman dari peristiwa besar, dihiasi dengan perhiasan iman dan dinikahkan dengan bidadari serta diberi kesempatan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kerabatnya." HR. At Tirmidzi dan dia menilainya shahih. Ibnu Majah dan Ahmad.
Dari seorang sahabat Nabi bahwasanya ada seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin orang-orang Mukmin itu mendapatkan fitnah di dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?" Beliau bersabda, "Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah." HR. An Nasa'i dengan sanad shahih.
Kelima : Mati ketika dalam berperang di jalan Allah.
Dalam hal ini di dasari pada hadits :
"Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid di antara kalian?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dia mati syahid." Beliau bersabda, " Sesungguhnya jika demikian itu, maka hanya sedikit sekali para syuhada' di antara umatku." Mereka berkata, "Jika demikian lalu siapakah meraka itu, wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab, "Barangsiapa terbunuh di jalan Allah, maka dia itu mati syahid. Barangsiapa meninggal dunia di jalan Allah maka dia adalah mati syahid. Dan barangsiapa meninggal dunia karena sakit tha'un (penyakit pes) maka dia itu mati syahid. Dan barangsiapa meninggal dunia karena sakit perut, maka dia itu mati syahid. Dan orang yang tenggelam pun juga mati syahid." HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah.
Keenam : Mati karena terserang penyakit Tha'un.
Mengenai hal ini terdapat beberapa hadits :
Dari Hafshah binti Sirin dia bercerita, "Anas bin Malik pernah berkata kepadaku, "Disebabkan oleh apa Yahya bin Abi Amrah meninggal dunia?" kukatakan : "Disebabkan oleh penyakit tha'un." Maka dia berkata, Rasulullah n bersabda, "Penyakit tha'un sebagai penyebab kematian syahid bagi setiap Muslim.
Dari 'Aisyah bahwasanya dia pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai penyakit tha'un, maka Nabi n memberitahukan, "Sesungguhnya ia merupakan adzab yang dikirimkan Allah kepada siapa yang dikehendakiNya, lalu Dia menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang Mukmin. Tidaklah seorang hamba terserang penakit tha'un, lalu dia tetap tinggal di negerinya dengan penuh kesabaran seraya mengetahui bahwa dia tidak akan terjangkit penyakit tha'un itu melainkan telah ditetapkan oleh Allah baginya, melainkan bagiya pahala seperti pahala orang yang mati syahid." HR. Bukhari dan Al Baihaqi dan Ahmad.
Ketujuh : Mati yang disebabkan oleh sakit perut.
Mengenai hal ini ada dua hadits :
"… Dan barangsiapa meninggal dunia karena sakit perut, maka dia mati syahid." HR. Muslim dan lainnya.
Dan dari Abdullah bin Yasar dia berkata, "Aku pernah duduk-duduk bersama Sulaiman bin Shurad dan Khalid bin Urfuthah. Lalu mereka menceritakan bahwasanya ada seseorang yang meninggal dunia. Orang itu meninggal karena sakit perut. Ternyata keduanya pun ingin menyaksikan jenazahnya, maka salah satu dari keduanya berkata kepada yang lainnya, "Bukankah Rasulullah n telah bersabda.
"Barangsiapa meninggal dunia karena sakit perutnya, maka dia tidak akan diadzab di dalam kuburnya"? Yang lainnya menjawab, "Benar." Dan dalam sebuah riwayat disebutkan, "Engkau benar". HR. An Nasa'i, At Tirmidzi dan dia menilainya hasan.
Kedelapan dan kesembilan : Mati karena tenggelam dan tertimpa reruntuhan.
Dua point di atas didasarkan pada sabda Rasulullah n :
"Para syuhada' itu lima kelompok : Orang yang terserang penyakit tha'un, orang yang sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan danorang yang mati syahid di jalan Allah." HR. Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah.
Kesepuluh : Seorang wanita yang meninggal dunia semasa menjalani masa nifasnya atau disebabkan oleh melahirkan.
Bahwa Rasulullah n pernah menjenguk Abdullah bin Rawahah. Dia bercerita, "Dia tidak lagi bisa beranjak dari tempata tidurnya, maka beliau bertanya, "Tahukah kalian siapakah para suhada' di kalangan umatku?" mereka menjawab, "Orang Muslim yang terbunuh sebagai syahid." Beliau bersabda, "Jika demikian, syuhada' umatku itu sangat sedikit sekali."
"Terbunuhnya seorang Muslim itu adalah syahid, orang yang terserang penyakit pun syahid dan wanita yang meninggal dunia karena anaknya dengan anaknya masih di dalam perutnya juga syahid (dimana anaknya itu menarik ibunya dengan plasentanya menuju ke Surga)." HR. Ahmad, Ad Darimi dan Ath Thayalisi dan sanadnya shahih.
Kesebelas dan keduabelas : Mati terbakar dan terkena penyakit tumor.
Mengenai hal ini terdapat hadits :
"Para syuhada' itu ada tujuh kelompok selain yang terbunuh di jalan Allah, yaitu : orang yang mati terserang penyakit tha'un adalah syahid, orang yang mati tenggelam juga syahid, orang yang terserang tumor juga syahid, orang yang sekit perut pun syahid, orang yang terbakar juga syahid dan orang yang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan pun syahid dan seorang wanita yang meninggal dunia yang sedang mengandung juga syahid." HR. Malik, Abu Dawud, An Nasa'I dan lainnya. Al Hakim berkata, "Bersanad shahih." Dan disepakati oleh Adz Dzahabi.
Ketigabelas : Mati karena terjangkit penyakit Tuberculosis (TBC).
Hal ini didasarkan pada sabda Nabi n :
"Terbunuh di jalan Allah adalah syahid, wanita yang mati semasa nifas juga syahid, orang yang mati terbakar pun syahid, orang yang mati tenggelam juga syahid, orang yang mati karena penyakit TBC juga syahid dan orang yang meninggal karena sakit perut juga syahid." HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath dari Sulaiman yang di dalamnya terdapat Mandal bin Ali yang mengenai dirinya masih terdapat komentar cukup banyak dan dia juga tsiqah. Al Albani mengatakan, "Hadits ini diperkuat oleh hadits Rasyid bin Hubaisy.
Keempatbelas : Mati karena mempertahankan harta yang akan dirampas.
"Barangsiapa meninggal dunia karena mempertahankan hartanya (dalam sebuah riwayat : "Barang siapa yang hartanya diambil dengan jalan tidak benar lalu dia menyerang dan kemudian terbunuh) maka dia syahid. HR. Bukhari, Muslim dan lainnya.
Dari Abu Hurairah dia bercerita, "Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah seraya berkata, "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang datang dan ingin mengambil hartaku?" Beliau n menjawab, "Jangan engkau memberinya." "Bagaimana menurutmu jika dia menyerangku?" tanyanya. Beliau menjawab, "Serang balik dia!" lebih lanjut dia bertanya, "Dan bagaimana menurutmu jika dia membunuhku?" Maka beliau menjawab, "Berarti kamu syahid." Dia bertanya lagi, "Bagaimana menurut pendapatmu jika aku membunuhnya?" Beliau menjawab, "Orang itu akan masuk Neraka." HR. Muslim, An Nasa'i dan Ahmad.
Kelimabelas dan keenambelas : Mati dalam mempertahankan agama dan jiwa raga.
Mengenai hal ini terdapat dua hadits :
"Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid. Dan barangsiapa terbunuh karena mempertahankan keluarganya maka dia syahid. Dan barangsiapa terbunuh karena mempertahankan agamanya maka dia syahid. Dan barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darahnya maka dia syahid." HR. Abu Dawud, An Nasa'I, dan At Tirmidzi dan dia menilai hadits ini shahih.
"Barangsiapa terbunuh karena menuntut atas kedzaliman yang dilakukan kepadanya maka dia mati syahid." HR. An Nasa'i dan Ahmad.
Ketujuhbelas :Mati karena berjaga di tapal batas (ribath) di jalan Allah.
Mengenai hal ini terdapat hadits :
"Berjaga di tapal batas satu hari satu malam lebih baik daripada puasa satu bulan dengan qiyamullailnya. Jika dia meninggal dunia, maka (pahala) amal yang pernah dikerjakannya itu akan terus mengalir kepadanya, rizkinya pun akan terus mengalir dan dia akan dilindungi dari fitnah." HR. Muslim, An Nasa'I, At Tirmidzi dan lainnya.
"Setiap orang yang mati akan disudahi amalnya kecuali yang mati dalam keadaan berjaga di tapal batas di jalan Allah, dimana amalnya akan terus dikembangkan sampai hari Kiamat kelak dan dia akan dilindungi dari fitnah kubur." HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan dia menilai hadits ini shahih dan rawi lainnya.
Kedelapanbelas : Mati dalam keadaan berbuat amal shalih.
Yang demikian didasarkan pada hadits :
"Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dalam rangka mencari keridhaan Allah maka hidupnya diakhiri dengan kalimat itu dan dia akan masuk Surga. Dan barangsiapa berpuasa satu hari karena mencari keridhaan Allah, maka ia dijadikan sebagai penutupnya bagi hidupnya, dia akan masuk Surga. Dan barangsiapa menyedekahkan suatu sedekahan karena mencari keridhaan Allah, maka sedekah itu dijadikan sebagai penutup hidupnya, dia akan masuk Surga." HR. Ahmad dari Hudzaifah.[6]
Meninggal dalam ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Seperti meninggal dalam keadaan shalat, puasa, haji, berjihad atau berdakwah kepada Allah.
"Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Dia akan mengendalikannya." Dikatakan, "Bagaimana mengendalikannya?" Beliau bersabda, "Dia akan selalu beramal shalih sebelum matinya." HR. At Tirmidzi dan Al Hakim.
Kesembilanbelas : Seluruh kaum Muslimin memujinya dengan kebaikan.
Hadits dari Anas berkata, "Ketika lewat jenazah di depan orang-orang dan mereka memujinya dengan kebaikannya maka Rasulullah n bersabda, "Pasti." Kemudian lewat jenazah lainnya dan mereka membicarakan keburukannya maka Rasulullah n bersabda, "Pasti." Maka Umar bin Khaththab bertanya, "Apa yang dimaksud dengan pasti?" Beliau n bersabda, "Barangsiapa yang engkau berikan pujian kebaikan maka wajib baginya Surga. Dan barangsiapa yang engkau sebut keburukannya maka wajib baginya Neraka. Sedang kalian sebagai saksi Allah di muka bumi, Sedang kalian sebagai saksi Allah di muka bumi, Sedang kalian sebagai saksi Allah di muka bumi. Muttafaq 'alaihi.
Keduapuluh : Sebagian tanda-tanda yang dilihat sewaktu meninggalnya.
a.       Tersenyum di wajahnya.
b.      Mengangkat jari telunjuk.
c.       Bau harum, bersinar pada wajahnya dan bahagia dengan kabar baik yang disampaikan oleh Malaikat yang terpancar di wajahnya.[7]
d.      SEBAB MENDAPATKAN HUSNUL KHATIMAH.
Yang paling penting adalah seorang selalu menetapkan dirinya pada ketaatan kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya. Asas dari itu semua adalah merealisasikan Tauhid, menghindari perbuatan-perbuatan yang diharamkan, bersegera bertaubat dari perbuatan dosa yang mengotorinya, dan yang lebih besar adalah syirik baik besar maupun kecil. Firman Allah :
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar." (AnNisaa' : 48)
Sebab lain adalah hendaknya seorang manusia berdo'a kepada Allah agar dimatikan dalam keadaan iman dan taqwa.
Sebab lain adalah hendaknya seorang muslin beramal dengan sungguh-sungguh dan kesungguhannya dalam memperbaiki yang nampak dan tersembunyi.[8]
Sepatutnya bagi seorang muslim untuk senantiasa mempersiapkan untuk menghadapi kematian yang datang dengan tiba-tiba, malam atau siang hari dan dalam keadaan tidur maupun terjaga. Oleh karena itu seorang muslim harus mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dengan perkara-perkara sebagai berikut :
Pertama : Senantiasa beriman dengan kalimat Tauhid dan mengamalkan tuntutannya.
Kedua : Senantiasa menjaga shalat lima waktu secara berjamaah, diiringi dengan sunah rawatib, nawafil, qiyamullail, menjaga witir dan menjaga sunah-sunah yang lain.
Ketiga : Senantiasa membaca Kitabullah, mentadaburi dan mengamalkan isinya. Menjaga dalam membacanya pada malam dan siang hari serta mengkhatamkan sekali atau dua kali dalam sebulan.
Keempat : Membaca perjalanan Rasulullah dan mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangnya.
Kelima : Senantiasa bermajelis bersama orang-orang shalih dan mengambil manfaat darinya untuk memperbaiki agama dan dunianya sesuai yang telah disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah.
Keenam : Bersemangat mendatangi majelis-majelis dzikir dan senantiasa mencarinya.
Ketujuh : Selalu menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar.
Kedelapan : Berinfaq di jalan Allah pada semua jalan kebaikan bagi siapa yang diberikan harta oleh Allah. Jika tidak memiliki harta, maka baginya sedekah dengan anggota badannya, karena setiap kalimat thayibah sedekah, senyum pada saudaranya adalah sedekah dan lainnya.[9]
Perlu di ketahui bahwa sesuatu yang nampak dari tanda-tanda ini atau yang terjadi pada mayit, tidak bisa dipastikan bahwa pelakunya adalah penghuni Surga, akan tetapi ia mendapatkan kabar gembira dengan itu. Sebagaimana jika tidak terjadi sesuatu pada si mayit, tidak menjadi hukum baginya karena ia bukan termasuk orang shalih atau yang semisalnya, semua itu adalah masalah ghaib, tetapi diharapkan bagi orang yang baik dan ditakutkan dari orang berdosa.[10]


[1] Husnul Khatimah wa su'uha, Khalid bin Abdurrahman Asy Syayi', hlm. 5.
[2] Kamus istilah agama Islam, N.A Baiquni dkk, hlm. 166.
[3] Husnul khatimah wasailuha wa alamatuha (terjemah), Dr. Abdullah Muhammad Al Mutlaq, hlm. 8.
[4] Al Jihad Sabiluna, Abdul Baqi Ramdhun (terjemah), hlm. 255.
[5] Syarhussudur, Imam As Suyuthi, hlm. 35.
[6] Ahkamul Janaaiz wa bid'uha, Syaikh Nashiruddin Al Albani, hlm. 35-43.
[7] Al Wijazah fi Tajhizil Janazah, Abdurrahman bin Abdullah Al Ghaits, hlm. 48.
[8] Husnul Khatimah wa su'uha, Khalid bin Abdurrahman Asy Syayi', hlm.10. Juga disebutkan di Husnul khatimah wasailuha wa alamatuha (terjemah), Dr. Abdullah Muhammad Al Mutlaq, hlm. 34.
[9] Al Wijazah fi Tajhizil Janazah, Abdurrahman bin Abdullah Al Ghaits, hlm. 40.
[10] Husnul Khatimah wa su'uha, Khalid bin Abdurrahman Asy Syayi', hlm.10.

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: MERAIH HUSNUL KHATIMAH
MERAIH HUSNUL KHATIMAH
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2013/05/meraih-husnul-khatimah.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2013/05/meraih-husnul-khatimah.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy