Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 37 – 42

Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 37 – 42. Oleh : Handaris Sholihin Matan ke 37 – 42. وَلَا يَصِحُّ الْإِيمَانُ بِالرُّؤْيَةِ لِأَهْلِ دَارِ ال...

Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 37 – 42.
Oleh : Handaris Sholihin


Matan ke 37 – 42.

وَلَا يَصِحُّ الْإِيمَانُ بِالرُّؤْيَةِ لِأَهْلِ دَارِ السَّلَامِ لمن اعتبرها مِنْهُمْ بِوَهْمٍ  أَوْ تَأَوَّلَهَا بِفَهْمٍ إِذْ كَانَ تَأْوِيلُ الرُّؤْيَةِ وَتَأْوِيلُ كُلِّ مَعْنًى يُضَافُ إِلَى الربوبية بترك التَّأْوِيلِ وَلُزُومَ التَّسْلِيمِ وَعَلَيْهِ دِينُ الْمُسْلِمِينَ. وَمَنْ لَمْ يَتَوَقَّ النَّفْيَ وَالتَّشْبِيهَ زَلَّ وَلَمْ يُصِبِ التنزيه. فَإِنَّ رَبَّنَا جَلَّ وَعَلَا مَوْصُوفٌ بِصِفَاتِ الْوَحْدَانِيَّةِ مَنْعُوتٌ بِنُعُوتِ الْفَرْدَانِيَّةِ لَيْسَ فِي مَعْنَاهُ أَحَدٌ من البرية
37. Tidak sah keimanan seseorang yang mengimani bahwa penghuni jannah akan memandang Rabb mereka, yang semata-mata ditegakkan di atas prasangka (keragu-raguan) menganggapnya sebagai ‘praduga’. Misalnya dengan penggambaran bahwa Allah akan dilihat dengan keadaan demikian-demikian.Atau takwil dengan pemikirannya. Yaitu mentakwilkan (ayat atau hadits tentang hal tersebut) sehingga menyimpang dari arti tekstualnya dan bertentangan dengan pemahaman orang Arab. Karena penafsiran ‘penglihatan’ itu, dan juga penafsiran segala pengertian yang disandarkan kepada Rabb, haruslah tanpa mentakwilkannya dan dengan kepasrahan diri. Itulah sandaran dien/keyakinan kaum muslimin. Barangsiapa yang tidak menghindari penafian Asma’ dan shifat Allah atau menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya, dia akan tergelincir dan tak akan benar dalam mensucikan Allah. Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tersifati dengan sifat Wahdaniyah (Maha Tunggal), tersifati dengan sifat Fardaniyah (ke-Maha Esa-an). Tak seorangpun dari hamba-Nya yang menyamai sifat-sifat tersebut.

Darus Salam adalah surga. Salah satu nama surga yang Allah ciptakan bagi hambaNya yang ta’at. Hadits-hadits tentang melihat Allah telah mencapai derajat mutawatir. Sekitar tiga puluh sahabat yang meriwayatkannya. Melihat Allah disamakan dengan melihat matahari dan bulan, bukan berarti menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Yang disamakan "melihat-Nya" bukan objek. Dalam hadits, Rasul menyebutkan bahwa tak seorang pun bisa melihat Allah selama ia hidup di dunia ini. Memahami melihat Allah, difahami menurut kehendak dan ilmu Allah. Kita tidak boleh mentakwilkannya.
Menetapkan sifat dapat dilihat sebagaimana disebutkan dalam Al Qur`an dan As Sunnah adalah benar. Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya adalah menyimpang. Karena berlebih-lebihan dalam menetapkan sifat Allah.
Sebagaimana FirmanNya : QS Al – Qiyamah 22-23
Dalam masalah ini ( hal ghoib) Akidah Ahlu Sunnah menyakini akan kebenaran yang datang dari RasulNya melalui riwayat – riwayat yang shahih ( benar), menetapkan serta tidak menyerupakan dengan makhlukNya bahkan menafikan. Tidak seperti golongan al Mu’athilah yang mengingkari akan melihat Allah pada hari kiamat nanti.
    Allah tidak ada yang serupa bagiNya, tidak ada yang semisal denganNya dan tidak ada yang sebanding denganNya.
   
38 – وَتَعَالَى عَنِ الْحُدُودِ وَالْغَايَاتِ وَالْأَرْكَانِ وَالْأَعْضَاءِ وَالْأَدَوَاتِ لا تحويه الجهات الست كسائر المبتدعات

38. Maha suci diri-Nya dari batas-batas dan dimensi makhluk atau bagian dari makhluk, anggota tubuh dan perangkat-Nya. Dia tidak terkungkungi oleh enam penjuru arah yang mengungkungi makhluk ciptaan-Nya.
Syaikh Muhammad bin Mani berkata, "Dia hendak membantah golongan musyabbihah. Tetapi pernyataannya terlalu umum dan samar. Seharusnya membantah mereka dengan nash-nash dan Al Hadits lebih tepat dan utama.
Jadi Allah berada tinggi jauh di atas mekhluk-Nya, bersemayam di atas 'Asry, terpisah dari makhluk-Nya. Setiap malam turun ke langit dunia dan pada hari kiamat akan mendatangi manusia. Semuanya tidak boleh ditakwilkan.
Didalam matan ini Imam at – Tahawi memberikan penjelasan yang sangat umum, maka adas sebagian ulama yang mengomentarinya karna jika salah dalam memahaminya maka akan terjerumus dalam penyelewengan. Seperti ungkapan “ batasan – batasan” ini sangat umum. Jika yang dimaksud adalah batasan – batasan yang makhluk, maka Allah memang Maha Suci ( tidak dibatasi) oleh batas – batas tersebut dan Maha Suci bertempat pada makhluk – makhlukNya. Namun jika yang dimaksud adalah batasan – batasan yang bukan makhluk, yaitu arah atas, maka ini tetap bagi Allah. Maka Allah tidak boleh disucikan dari sifat al – Uluw ( bersemayam diketinggian), karna ini adalah haq. Dan ini bukan termasuk batas – batas dan arah – arah mahkluk.
    “ Tujuan – tujuan” ( al Ghayat) juga terlalu umum. Jika yang dimaksud adalah hikmah diciptakannya makhlu – makhluk, yaitu bahwasanya Allah menciptakannya untuk suatu hikmah, maka ini adalah haq. Akan tetapi seharusnya dikatakan hikmah, bukan tujuan. Allah berfirman : Adz – Dzariyat : 56
    Jika yang dimaksud dengan tujuan – tujuan adalah hajat kepada makhluk – makhluk, maka benar, ini adalah peniadaan yang shahih. Karna Allah tidak menciptakan makhluk karna hajat dan kebutuhanNya kepada makhluk tersebut. Dia Maha Kaya dan membutuhkan alam semesta.
Maka masalah “ bagian – bagian dan anggota – anggota “ ini memiliki rincian – rincian sebagai berikut :
Pertama, jika yang dimaksud dengannya menafikan ash – shifat adz-Dzatiyah dari Allah, seperti :”wajah dan dua tangan”serta lainnya maka ini adalah kebatilan.
Kedua, sedangkan yang dimaksud adalah bahwasannya Allah Mahasuci dari terserupakan dengan bagian – bagian, anggota – anggota dan perangkat – perangkat ( jasmani) manusia, maka benar, Allah Mahasuci dari penyerupaan semacam itu, karna Allah tidak terserupakan oleh seorangpun dari makhlukNya., tidak dalam DzatNya, tidak dalam namaNya, dan tidak dalam sifatNya.
    Ringkasannya : bahwa lafazh – lafazh yang dibawakan oleh Imam at – Thahawi mengandung keumuman, akan tetapi perkataanya tersebut dapat dimaknai secara haq. Karna beliau adalah di antara ulama – ulama Ahlu Sunnah, juga beliau adalah di antara ulama Hadits, sehingga tidak mungkin beliau memaksudkan makna – makna yang buruk, akan tetapi dengan sangat yakin bahwa apa yang beliau maksudkan adalah makna –makna yang shohih. Dan andai saja beliau lebih merinci masalah tersebut dan menjelaskannya ( tentu akan lebih baik) daripada menyebutkannya secara global dan umum ( seperti ini, yang dapat menimbulkan dualisme penafsiran)


39 - وَالْمِعْرَاجُ حَقٌّ وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَا وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى (ما كذب الفؤاد ما رأى) [النجم: 11] ف صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ في الآخرة والأولى

39. Mi’raj (naiknya Nabi ke Sidratul Muntaha) adalah benar adanya. Beliau telah diperjalankan dan dinaikan (ke langit) dengan tubuh kasarnya (jasmani) dalam keadaan sadar, dan juga ke tempat-tempat yang dikehendaki Allah di atas ketinggian. Allah-pun memuliakan beliau dan mewahyukan kepadanya apa yang hendak Dia wahyukan.“Tidaklah hatinya mendustakan apa yang dilihatnya.” (QS. An-Najm: 11).Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas diri beliau di dunia dan di akhirat.
    Nabi pada malam Isra` Mi'raj melihat Allah dengan mata hatinya tidak dengan mata kepalanya.

40 - وَالْحَوْضُ الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ غِيَاثًا لأمته حق

40. Haudh (telaga) Al-Kautsar yang dijadikan Allah kemuliaan baginya -dan pertolongan bagi umatnya- adalah benar adanya.
Penjelaskan hadits-hadits tentang haudh Nabi dinyatakan sebagai hadits mutawatir.

41 - وَالشَّفَاعَةُ الَّتِي ادَّخَرَهَا لَهُمْ حَقٌّ كَمَا رُوِيَ في الأخبار

41. Syafa’at yang diperuntukkan Allah bagi mereka adalah benar adanya sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits.
Syafaat berasal dari kata syafa` yang berarti genap. Menurut bahasanya safaat berarti menjadikan sesuatu yang ganjil menjadi genap seperti menggenapkan satu menjadi dua, tiga menjadi empat dan seterusnya.
     Adapun menurut istilah, syafaat adalah menjadikan seseorang sebagai perantara untuk memperoleh sebuah mashlahat atau untuk menolak suatu mafsadat.
 Dan syafaat itu sendiri terdiri dari dua jenis:
Pertama, syafaat yang telah ditetapkan dan shahih (benar). Ini adalah jenis syafaat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta`ala di dalam Al Qur-an atau ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam di dalam As Sunnah.
Syafaat itu tidak akan diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlash. Abu Hurairah radhiyallahu `anhu berkata, Wahai Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu? Beliau shallallahu `alaihi wasallam menjawab, Siapa saja yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlash dari dalam hatinya.
Syafaat jenis ini memiliki tiga syarat:
    * Ridha Allah terhadap orang yang memberi syafaat
    * Ridha Allah terhadap orang yang akan diberi syafaat
    * Izin Allah kepada orang yang memberi syafaat untuk memberikan syafaatnya.
Ketiga syarat tersebut terdapat dalam firman Allah (yang artinya):
“ Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (-Nya).”
Dan termuat secara terperinci dalam firman-Nya(yang artinya):
“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”    
“Pada hari itu tidak berguna syafaat kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya”.
“Dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah.
Dengan demikian berdasarkan ayat-ayat tersebut, ketiga syarat di atas harus dipenuhi untuk terwujudnya sebuah syafaat.
Para ulama kemudian membagi syafaat yang shahih ini menjadi dua bagian:
1. Syafaat yang bersifat umum
Yang dimaksud dengan bersifat umum adalah bahwa Allah Ta`ala memberi izin kepada siapa saja yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberi syafaat kepada orang-orang yang diizinkan oleh-Nya untuk mendapatkan syafaat. Syafaat ini dimiliki oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dan para nabi yang lain, juga (dimiliki oleh) para ash shiddiqun, para syuhada, dan orang-orang yang shalih. Dan derajat syafaat ini adalah untuk pemberian syafaat kepada orang-orang beriman yang berbuat maksiat untuk dibebaska dari siksa neraka.
2. Syafaat yang bersifat khusus
Yaitu syafaat yang hanya khusus diperuntukkan bagi Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam. Dan syafaat beliau yang terbesar adalah syafaat pada Hari Kiamat, dimana seluruh manusia diliputi dengan kesedihan dan beban berat yang tidak sanggup mereka pikul, sehingga (menyebabkan mereka) mencari orang yang dapat memberikan syafaat untuk mereka kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dari keadaan yang sangat sulit ini. Maka mereka menemui Nabi Adam kemudian Nabi Nuh, kemudian Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Musa lalu menemui Nabi Isa, namun mereka semua tidak dapat memberikan syafaat mereka. Hingga akhirnya mereka menemui Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam lalu beliau berdiri dan memberikan syafaat ini di hadapan Allah Ta`ala agar Ia berkenan membebaskan hamba-hamba-Nya dari situasi dan keadaan yang maha dasyat tersebut. Maka Allah Ta`ala kemudian mengabulkan doa beliau dan menerima syafaat beliau. Dan inilah tempat terpuji yang dijanjikan Allah Ta`ala untuk Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Allah berfirman (yang artinya):
 “Dan pada sebagian malam hari bersembayang tahajudlah kamu sekalian sebagai suatu hadiah tambahan bagi kalian, mudah-mudahan Tuhan kalian mengangkat kamu sekalian ke tempat yang terpuji”.
Kedua, Syafaat batil yang sama sekali tidak berguna bagi pemiliknya. Yaitu apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka akan memberikan syafaat untuk mereka di hadapan Allah Ta`ala. Sesungguhnya syafaat ini sama sekali tidak bermanfaat untuk mereka, sebagaimana firman Allah(yang artinya):
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.”
Hal ini karena Allah Ta`ala tidak pernah meridhai perbuatan syirik yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu. Dan tidak mungkin Allah akan memberikan izin untuk memberikan syafaat bagi mereka, karena tidak ada syafaat kecuali bagi orang-orang yang diridhai Allah.
 .
42 - وَالْمِيثَاقُ الَّذِي أَخَذَهُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْ آدَمَ وذريته حق

42. Perjanjian yang diikatkan Allah atas diri Adam dan anak cucunya (sebelum mereka dilahirkan) adalah benar adanya.
Imama Thahawi merujuk ke beberapa hadits yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya dari ulang rusuk Adam.
Hakikat Ibadah
Ibadah adalah kewajiban yang telah ditetapkan ALLAH kepada manusia, sebagai wujud ketaatan manusia sebagai makhluk kepada Sang Pencipta-nya. Yang mempunyai konsekwensi yaitu bila beribadah kepada-NYA maka akan diberi balasan berupa pahala dan bila membangkang akan diganjar dengan adzab. Ibadah inilah pula yang akan menjadi pembeda antara orang yang beriman dan yang kafir. Yang mendapat rahmat  atau adzab. Yang selamat atau yang celaka.
Oleh karena itu, Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa syarat untuk diterimanya ibadah seorang hamba ditentukan oleh dua hal, yaitu Niat yang Ikhlas, tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun dan semata-semata mengharap ridha ALLAH serta tata caranya harus sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh ALLAH di dalam Al-Qur’an dan yang diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang shahih.
Niat Ikhlas. Tidak memperskutukan segala sesuatu dalam beribadah kepada Allah. Ini merupakan kunci pertama yang harus dimiliki oleh seorang hamba dalam beribadah kepada Allah Semata-mata mengharap ridho Allah tidak boleh bercampur dengan sedikitpun dengan niat selain itu. Seperti: ingin dipuji, mengharapkan kedudukan dihati manusia.
     Allah berfirman, “DIA-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan DIA menurunkan air (hujan) dari langit, lalu DIA menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.”
“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.  
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan (terjadi) atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?”  Beliau SAW menjawab, “Riya.
“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala  berfirman pada hari dimana amalan hamba akan diberi balasan, “Pergilah kepada orang yang dahulu kalian ingin dilihat amal kalian olehnya di dunia, maka adakah kalian mendapat upah dari mereka.”         
Tapi bila kita beribadah dengan niat yang ikhlas Allah telah menyatakan, “(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-NYA kepada mereka. Dan Allah  memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-NYA tanpa batas.)
    Mengikuti Petunjuk Allah dan Rasul-NYA
Dalam beribadah selain ikhlas dalam niat, juga harus Ittiba’ (mengikuti) petunjuk Allah dan Rasul-NYA. Artinya, kita dilarang menyelisihi apa-apa yang telah ditentukan Allah dan Rasul-NYA, mengurangi atau menambahinya. Karena apa yang telah ditetapkan Allah  sebagai suatu ketetapan sifatnya sudah sempurna. Allah berfirman, “Pada hari ini telah AKU sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KU-cukupkan kepadamu nikmat-KU, dan telah KU-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
     Sebagai contoh, Allah menetapkan wajib melaksanakan Shalat Maghrib. Jumlah rakaatnya adalah tiga dan ketentuan pelaksanaannya setelah terbenamnya matahari. Ketentuan ini tidak dapat diubah, misal kita tambah menjadi empat rakaat atau kita kurangi jadi dua rakaat atau waktu pelaksanaannya kita ubah dari terbenam matahari menjadi di tengah hari. Hal, ini akan menjadikan ibadah kita itu batal dan tidak akan diterima. Adakah kita beramal ingin sia-sia dan memperoleh balasan?
Dalam beribadah Allah telah menjadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman dan contoh untuk diikuti. Sehingga apa-apa yang telah menjadi perbuatan beliau SAW dalam beribadah, maka wajib kita mengikutinya dan apa-apa yang tidak dilaksanakannnya dalam ibadah, maka harus kita tinggalkan.  Allah berfirman, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”   
Selain itu apabila kita melakukan ibadah yang tidak ada perintahnya di Al-Qur’an dan tidak pula dicontohkan oleh Rasulullah SAW, maka hal ini akan mengakibatkan tertolaknya amal ibadah kita, sia-sia dan diancam dengan neraka karena menyelisihi Allah dan Rasul-NYA. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan satu amalan yang agama kami tidak ada perintahnya maka ia ditolak.”
Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, KAMI biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan KAMI masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”     


COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 37 – 42
Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 37 – 42
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2013/01/syarh-matan-aqidah-thahawiyah-37-42.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2013/01/syarh-matan-aqidah-thahawiyah-37-42.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy