Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 1-6

Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 1-6 Berkata Al-‘Allamah hujjatul Islam Abu Ja’far Al-Warraq Ath-Thahawi rahimahullah: “Ini adalah penjelasan a...

Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 1-6

Berkata Al-‘Allamah hujjatul Islam Abu Ja’far Al-Warraq Ath-Thahawi rahimahullah: “Ini adalah penjelasan aqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah menurut madzhab para fuqaha’ umat; Abu Hanifah An-Nukman bin Tsabit Al-Kufi, Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim Al-Anshari dan Abu Abdillah Muhammad terhadap perkara pokok-pokok diin serta apa yang mereka yakini tehadap Rabbul Alamin.
 نقول في توحيد الله معتقدين بتوفيق الله : إن الله واحد لا شريك له
Artinya: “kami mengatakan tentang bertauhi kepada Allah dengan tetap meyakini taufiq dari Allah: bahwasanya Allah itu satu tidak ada sekutu baginya”
Tauhid secara bahasa adalah mashdar dari kata ‘wahhada’ menjadikan sesuatu hanya satu-satunya, dan secara istilah adalah pengkhususan Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dalam hal peribadatan kemudian meninggalkan segala bentuk peribadatan selain-Nya.
Selayaknya bagi setiap orang yang mengaku muslim yang memeluk dinullah untuk benar-benar memahami bahwasanya tauhid adalah inti pokok dakwah para Rasul, Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." [QS.Al-A’raf:59]
Nabiyullah hud alaihis salam berkata kepada kaumnya, tercatat dalam Al-Qur’an:
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya.”[QS.Al-A’raf:65]
Begitu juga anbiyaullah yang lain semisal Sholih alaihis salam, Syu’aib alaihis salam beserta para anbiya’ lainnya yang kisah-kisah mereka telah terabadikan di dalam Al-Qur’an. Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku"[QS.Al-Anbiya’:25]
Maka dari itu tauhid adalah gerbang utama dari jalan menuju kampung akhirat, langkah yang paling pertama dari perjalanan seorang hamba yang dia tempuh menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala, satu hal kewajiban yang paling pertama bagi seorang yang telah terbebani dengan hukum syari’at (baligh) adalah syahadat bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan tidak ada perbedaan sedikit pun dalam masalah ini dari para ulama’ dan aimmah karena ketetapan yang ada langsung datang dari sumber syari’at Islam itu sendiri yakni Allah dan Rasul-Nya bahwa kewajiban yang pertama sebelum kewajiban lainnya atas seorang hamba adalah syahadatain, para ulama’ pun juga bersepakat bahwa bagi siapa saja yang telah mengikrarkan syahadatain sebelum baligh, tidak diperintahkan untuk memperbaharui ikrarnya kali kedua setelah memasuki masa bulugh, juga tidak mensyaratkan bagi walinya untuk mewakili atau mendikte setelah balighnya guna memperbaharui iktat syahadatiannya.
Lebih dari pada itu semua tauhid adalah kunci awal memasuki dinul Islam, dan hal terakhir yang harus tertancap dalamkalbu terucap pada lisan sebelumpergi meninggalkan dunia ini menuju alam barzakh, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من كان آخر كلامه لاإله إلا الله وجبت له الجنة
Artinya:
“Barang siapa yang kalimat terakhir yang diucapkan olehnya adalah laa ilaaha illallah wajib baginya masuk surga.”
Setelah berbagai penelitian, pendalaman dan tela’ah panjang terhadap Kitabullah dan Sunnah yang dilakukan oleh para ulama’ mereka menyimpulkan bahwa tauhid terbagi menjadi 3 macam:
Tauhid Rububiyah
Maksudnya adalah mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dengan mengkhususkan-Nya dengan af’al yang Dia perbuat semisal; Menciptakan, Menghidupkan, Mematikan, Mengatur segala-galanya, maka tiada Tuhan selain Dia Subhanahu wa Ta’ala.
Tauhid Uluhiyah
Juga disebut dengan tauhid ibadah karena uluhiyah juga bermakna beribadah hanya kepada Allah dengan penuh mahabbah/rasa cinta khou/rasa takut roja’/rasa harap, menjalankan segala perintah-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya. Maksudnya adalah pengistimewaan Allah Ta’ala yang bersinggungan dengan perbuatan para hamba dalam melaksanakan segala sesuatu yang disyari’atkan oleh-Nya.
Tauhid Asma’ wa Sifat
Yaitu menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah tentang Dzat-Nya sendiri ataupun apa yang ditetapkan oleh Rasul-Nya seputar permasalahan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, serta mensucikan apa yang Dia dan Rasul-Nya sucikan juga sterilkan tentang Dzat-Nya dari segala macam aib maupun kekurangan.
Penyebutan kata Aqidah maupun Tauhid maknanya adalah tetap sama, meskipun penyebutannya secara nama ataqu istilah berbeda.
Pertakaan Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi dalam matan بتوفيق الله  dimaksudkan sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah Ta’ala, perendahan diri di hadapan-Nya, karena manusia tiada pernah sekalipun bahkan sedikit pun bisa menyucikan jiwanya dengan sendirinya kecuali karena limpahan rahmat yang diberikan oleh Al-Khaliq Sang Penciptanya. Karena lebih dalam lagi makna dari perkataan ‘bitaufiqillah’ adalah dengan masyiah/kehendak dari Allah, dengan datangnya daya kekuatan dari Allah semua upaya, usaha yang dijalankan oleh manusia bisa terlaksana, maka termsuk adab seorang yang alim adalah mengawali dan mengakhiri seluruh usahanya dengan mengucapkan ‘bitaufiqillah’.
"إن الله واحد لا شريك له" maknanya adalah satu dalam urusan kerububiyahan, satu dalam masalah keuluhiyahan, dan satu dalam permasalahan asma’ wa sifat, tiada yang menandinginya dan tiada yang menyukutuinya.
ولا شيئ مثله
Artinya: “Tidak ada sesuatu yang semisal dengan-Nya”
Mengutip dari firman-Nya Azza wa Jalla termaktub dalam Al-Qur’an:
Artinya: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.”[QS.Asy-Syura:11]
Artinya: ”Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."[QS.Al-Ikhlash:4]
Artinya: “Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan dia (yang patut disembah)?[QS.Maryam:65]
Tiada tandingan yang menyeruapain-Nya, tiada bandingan yang menandingi-Nya, Tiada sesuatu apapun yang setara dengan-Nya sebesar apapun, setangguh, sekokoh, seperti apapun itu tiada mampu menyaingi dzat-Nya juga kekuasaan-Nya. Maka dari itu segala bentuk tamtsil (permisalan) dan tasybih (penyerupaan) dinafikan seluruhnya oleh Allah Azza wa Jalla, cukup dengan mengemukakan satu diantara dail-dalil naqli yang ada tersebut untuk menyanggah pendapat-pendapat batil para musyabbihah yang berkeyakinan bahwa Allah itu sebagaimana makhluq-Nya yang tidak membedakan antara Al-Khaliq dengan makhluq. Sementara sebaliknya pendapat para mu’aththillah/peniada yang mereka itu ghuluw dalam hal pensucian sampai-sampai mereka berani meniadakan apa-apa yang telah Allah tetapkan tentang permasalahan asma’ wa sifat, yang menurut anggapan mereka sebagai bentuk penolakan terhadap tasybih/penyerupaan.
Sehingga diantara dua kelompok yang ghuluw, yakni al-mu’aththillah yang ghuluw/ekstrem dalam pensucian serta mengaku telah meniadakan seluruh permisalan, begitu juga Al-Musyabbihah yang ghuluw/ekstrem dalam masalah penetapan melebihi ketetapan Allah, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah lebih tawassuth/bersifat tengah-tengah antara yang ghuluw dan kendor, antara yang ifroth maupun tafrith. Ahlus Sunnah menetapkan apa yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan bagi Dzat-Nya dan yang layak bagi kebesaran-Nya, tanpa ada unsur tasybih maupun ta’thil, sebagaimana batas ketentuan dalam firman-Nya:

Maka firman-Nya “laisa kamitslihi syaiun” terdapat peniadaan/penafian terhadap seluruh perkara tasybih, sementara firman-Nya “wahuwa Sami’ul Bashir” terdapat peniadaan/penafiaan terhadap seluruh perkara ta’thil, inilah pendapat sekaligus madzhab yang benar yang sekaligus diatasnyalah berjalan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sehingga benarlah apabila dikatakan:
المعطل يعبد عدما, والمشبه يعبد صنما, والموحد يعبد إلها واحدا فردا صمدا
ولا شيئ يعجزه
Artinya: “Tidak ada sesuatu apapun yang melemahkan-Nya.”
Dalam pembahasan ini terdapat penetapan atas kesempurnaan kekuasaan yang dimiliki oleh Allah Azza wa Jalla, ketetapan atas keumuman segala sesuatu yang diliptui oleh kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Ta’ala berfirman:
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS.Al-Maidah:120]
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا
Artinya: “Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS.Al-Kahfi:45]
إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”[QS.Fathir:44]
Sedangkan makan qadir adalah yang sangat-sangat menguasai atau mampu, maka kemampuan dan kekuasaan Allah Ta’ala tida sesuatu apapun yang sanggup melemahkan-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu cukuplah Dia mengatakan “kun” fayakun maka jadilah apa yang Dia kehendaki.
إنه على ما يشاء قدير
Ada beberapa perkataan yang sekilas nampak baik namun jika diteliti lagi hakikatnya mengandung kecacatan, semisal perekataan tersebut, yang artinya: “Sesungguhnya Dia atas apa yang dikehendaki-Nya Maha Kuasa”. Pernyataan tersebut adalah salah dan tidak dibenarkan, karena ssecara logika saja berarti Allah Ta’ala terhadap apa yang tidak dikehendaki tidak Kuasa atas hal tersebut padahal semestinya (Kama yaliku lijalalihi) terhadap apa yang dikehendaki dan apa yang tidak dikehendaki oleh-Nya adalah pasti dan tetap Maha Kuasa atasnya. Akan tetapi pada intinya, sebagai sanggahan atas pernyataan tersebut bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah mengaitkan sifat Qudrah-Nya dengan Masyiah-Nya, namun cukup Dia menyebut, “Wahuwa ‘ala kulli syain  Qodir”. Lalu bagaimana dengan firman-Nya yang menyebutkan:
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ
Artinya: “Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya, dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya”[QS.Asy-Syura:29]
Ayat tersebut menyinggung tentang hari kebangkitan nanti pada Hari Kiamat sehingga yang dimaksudkan dari ayat tersebut adalh bahwasanya Dia Azza wa Jalla untuk mengumpulkan apa yang telah Dia tebarkan diantara langit dan bumi mulai dari hewan-hewan melata jika Dia menghendakinya pastilah Dia kumpulkan dan jikalau belum Dia kehendaki maka pastilah tidak akan terkumpulkan, karena Dia lah yang Maha Memiliki Kukuasaan tidak pernah diudzur dan tidak akan ditanya tentang apa yang Dia perbuat dan yang dikehendaki, Allah berfirman:
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
Artinya: “Dia tidak ditanya tentang apa yand diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.”[QS.Al-Anbiya’:23]
ولا إله غيره
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia”
Yang dimaksudkan adalah tauhid uluhiyah, yaitu tiada sesembahan yang Haqq untuk disembah kecuali Allah Ta’ala, adapun bila sebatas dikatakan tiada sesembahan yang Haqq untuk disembah kecuali Allah Ta’ala saja, maka ini membuka kemungkinan akan kebenaran sesembahan yang diagungkan oleh orang-orang musyrik selain Allah Azza wa Jalla, maka yang tepat adalah hendaknya dikatakan Allah lah sesembahan yang Haqq sementara selain Dia adalah sesembahan yang bathil, sebagaimana firman-Nya:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Artinya: “(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah Dialah (Tuhan) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”[QS.Al-Hajj:62]
قديم بلا ابتداء, دائم بلا انتهاء
Artinya: “Maha Dahulu tanpa permulaan, Naha Abadi tanpa berkesudahan.”
Sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya: “Dialah yang Awal dan yang Akhir yang Dlahir dan yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”[QS.Al-Hadid:3]
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:
أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَىْءٌ
Artinya: “Ya Allah Engkaulah Tuhan Yang Maha Awal, maka tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Mu, Ya Allah Engkaulah Tuhan Yang Maha Akhir, maka tidak ada sesuatu setelah-Mu”
Dalam permasalahan ini Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullah ingin menjelaskan bahsawasanya Allah Ta’ala terlepas dari segala kekurangan, semisal zaman yang telah Allah ciptakan namn Allah tidaklah terhimpun oleh zaman yang Dia ciptakan, begitu juga Dia telah menciptakan makan/tempat namun Allah tidaklah terhimpun oleh tempat/makan yang Dia ciptakan, karena Allah Ta’ala sebagai Al-Khaliq bagi zaman telah terlebih dahulu mendahului sebelum terciptakannya zaman dan Allah Ta’ala akan tetap Kekal tiada akhir meskipun pada suatu zaman dan akan berakhir pada suatu zaman sebab zaman adalah makhluq yang terbatas sementara Allah Ta’ala telah ada sebelum makhluq ciptaan-Nya. Wata’alallahu ‘Uluwan Kabiran
لا يفني ولا يبيد
Artinya: “Dia tidak akan fana dan tidak akan punah.”
Al-Fana’ dan al-baid adalah satu makna, karena Allah Ta’ala disifati dengan AL-Hayah yang Kekal terus menerus tiada akhir dan henti, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
Artinya: “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (Kekal) yang tidak mati”[QS.Al-Furqan:58]
Maka Allah terlepas dari kefanaan, Allah berfirman:
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
Artinya: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya”[QS.Al-Qashash:88]
Pada ayat yang lain Allah juga berfirman:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulian.”[QS.Ar-Rahman:26-27]
Sehingga milik-Nya lah segala kekelan dan bagi makhluq hanyalah kematian dan kebangkitan, karena pada mulanya makhluq itu hakikatnya adalah tiada kemudian diadakan dan diciptakan oleh Allah Ta’ala, kemudian setelah mereka diciptakan mereka akan dimatikan lagi lalu dibangkitkan kembali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Wallahu Ta’ala a’lam wa ‘ilmuhu ahkam wa atamm, wa sholawatu Rabbi ‘ala Nabiyyihi Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 1-6
Syarh Matan Aqidah Thahawiyah 1-6
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2013/01/syarh-matan-aqidah-thahawiyah-1-6.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2013/01/syarh-matan-aqidah-thahawiyah-1-6.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy