“ Orang kafir harbi masuk wilayah Islam tanpa jaminan pengamanan ”

باب الحربِي إِذَا دخَل دار الإسْلامِ بغَيْرِ أمَان حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ : حَدَّثَنَا أَبُو العُمَيْسِ ، عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَل...



باب الحربِي إِذَا دخَل دار الإسْلامِ بغَيْرِ أمَان
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ : حَدَّثَنَا أَبُو العُمَيْسِ ، عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَع  عَنْ أَبِيهِ قَالَ : « أَتَى النَّبِيَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم - عَيْنٌ مِنَ المُشْرِكِينَ- وَهُوَ فِي سَفَرٍ - فجَلَسَ عِنْدَ أَصْحَابِهِ يَتَحَدَّثُ ، ثمَ انفتلَ ، فَقَالَ النَّبِي - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم :" اطْلُبُوهُ ، وَاقْتُلُوه " ،فقتَلْتُهُ ، فَنَفَّلَهُ سَلَبَه »
( HADITS 3051 )
Orang kafir harbi masuk wilayah Islam tanpa jaminan pengamanan
“ Telah bercerita kepada kami Abu Nu'aim telah bercerita kepada kami Abu Al 'Umais dari Iyas bin Salamah bin Al Akwa' dari bapaknya berkata; "Telah datang mata-mata Kaum Musyrikin kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam di tengah perjalanan lalu dia duduk bersama para shohabat Beliau sambil bercerita kemudian pergi. Maka kemudian Nabi Shallallahu'alaihiwasallam berkata: "Carilah dia dan bunuhlah". Maka (Salamah bin Al Akwa') membunuhnya dan dia berhak atas semua yang dipakai mata-mata itu (sebagai harta Rampasan).”
Takhrijul Hadits.
Dikeluarkan oleh Bukhari dalam kitab Jihad dan penjelajahan, bab Orang kafir harbi masuk wilayah Islam tanpa jaminan pengamanan. No. Hadist : 2823
Biografi singkat perawi :
Salamah bin Amru bin Al Akwa’ beliau adalah seorang ulama  dari 'Kalangan Sahabat pertengahan,Kuniyah beliau adalah Abu Muslim, semasa hidup beliau tinggal di Madinah dan Wafat tahun 74 H.



Gharibul Hadits :
اطلبوه : Carilah ia ( yang dimaksud ia disini adalah mata-mata )
اقتلوه  :   Bunuhlah ia.
فنفله   :   Maka menjadi hak penuh baginya ( orang yang mampu mendapatkan mata-mata dan membunuhnya )
سلبه  :   Semua yang melekat pada badan orang yang dibunuh, mulai dari pakaiannya, persenjataannya, kendaraan atau alat tunggangannya. Semua itu menjadi hak penuh bagi orang yang membunuhnya.[1]

Syarhul Hadits :

Bab ( Apabila kafir harbi masuk negeri islam tanpa jaminan keamanan ). Maksudnya, apakah dia boleh dibunuh ? Ini termasuk masalah yang diperselisihkan para ulama. Menurut Imam Malik, keputusannya diserahkan kepada imam, dan hukum orang itu sama seperti hukum orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Al-Auza’i dan Imam Syafi’i  , “ Jika dia mengaku sebagai utusan maka pengakuannya diterima.” Tapi menurut Imam Abu Hanifah dan Ahmad pengakuannya tidak diterima dan dia digolongkan sebagai harta fai’ bagi kaum muslimin.
اتي النبي صل الله عليه وسلم عين المشركين ( Nabi SAW didatangi oleh seorang mata-mata kaum musyrikin ). Penulis ( Ibnu Hajar Al-Atsqalani ) berkata, “ Saya belum menemukan orang yang dimaksud.” Hanya saja dalam riwayat Ikrimah  bin Ammar dari Ilyas yang dikutip Imam Muslim disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada perang hawazin. Seorang intel dinamakan mata-mata, karena sebagian besar tugasnya berkaitan dengan mata. Atau mungkin dinamakan demikian karena perhatiannya yang sangat serius terhadap penglihatan, seakan-akan seluruh badannya memiliki mata.
فجلس عند اصحابه يتحدث, ثم انتفل ( Orang itu duduk bersama para sahabat nabi dan berbicara, kemudian dia pun pergi ). Dalam riwayat An-Nasa’i dari jalur ja’far bin ‘Aun, dari Abu Umais disebutkan, طعم انسل فلما ( setelah makan diapun berlalu ). Sementara dalam riwayat Ikrimah yang dinukil Imam Muslim disebutkan,
 فقيد الجمل ثم تقدم يتغدي مع القوم وجعل ينظر, وفينا ضعفة ورقة في الظهر, اذاخرج يشتد
( dia mengikat unta lalu datang makan siang bersama orang-orang seraya melihat. Sementara pada kami terletak kelemahan pada punggung. Ketika keluar orang itu mempercepat langkahnya).
اطلبوه, وقتلوه  ( kejarlah dia dan bunuhlah). Abu Nu’aim memeberi tambahan dalam kitab Al-Mustakhraj dari Yahya Al-Hammani dari Al-Umais, ادركوه فإنه عين ( Kejarlah dia, karena ia sesungguhnya dia adalah mata-mata ). Sementara Abu Daud memberi tambahan dari Al-Hasan bin Ali dari Abu Nu’aim, فسبقتهم إليه فقتلته ( Aku mendahului mereka menyusulnya lalu membunuhnya).
فقتلته, فنفله سلبه ( Aku membunuhnya dan beliau memberikan rampasannya kepadanya ). Demikian disebutkan di tempat ini. Pada kalimat terdapat pengalihan dari orang pertama kepada orang ketiga. Sebab konteks kalimat seharusnya adalah; beliau SAW memberikan rampasannya kepadaku.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “ Hadits ini menjelaskan tentang bolehnya membunuh mata-mata kafir harbi. Hal ini disepakati oleh para ulama. Adapun mereka yang terikat perjanjian damai atau yang mendapat jaminan keamanan, maka menurut Imam Malik dan Al-Auza’I perjanjian dengannya batal akibat perbuatannya itu. Sedangkan dalam Madzhab Syafi’I masalah ini masih diperselisihkan. Apabila hal itu disyaratkan maka perjanjian dianggap batal menurut kesepakatan ulama.”
    
Hadist diatas menjadi sebuah dalil bahwa barang siapa yang memasuki darul islam dari ahli harbi sebagai mata-mata sedang  ia tidak mempunyai jaminan keamanan maka membunuhnya adalah suatu perkara yang halal.[2]



Faedah yang bisa dipetik dari pelajaran hadits diatas antara lain sebagai berikut :

1.      Hendaknya seorang da’i memiliki sifat ta’at kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang ma’ruf, karena hal itu sungguh merupakan sifat yang terpuji. Merupakan amal yang  mulia manakala seseoarang itu ta’at kepada pemimpin kaum muslimin dalam setiap hal yang ma’ruf, selama ia tidak mengajak untuk bermaksiat kepada Allah SWT, oleh karenanya amatlah penting apa yang telah dilakukan oleh Salamah bin al Akwa’ Radiyallahu ‘anhu sebagaimana perintah Nabi Saw, untuk mengejar & membunuh mata-mata dari golongan musyrikin, maka Salamah bin al Akwa’ Radiyallahu ‘anhu bersegera mencari & mendapatkan mata-mata tersebut lalu ia membunuhnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw. Maka hal ini menjelaskan betapa pentingnya ta’at kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang ma’ruf.

2.      Selain sikap taat, seyogyanya pula seorang da’i itu memiliki sikap keberanian yang tangguh. Sebagaimana terlihat jelas dalam hadits diatas bahwa sikap berani/keberanian itu merupakan salah satu sifat dari pribadi seorang da'i, oleh karena itu ibnu al akwa' membunuh mata-mata kafir atas perintah Nabi Saw, maka nampaklah kekuatan dan keberaniannya.

3.      Dalam hadits ini menjelaskan bahwa salah satu dari tugas atau kewajiban seorang pemimpin muslim yakni memerintahkan untuk membunuh mata-mata kafir yang masuk wilayah kaum muslimin tanpa adanya perlindungan, mengingat dampak buruk yang ditimbulkannya bisa berakibat fatal bagi kaum muslimin  di wilayah tersebut. Maka hukuman yang paling tepat untuk masalah seperti ini adalah bunuh, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah Saw pada hadist diatas. Adapun Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan beberapa faedah yang terkandung dalam hadits ini antara lain bahwa membunuh mata-mata kafir merupakan ijma’ kaum muslimin[3]

4.      Pentingnya sikap waspada dan hati-hati bagi setiap da’i dalam berdakwah,seperti telah dijelaskan secara gamblang pada hadits ini untuk bersikap waspada dan hati-hati terhadap musuh-musuh islam.Maka dari itu Nabi Muhammad sangat  berhati-hati dan waspada ketika beliau sedang duduk bersama sahabat tiba-tiba datanglah seorang seorang laki-laki yang ternyata ia adalah seorang mata-mata. Hal itu tidaklah diketahui oleh Rasulullah saw kecuali karena kecerdasan dan sifat kewaspadaan yang dimiliki Rasulullah saw. Maka seorang da’i itu hendaknya selain memiliki sifat waspada namun kecerdasan pun tidak kalah pentingnya.


Referensi :
FLihat : di An-Nihayah fie Gharibul hadits wal Atsar, Li Ibnu Al-Asir.

F Syarh sunnah lil imam baghowi.
F Syarhun Nawawi ‘ala shohih muslim, Imam An-Nawawi
F Fiqh Ad-Da’wah fi shohih Al-Bukhori, Sa’ad bin ‘Ali bin Wahhab bin Al-Qahthofi.
F Al-Mustakhroj

















Darul Islam dan Darul Kufur ( Darul Harb )
               
                Istilah Darul Islam dan Darul Kufur sering disinggung oleh para pakar Hukum Islam, khususnya dalam membahas ketentuan hukum yang mengatur relasi antara Negara Islam dengan wilayah-wilayah lain yang ada di luar batas yurisdiksinya. Meski demikian, tidak ada konsensus ulama mengenai fakta yang dikehendaki oleh istilah tersebut.

Terkait dengan hal ini, sekelompok ulama menyatakan: “Semua negeri yang di dalamnya kaum muslimin bisa menyerukan adzan, mendirikan sholat jama’ah, dan merayakan dua hari raya secara bebas, maka negeri itu tergolong darul Islam”.

                Adapun Taqiyuddiin An Nabhani menyatakan: “daerah yang menerapkan sistem Islam, menegakkan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dan keamanannya ada di tangan Islam, dinamakan Darul Islam, meskipun mayoritas penduduknya nonmuslim. Sedangkan daerah yang tidak memenuhi dua karakter tadi, dinamakan Darul Kufur, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam”[[4]]. Dengan dua batasan ini –penerapan hukum Islam dan keamanan di tangan Islam-, beliau secara tegas menyatakan: “maka sesungguhnya seluruh negeri-negeri Islam sekarang ini merupakan Darul Kufur, karena negeri-negeri tersebut tidak berhukum dengan hukum Islam”.

                Sebagian kalangan melihat bahwa pernyataan beliau ini absurd, membingungkan bahkan menggelikan. Bagaimana mungkin beliau bisa menyatakan bahwa seluruh negeri Islam saat ini tergolong darul kufur? Padahal negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang muslim dan hampir seluruh penduduknya muslim. Di negeri-negeri itu juga dilaksanakan syi’ar-syi’ar Islam seperti adzan dan sholat. Lebih jauh, ada di antara mereka yang menilai bahwa pernyataan beliau ini merupakan salah satu bentuk takfir (pengkafiran).

Penilaian semacam itu tidak perlu muncul jika kita mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan Darul Islam dan Darul kufur sebagai suatu istilah. Maka insyaaLlah makalah ini akan mengurai permasalahan ini lebih jauh. wabillaahit taufiiq…

Makna daar secara bahasa.

                Kata daar secara etimologis, sebagaimana dipaparkan oleh penulis Al Lisaan, memiliki makna yang relatif luas, mencakup tanah lapang, bangunan, tempat kediaman, dan seluruh tempat yang singgahi oleh komunitas manusia. Menurut penuturan Ibnu Jinni, ad-daar berasal dari kata kerja daaroyaduuru (artinya beredar mengitari suatu tempat), disebut demikian karena seringnya manusia berdomisili di dalamnya[[5]]. Al Qur’an menggunakan kata daar dalam memberi predikat kepada surga dan neraka, bahwa surga adalah Daarus Salaam karena ia merupakan tempat yang di dalamnya ada keselamatan, sementara neraka adalah Daarul Bawaar karena di dalamnya terdapat kebinasaan[[6]]. Ringkasnya, daar secara bahasa merujuk pada arti tempat.

Makna Darul Islam dan Darul Kufur.

                Istilah Darul Islam dan Darul Kufur sebenarnya terbentuk secara konvensional di kalangan ahli fiqh. Hanya saja, para pakar fiqh mengalamatkan istilah tersebut pada suatu fakta yang ditunjukkan oleh syara’. Sama seperti istilah Aqidah Islam, ia muncul secara konvensional, akan tetapi ia dialamatkan kepada sesuatu yang memiliki fakta di dalam nash-nash syara’ yakni, masalah-masalah keimanan[[7]]. Berbeda dengan kata ash-sholah, ia merupakan istilah yang digunakan oleh nash-nash syara’ dengan pengertian tertentu. Maka agar perdebatan mengenai pengertian Darul Islam dan Darul Kufur menjadi jelas, semua pihak perlu menyepakati dasar permasalahan yang melatarbelakangi kategorisasi tersebut.

                Para ulama telah menggunakan istilah Darul Islam dan Darul Kufur dalam memperbincangkan masalah hubungan antara negara Islam dengan pihak luar[[8]]. Telah menjadi pemahaman umum di kalangan ulama bahwa negara Islam memiliki tanggungjawab untuk menyebarkan Islam dan menegakkan hukum-hukum Islam di seluruh penjuru bumi dengan dakwah dan jihad[[9]].

Penyebaran islam dan perluasan wilayah pemberlakuan hukum Islam ke berbagai negeri di dunia –sebagai mana terlihat secara jelas dalam sirah nabawiyah- ditempuh dengan satu metode, yakni mendirikan negara islam, kemudian mengintegrasikan wilayah-wilayah disekitarnya ke dalam negara tersebut, sekaligus memberlakukan hukum-hukum syariat Islam ke seluruh wilayah yang telah berhasil diitegrasikan[[10]].

                Proses integrasi negeri-negeri yang ada ke dalam negara Islam bisa terjadi melalui dua skenario. Pertama, terjadi secara damai; kedua, terjadi melalui peperangan (jihad). Proses integrasi secara damai bisa terjadi lewat dua kemungkinan: pertama, penguasa dan penduduknya masuk Islam dan mengintegrasikan wilayah mereka ke dalam negara Islam setelah sebelumnya didakwahi; kedua, meraka tidak mau masuk islam tapi mau tunduk kepada pemerintahan dan hukum islam serta membayar jizyah sehingga wilayahnya menjadi bagian dari negara Islam. Sementara pilihan perang (jihad) hanya akan dilakukan jika skenario damai tidak berjalan[[11]].

                Di sinilah perlunya kategorisasi untuk membedakan antara wilayah yang telah dikuasai oleh umat islam dan diberlakukan hukum-hukum Islam di dalamnya dengan wilayah yang belum dikuasai oleh umat islam dan masih berlaku hukum-hukum kufur di dalamnya. Wilayah yang telah dikuasai sepenuhnya oleh umat islam dan ditegakkan hukum-hukum Islam di dalamnya belakangan dikategorikan sebagai Darul Islam, disebut demikian karena dominannya karakter Islam di sana, sekalipun sebagian besar penduduknya adalah ahlu dzimmah[[12]]. Adapun wilayah yang masih dikuasai kekuatan kufur dan di dalamnya masih diberlakukan hukum-hukum kufur kemudian disebut dengan istilah darul kufur, itu karena dominannya karakter kekufuran di sana[[13]], meskipun tidak menutup kemungkinan banyak penduduknya yang justru telah memeluk Islam. Darul kufur juga disebut Darul Harb (wilayah peperangan/teretory of war), dinamakan demikian karena wilayah tersebut merupakan target penyerangan bagi umat islam, mengingat menaklukkan wilayah tersebut untuk diintegrasikan ke dalam Darul Islam hukumnya adalah wajib kifayah. Adapun tujuan penaklukkan atau jihad dalam Islam adalah menghancurkan kekuatan politik-militer di suatu wilayah yang menghalangi dakwah dan penerapan hukum Islam[[14]]. Jadi Darul Kufur dan Darul Harb adalah dua kata yang merujuk pada fakta yang sama (sinonim)[[15]].

                Wahbah Az Zuhaili menuturkan: “seluruh wilayah yang tercakup dalam kekuasaan Islam di dalamnya diterapkan hukum-hukumnya dan ditegakkan syariat-syariatnya maka telah menjadi Darul Islam, kaum muslimin wajib mempertahankannya ketika ia diserang sebagai kewajiban kifayah sesuai kebutuhan, namun (jika sebagian saja tidak mencukupi) maka menjadi fardhu ‘ain”[[16]].

Abdul Wahhab Kholaf mengutip ungkapan sebagian fuqoha, bahwa Darul Islam adalah “wilayah yang didalamnya berlaku hukum-hukum Islam dan orang yang ada di dalamnya mendapatkan keamanan dengan kemamanan Islam, baik mereka itu muslim maupun dzimmi”[[17]]

Abdul Karim Zaidan menambahkan “Syarat paling penting untuk menggolongkan suatu wilayah menjadi Darul Islam ditinjau dari kenyataan bahwa wilayah itu diperintah oleh umat Islam di bawah kedaulatan dan kekuasaan mereka, dan hukum yang tampak di dalamnya adalah hukum Islam. Dan tidak disyaratkan bahwa wilayah itu harus dihuni oleh umat Islam selama ia masih di bawah kekuasaan mereka. Dalam hal ini Imam Ar Rofi’i menuturkan “Darul Islam tidak disyaratkan harus dihuni oleh umat Islam, akan tetapi yang penting ada di bawah kekuasaan Imam dan Islam” [[18]]

Dalam konteks inilah, Kholid bin Walid menyatakan dalam suratnya:
“Dan saya tetapkan bagi mereka, barang siapa yang sudah tua dan tidak mampu bekerja, atau tertimpa musibah, atau asalnya kaya kemudian miskin, maka orang-orang yang seagama dengannya memberi shodaqoh untuknya, sementara pembayaran jizyahnya dibebaskan, dan nafkahnya ditanggung oleh Baitul Mal begitu pula keluarganya, itu selama orang tersebut masih bermukim di Darul Hijrah dan Darul Islam, namun apabila ia keluar dari daul Hijrah dan darul Islam, maka kaum muslimin tidak berkewajiban memberi belanja dan nafkah keluarga mereka”[[19]]

Jelas melalui ungkapan di atas, bahwa yang dimaksud Darul Islam oleh Kholid ra adalah daerah yang dikuasai oleh Islam dan diatur dengan hukum Islam. Sebab, siapa saja yang ada di sana menjadi tanggung jawab negara untuk mengurusinya. Akan tetapi, apabila dia keluar dari wilayah tersebut, maka dia sudah di luar jangkauan hukum dan kekuasaan Islam.

Adapun Darul Harb, Az Zuhaili mendefinisikannya sebagai “wilayah yang di dalamnya tidak diterapkan hukum Islam, baik sebagai hukum agama maupun politik, karena letaknya yang ada di luar wilayah kekuasaan Islam”[[20]].

Abdul Wahhab Kholaf menukil pernyataan sebagian fuqoha, bahwa Darul Harb adalah “daerah yang tidak diberlakukan hukum-hukum Islam, dan penduduknya tidak dilindungi dengan keamanan Islam”[[21]]

Jadi, daerah di luar Darul Islam tergolong wilayah kekufuran alias wilayah perang (darul kufur/darul harb/teretory of war), dimana masyarakatnya tidak diatur menggunakan hukum Islam, jiwa serta harta mereka tidak dijamin oleh kekuatan Islam[[22]] dan jihad untuk menaklukkan wilayah tersebut  hukumnya fardhu kifayah bagi kaum muslimin[[23]]. Jika suatu Darul Kufur berhasil di taklukkan, dikuasai oleh umat islam dan ditegakkan hukum-hukum Islam di dalamnya, maka statusnya berubah menjadi Darul Islam[[24]]. Atas dasar itu jelas, yang menjadi faktor suatu wilayah berubah menjadi Darul Islam adalah dua hal, yaitu keamanan dan jenis hukum yang diterapkan di dalamnya.

Kapan Darul Islam berubah menjadi Darul Kufur ?

                Berdasarkan dua syarat darul Islam di atas, maka suatu wilayah akan berubah menjadi darul Kufur jika kehilangan salah satu dari keduanya. Artinya, jika suatu wilayah tidak diterapkan hukum Islam, maka wilayah itu berubah menjadi darul kufur. Al Kasani mengatakan: “Apabila hukum kufur telah tampak jelas di suatu wilayah, maka ia berubah menjadi Darul Kufur, dan idhofah itu menjadi benar”[[25]]. Darul Islam juga akan berubah menjadi darul Kufur apabila berhasil dikuasai oleh kekuatan kufur, sehingga keamanan wilayah itu dipegang oleh kekuatan kufur, contohnya adalah sebagian besar wilayah Palestina yang dikuasai Israel.

Status Wilayah yang tidak diberlakukan hukum islam tapi dihuni oleh umat Islam
                Status Wilayah yang dihuni umat Islam, tapi belum berlaku hukum islam di dalamnya adalah Darul kufur. Atas dasari itu, wajib untuk berusaha mengintegrasikannya ke dalam wilayah Darul Islam. Dalilnya adalah hadits dari Anas bin Malik ra yang diriwayatkan Al Bukhori.
“Adalah Rasulullah saw apabila menyerang suatu kaum tidak menyerangnya sebelum tiba waktu subuh, maka apabila beliau mendengar adzan, beliau menahan (peperangan), apabila tidak mendengar adzan, maka beliau menyerbu setelah mengerjakan subuh.”
                Juga hadits ‘Ishom al Muzani yang diriwayatkan oleh Al Khomsah (imam yang lima) kecuali Ibnu Majah, beliau berkata: Nabi saw apabila mengutus suatu sariyah beliau berkata:
“Apabila kalian melihat suatu masjid, atau mendengar orang adzan, maka janganlah kalian membunuh seorang pun!”.
Kedua hadits ini menunjukkan secara jelas bahwa beliau dan pasukan beliau melaksanakan misi militer di wilayah tertentu yang dihuni oleh umat Islam. Ini menunjukkan bahwa beliau menganggap wilayah tersebut sebagai sasaran penaklukan, alias Darul Harb. Hanya saja, untuk umat Islam yang menghuni wilayah itu tidak diperangi, tidak dibunuh dan hartanya tidak dijadikan ghonimah[[26]].

Status Wilayah yang berhukum dengan hukum Islam tapi belum bergabung ke dalam Khilafah.

Wilayah yang berhukum dengan hukum Islam tapi belum bergabung ke dalam Khilafah termasuk Darul Islam. Hanya saja, penguasa wilayah itu dan pendukungnya dianggap seperti bughot. Kholifah wajib menyeru mereka untuk bergabung dalam satu pemerintahan. Jika menolak, kholifah harus memerangi mereka dengan perang yang mendidik.[[27]]

Status negeri-negeri muslim saat ini.

                Berdasarkan uraian di atas, maka apa yang dikatakan oleh Syaikh An Nabhani adalah valid, bahwa seluruh negeri muslim saat ini adalah Darul Kufur. Pasalnya, tidak ada negeri yang di dalamnya benar-benar diterapkan sistem Islam secara utuh. Namun perlu diperhatikan bahwa status penduduk dan pemimpin tidak mengikuti status dar. Penduduk dan pemimpin negeri-negeri islam tidak otomatis menjadi kufur ketika negerinya tergolong darul Kufur.

 Referensi :
1.        Mafaahiim Hizbit Tahrir, hal. 35,
2.        Lisaanul ‘Arob, bab dal- wawu- ro’
3.        Abdul Karim Zaidan, Ahkam adz Dzimmiyin wal al Musta’minin fi Daril Islam, hal. 20
4.        Abu Zahroh, Al ‘Alaqot ad Dauliyah fil Islam, hal 56
5.        Al Kasani, Bada’i’ ash Shona-i’, hal. 519
6.        Hizbut Tahrir, Muqoddimatud Dustur, Jilid II, hal. 199









[1] Lihat : di An-Nihayah fie Gharibul hadits wal Atsar, Li Ibnu Al-Asir
[2] Syarh sunnah lil imam baghowi
[3] Syarhun Nawawi ‘ala shohih muslim 310/12
[4] Mafaahiim Hizbit Tahrir, hal. 35,

[5] Lihat: Lisaanul ‘Arob, bab dal- wawu- ro’
[6] Al Kasaani, Al Badaa-i’ ash Shonaa-i’, hal 519
[7] Lihat: Mahmud Syaltut, Al Islam ‘Aqidatan wa Syari’atan, hal. 9
[8] Lihat misalnya: Abdul Wahhab Kholaf, Politik Hukum Islam, hal. 71; Az Zuhaili, Atsarul Harb hal 166; dan Abu Zahroh, Al ‘Alaqot             ad Dauliyyah, hal.
[9] Lihat: Al Juwaini, Ghiyatsul Umam, hal 15 dan 195;  Ibnu Qudamah, al Mughni, jilid 13, hal. 16; An Nawawi, Raudhotuth Tholibin, jilid VII, hal. 411; Az Zuhaili, Atsarul Harb, hal 67; Ad Dumaiji, Al Imamah al Udzma, hal. 81
[10] Lihat rinciannya misalnya dalam kitab Al Jihad wal Qital fis siyasatisy syar’iyyah oleh M. Khoir Haikal

[11] Proses penaklukkan dan integrasi negeri-negeri menjadi satu negara sangat terlihat dalam Sirah Nabi dan Shohabat. Lihat misalnya kitab Ma’aatsirul Inaafah (Al Qolqosyandi); Futuhul Buldan (Al Baladzuri).
[12] Ar Rafi’i, Fathul ‘Aziz, Juz VIII hal. 14
[13] Lihat: Al Kasani, Al Badaa-i’ ash Shonaa-i’  hal 519.
[14] Lihat pembahasan ini dalam kitab Al Jihad wal Qital, hal. 743 – 768
[15] Haikal, Al Jihad wal Qital, hal 660.
[16] Az Zuhaili, Atsarul Harb fil Islam
[17] Abdul Wahhab Kholaf, Politik Hukum Islam, hal. 82
[18] Zaidan, Ahkamudz Dzimmiyyin wal Musta’minin fi Daril Islam, hal 19.
[19] Abu Yusuf, Al Khoroj, hal. 144
[20] Az Zuhaili, Atsarul Harb, Hal, 170.
[21] Politik Hukum Islam, hal. 82
[22] Abdul Karim Zaidan, Ahkam adz Dzimmiyin wal al Musta’minin fi Daril Islam, hal. 20
[23] Abu Zahroh, Al ‘Alaqot ad Dauliyah fil Islam, hal 56
[24] Al Kasani, Bada’i’ ash Shona-i’, hal. 519
[25] ibidem, 519

[26] Hizbut Tahrir, Muqoddimatud Dustur, Jilid II, hal. 199
[27] ibidem, hal 201

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

Artikel Terbaru$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$show=post$cate=2$count=9$pagination=5

Nama

'Umdatul Ahkam 25 november 4 nove 4 november aa gym aadc2 Abdul Chair Ramadhan abu bakar ashidiq aceh Adab ade armando ade komaruddin adik ahok administrasi adsense advertorial afrika aher ahmad baidhowi ahmad dhani ahmad zainuddin ahok ahok djarot ahok illuminati ahokers akhlak akmal sjafril aksi bela islam iii Al Hikmah al quran palsu al umm al washiliyah al-quran Alex Naddour alfian tanjung ali bin abi thalib ali jaber aliansi pemuda makassar aliran sesat allepo alwi shihab am fatwa amerika amien rais amir faishol fath amir hamzah an najah anis baswedan anis dan sandiaga anton medan anton tabah antv april Aqidah aqidah syiah arab saudi archandra ariana grande arief rahman arifin ilham arik banyadhu artikel ilmiah Artikel Ramadhan atmiwiloto australlia bab thoharoh bachtiar nasir backmasking badai pasir arab saudi balaraja band bandung bangka belitung bangkalan bangladesh banjar banjarmasjin bank banten banyuwangi barcelona bareskrim bashar asad bawaslu bbc beasiswa beasiswa iain antasari beasiswa kuwait beasiswa tahfidz beasiswa turki bedah buku syiah bekal dakwah bekam bekasi berita bid'ah bima arya bin bina qalam biografi bireun Bisnis Online bitung blog tutorial bmh bmh jatim bmh lumajang bnn bnpt bogor bom saudi bpi bpjs brebes britney spears brunei buddha budha bukit duri buku buku gratis Buletin bungkul buni yani burhan shodiq bus pendemo buya hamka buya yahya cadar cakung cangkul car free day cba Ceramah charlie hebdo china cholil nafis cholil ridwan cilacap cina colil ridhwan cut nyak din dahnil anzar darul hijrah dasrul Data Kesesatan Syi'ah dauroh ddi debat bahasa arab internasional mesir dede demo tolak ahok demonstrasi densus 88 depok detik didin hafidhuddin dimas kanjeng din syamsuddin dina y sulaeman djarot do'a donald frans donald trump Download dprd dr miftah el banjari dr tiar dr zakir naik Dr. Adian Husaini Dr. Ahmad Zain An-Najah dr. aidh al qarni dr. warsito dream dzan farid dzulhijjah emilia renita erdogan Esra Panese event facebook fadel muhammad fadl zon fahira idris fahri hamzah fakta fans celtic farid okbah fatih seferagic Featured felix siauw ferdinand hutahean ferihana filipina film Fiqih fiqih dakwah fiqih haji fiqih ihram fiqih jenazah fiqih jihad fiqih jual beli fiqih madzhab imam syaf'i fiqih nikah fiqih puasa fiqih qurban firanda andirja florida foto Foto-Foto kesesatan Syi'ah fpi freddy budiman gafatar gajah gallery gambar game online game pes garut gatot nurmantyo gaza gerhana matahari gerindra Gilbert Lumoindong globaltv golkar gontor google gp anshor gresik gubernur ntb guru gus manan gus sholah habib rizieq hacker Hadits hadyu hafidz quran haiti halal.ad ham hamdan zoelva hari pancasila Harits Abu Ulya hartoyo harvard hary tanoesoedibjo headline hidayat nur wahid hidayatullah hikmah hmi hollywood hukum seputar ta'ziyah husain syahid husni thamrin hut ri 71 ibadah ibnu khaldun ibu saeni ical idc ihw ikhsan modjo iklan ilc 8 november illuminati Ilmu Faroidh ilyas karim imam masjid al aqsa imamah imunisasi india indonesia indramayu inews info kajian inggris insan mokoginta inspiratif intermezo internasional ipb ipw irak iran irena handono irlandia Islamophobia islandia israel istanbul istiqlal istri ahok istri gus dur jabar jack ma jakarta jakut jamaah tabligh janet jackson jas jatim jawa barat jawa timur Jayawijaya Jeffry Winters jember jepang jerman jihad jihad internasional jil jilbab jk jokowi jokowi dan ahok jonru jpnn Kabar Muslim Burma 2012 kalbar kalimantan kammi kampung rambutan kanada Kapolda kapolri kapry nanda karawang kashmir kasih keluarga Kemendag kenan nabil kereta cepat kesehatan KH Ali Mustafa Ya'qub KH Hasyim Muzadi kh. abdur rasyid khairul anwar Khutbah jum'at Kiamat king abdul aziz king saudi university kiriman pembaca kisah kisah hikmah kisah para nabi kivlan zen kiwil knrp koko kolombia komnas ham komnas perempuan kompas kompastv komunis koneksi kopi jessica korea utara kotamabagu kpai kpk kpu kristen kristenisasi kristologi ktp kuba kuburan kuliner kurma iran kutab al fatih kyai nur labuhbatu Lain-lain lalu heru rojak lampung Laurence Rossignol lbh paham lenteng agung lgbt liberal Liberalisme Lieus sungkharisma lipia lira lomba lomba tahfidz lombok london luar batang lucky hakim Lucu luhut lukman hakim luthfi bashori ma'ruf amin mabuk madina madrasah madura magelang mahfud md Makalah Menarik Makalah Thoharoh makassar make money blog malang malaysia maluku manado mark zuckberg maroko marwah daud marzukie alie masjid nabawi mataram medan media mainstream megawati menag menakjubkan mendagri mengerikan menhan merdeka mesir metrotv minahasa miras mizanul muslim mnctv mpr ms kaban muallaf muda mudi mudik 2016 muhammad ali muhammad taufik muhammadiyah muharram muhasabah mui mukidi mukjizat mulyono munarman musa musik muslim uyghur muslimah Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin Mustholahul Hadits Mustolahat Fil fiqh myanmar nabil narkoba nasi uduk babi nasyiatul aisyiyah natal new york nigeria niken taradina ntb nu nur tajib nusairiyah nusantara nushairiyah nushron wahid oemar mita oezil olahraga omran opini ozil padang Paham Sesat pajak pakistan palestina palu pamekasan pan Panduan Ibadah Qurban pangeran harry pangi syarwi chaniago papua paris pasar ikan patani pbnu pdip pekerja asing Pemerintah Indonesia pendeta cabul pendeta vatikan pendidikan penemu muslim pengungsi suriah penjaringan penyerangan polisi tangerang perda islam pers persis pesantren petisi pilkada dki jakarta pki pks Pluralisme pokemon polisi politik ponorogo pontianak poso pp muhammadiyah ppp prabowo prancis probolinggo Prof DR Abdul Hadi profil proxy war psq puisi punk purbalingga purworejo pushami pwnu qishash quraish shihab rachmawati rawajati rcti reklamasi retorika dakwah revenuehits Rezim Penguasa riau ridwan kamil rifkoh abriani rio haryanto risma Riyadh Badr Bajrey rizal ramli robithoh alam islami rohingya rokok ronaldo rudal jokowi ruhut rumah tangga rusia Sahabat sahabat nabi said aqil sains salafy indonesia salib mampang salibis salim a. fillah samarinda sambudi sampang sandiago uno santoso santri sayidiman suryohadiprojo sby sd cilegon Sejarah sekjen pbb sekte dan aliran Sekularisme selandia sepak bola Shahnaz Laghari shalawat badar shalawat nabi shared2earn sidoarjo simposium anti pki siroh siyono skotlandia Slank sma soekarno solo spanyol spbu sragen stand up comedy stevanus stiba makassar subang sudan sukabumi sukmawati sulawesi sulteng sumbar sumedang sumsel sumut surabaya suriah surya prabowo susanto swedia syafii maarif syaikh sudais Syarh 'Umdatul Ahkam Syarh Matan Thawiyah syariat islam syarifah salsabila Syiah syiah mencela nabi muhammad syiah mencela sahabat syiah menghina muawiyah syiah mengkafirkan aisyah syiah mengkafirkan asyariyah syiah mengkafirkan sahabat syiah suriah syiah takfiri syirik syubhat pengagung kubur Syubhat Sejarah Rosululloh SAW Tabi'in Tabi'ut Tabi'in Tafsir tafsir al maidah tahukah? takbir keliling tangerang tanjungbalai tawasul Tax Amnesty Tazkiyyatunnafs tebet tebingtinggi teknologi tema ceramah tema dakwah teman ahok tempelate blog tempo tengger Tengku Erry Nuradi terbaru tere liye Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin terompet dari sampul al quran teroris teroris separatis terorisme terorisme medan teuku nasrullah teungku zulkarnain thailand thibun nabawi timor leste tionghoa tiongkok Tips tki tni tni au keroyok jamaah masjid trans7 Tsaqofah tuban tulisan turki tutorial tvone tvri uea ui uighur uika bogor uim uin ulil ullcok Ulumul Quran umroh gratis unas unesco Unik universitas islam madinah universitas paramadina unj Ushulul Fiqh ust. budi ashari ust. zaitun rasmin ust. zulkifli vaksin palsu valentine day van dame video vietnam wacana wahdah islamiyah walisongo wasilah wawasan wtc yahudi yaman yogya yogyakarta yordania yusril yusuf al qardawi yusuf mansur yuyuk andriati zaid royani zakat zulkifli hasan
false
ltr
item
Jurnalmuslim.com: “ Orang kafir harbi masuk wilayah Islam tanpa jaminan pengamanan ”
“ Orang kafir harbi masuk wilayah Islam tanpa jaminan pengamanan ”
http://keepfight.files.wordpress.com/2010/04/jizyah.jpeg
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2012/11/orang-kafir-harbi-masuk-wilayah-islam.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2012/11/orang-kafir-harbi-masuk-wilayah-islam.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy