$type=grid$meta=0$readmmore=0$snippet=0$count=4$hide=mobile$show=home

$type=ticker$meta=0$readmore=0$snippet=0$columns=4$hide=mobile$show=home

Pendapat Ahli Tafsir Mengenai Makna al-Wasilah, Pembagian Tawasul Menurut Jumhur Ulama, Bertawasul Dengan Yang Sudah Meninggal, Bertawasul dengan kemuliaan Rasulullah, Tawasul Dalam Shalawat Badar

IV.III.III  Pendapat Ahli Tafsir Mengenai Makna al-Wasilah

Ibnu Jarir Rahimahullah berkata ketika menafsirkan firman Allah U yang berbunyi, “Dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya (wasilah)”[1], “Hendaklah kalian berupaya mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang Dia ridhai.” Kata wasilah adalah wazan dari al-fa’ilah dari perkataan orang yang mengatakan, “Tawassaltu ila fulan bi kadza (saya bertawasul kepada fulan dengan ini dan itu), yang berarti, “Saya mendekatkan diri kepadanya.”[2] 


Az-zamakhsyari Rahimahullah berkata, “Al-wasilah adalah setiap sesuatu yang dengannya seseorang dapat bertawasul, yakni mendekatkan diri baik kepada kerabat, benda atau selainnya, lalu kata ini dipergunakan untuk bertawasul kepada Allah U dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan segala kemaksiatan.[3]

Ibnu Katsir Rahimahullah menukil riwayat Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat yang sama, yaitu al-Qurbah. Demilian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Abu Wail, al-Hasan, Qatadah, Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid dan selainnya. Dan Qatadah berkata, “Mendekatlah kalian kepada Allah U dengan mentaatiNya dan melakukan perbuatan yang dia ridhai.” Dan inilah yang dikatakan para imam-imam, tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ahli tafsir tentang hal itu.[4]

Abu as-Su’ud Rahimahullah berkata, “al-Wasilah dari wazan al-Fa’ilah yang berarti apa yang dengannya seseorang dapat bertawasul dan mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan kepada-Nya dan meninggalkan maksiat. Artinya, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan sesuatu.”[5]

Al-Baidhawi Rahimahullah berkata, “al-Wasilah adalah apa yang dengannya kalian mendekatkan diri kepadan pahala-nya dan kedekatan kepada-nya dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan, dan barang siapa yang bertawasul dengan hal itu maka ia telah mendekatkan diri kepada-nya.”[6]

Dari pengertian di atas, didapati bahwa tidak seorangpun  dari mereka yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wasilah itu ialah meminta pertolongan kepada orang-orang yang sudah meninggal, atau menjadikan mereka sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah U.


III.III   Pembagian Tawasul Menurut Jumhur Ulama

Bertawasul di dalam berdo’a kepada Allah U terbagi kepada dua klasifikasi[7] :
Pertama : Tawasul yang dibolehkan
Hal itu dilakukan dengan wasilah yang diajarkan oleh syari’at; ini ada beberapa jenis :
1.      Bertawasul melalui asma’ Allah, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya. Dalam hal ini, bertawasul kepada Allah Ta’ala dengan nama, sifat, atau perbuatan-Nya yang sepadan dengan apa yang dimintakan seseorang. Allah berfirman :
وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”  (al-A’raf : 180)

Seperti apabila berdo’a :
يَا رَحِيْمٌ اِرْحِمْنِيْ, يَا غَفُوْرٌ اِغْفِرْ لِيْ

“Wahai dzat yang maha pengasih, kasihinilah aku, wahai dzat yang maha pengampun, ampunilah aku.”

Dan semisal itu, seperti juga di dalam sebuah hadits dari Nabi bahwasannya beliau berdo’a :
اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِيْ مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِيْ

“Ya Allah, dengan ilmu-Mu terhadap yang ghoib dan qudrot-Mu di dalam mencipta, hidupkanlah aku selama kehidupan itu baik bagiku.”[8]
Beliau telah mengajarkan kepada umatnya agar di dalam shalatnya mengucapkan,
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمِ

“Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Nabi muhammad dan keluarga besarnya sebagaimana engkau telah menyampaikan shalawat kepada nabi ibrohim dan keluarga besarnya.”[9]

2.      Bertawasul kepada Allah dengan beriman dan taat kepada-Nya (amal shaleh) sebagaimana firman-Nya mengenai ulil albab,

 رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.” (ali-Imran : 193)
Dan firman-Nya :
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo'a (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.” (al-Mukminun : 109)

Serta firman-Nya mengenai hawariyyun (para shahabat Nabi ‘Isa u) :
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)".  (ali-Imran : 53)

3.      Bertawasul kepada Allah dengan menyebut kondisi orang yang bero’a yang menjelaskan kebutuhan dan hajatnya sebagaimana firman-Nya melalui ucapan Musa u,
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (al-Qashas : 24)

4.      Bertawasul kepada Allah melalui do’a orang yang diharapkan do’anya terkabul, sebagaimana permintaan para shahabat y kepada Nabi r agar beliau berdo’a kepada Allah untuk mereka seperti ucapan seorang laki-laki yang ketika Nabi sedang berkhutbah jum’at, dia masuk masjid sembari berkata, “Berdo’alah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami”. [10]
Dan ucapan ‘ukasyah bin muhshin kepada Nabi r,  “Berdo’alah kepada Allah agar menjadikanku termasuk dari mereka (tujuh puluh ribu orang yang meniti shiroth tanpa hisab).”[11]

Ini semua hanya bisa terjadi semasa hidup orang yang berdo’a, sedangkan setelah dia meninggal dunia, maka tidak boleh hukumnya karena dia dianggap tidak memiliki amal dan sudah berpindah ke alam akhirat. Oleh karena itu, ketika penduduk mengalami kekeringan pada masa kekhilafahan Umar bin khathab t, mereka tidak meminta kepada Nabi r agar memintakan hujan turun buat mereka, tetapi umar meminta turun hujan melalui perantaraan al-abbas t, paman nabi r. Dia berkata kepadanya, “berdirilah lalu mintalah hujan turun!” Lalu al-abbas t berdiri dan berdo’a.

5.      Tawasul kepada Allah dengan mengakui dosa-dosa.[12]
Allah berfirman:
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

“Musa mendo'a: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". (al-Qashash : 16)

Kedua : Tawasul yang dilarang
Tawasul tersebut dilakukan melalui wasilah yang tidak diajarkan oleh agama; ini ada dua jenis :
1.      Wasilah yang digunakan telah dibatalkan oleh syari’at, seperti tawasul yang dilakukan oleh orang-orang musyrik dengan tuhan-tuhan mereka, dan  tawasul orang-orang bodoh dengan wali-wali mereka. Ini adalah tawasul syirik, dan tidak benar kalau hal ini disebut tawasul tetapi hal ini adalah kesyirikan.[13] Kebatilan jenis ini tentunya amat tampak.
2.      Menggunakan wasilah yang didiamkan oleh syari’at; ini hukumnya haram dan termasuk jenis kesyirikan.
Diantaranya adalah:
Seperti bertawasul melalui jah (kehormatan) seseorang yang memang terhormat di sisi Allah, lalu dia berkata, “Aku meminta kepada-Mu melalui jah Nabi-Mu.”  Ini tidak dibolehkan karena merupakan penetapan terhadap suatu sebab yang tidak dianggap sah oleh syari’at dan karena jah orang yang memang terhormat tidak memiliki pengaruh apa-apa di dalam terkabulnya suatu do’a, sebab tidak terkait dengan orang yang berdo’a ataupun orang yang dido’akan, tetapi hanya merupakan urusan orang yang terhormat itu sendiri. Dia tidak dapat memberikan manfa’at bagi anda di dalam mencapai apa yang anda minta atau di dalam menolak apa yang anda tidak sukai. Dikatakan sebagai wasilah bagi sesuatu, bila mana ia dapat menyampaikan kepadanya sementara bertawasul (mengambil wasilah) dengan sesuatu kepada hal yang tidak dapat menyampaikannya merupakan bentuk kesia-siaan belaka.
IV.V       Bertawasul Dengan Yang Sudah Meninggal

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah Al Anshari berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku 'Abdullah bin Al Mutsanna dari Tsumamah bin 'Abdullah bin Anas dari Anas bin Malik bahwa 'Umar bin Al Khaththab t ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada 'Abbas bin 'Abdul Muththalib seraya berdo'a, "Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami,, maka turunkanlah hujan untuk kami." Anas berkata, "Mereka pun kemudian mendapatkan hujan." [14]

Dalam hadits di atas menjelaskan bahwa ucapan Umar, “Dan sekarang kami berdo’a kepada-Mu, lalu engkau menurunkan hujan kepada kami”, artinya, dan setelah Nabi kami wafat, kami mendatangi al-Abbas, paman Nabi r, dan kami meminta kepadanya agar berdo’a kepada Allah untuk menurunkan hujan pada kami.

Lalu mengapa Umar meninggalkan tawasul kepada Nabi r dan menggantinya dengan tawasul kepada Al-Abbas, padahal kita ketahui al-Abbas memiliki kedudukan yang mulia, ia tidak berarti apa-apa dibanding kedudukan Nabi dan kemuliaanya.

Hal ini menunjukan tawasul dengan nabi setelah wafatnya beliau r adalah tidak benar.[15] Sesungguhnya tawasul kepada Nabi tidak mungkin lagi setelah beliau wafat. Bagaimana mungkin mereka pergi kepada Nabi r dan menjelaskan keadaan mereka, serta meminta beliau berdo’a untuk mereka dan mereka mengaminkan do’a beliau, sedang beliau sudah pergi menghadap “kekasih tercintanya”, dan alam beliau sudah berbeda dengan alam dunia yang tidak diketahui hakikatnya kecuali Allah. Lalu bagaimana mungkin mereka meminta syafa’at dan do’a sedangkan antara mereka dan beliau ada pembatas sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,
وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (al-Mukminun : 100)

Oleh karena itu Umar, dimana beliau adalah seorang Arab asli yang menemani Nabi dan menyertainya pada sebagian besar kehidupan beliau, dan sangat mengenal beliau, dan sangat mengerti persoalan agama dan pendapatnya seringkali sesuai dengan wahyu, ia melakukan tawasul yang dibolehkan, maka ia memilih untuk bertawasul lewat perantaraan Al-Abbas.

Tidak pantas bagi umar dan bagi yang lainnya untuk meninggalkan tawasul lewat perantaraan Nabi dan menggantinya dengan tawasul lewat perantaraan al-Abbas atau yang lainnya, sekiranya tawasul kepada Nabi dimungkinkan dan dibolehkan. Dan tidak masuk akal para sahabat menyetujui perbuatan Umar, karena berpaling dari tawasul lewat perantaraan Nabi kepada tawasul lewat selainnya sama saja berpaling dari mengikuti salainnya dalam shalat. Hal ini karena para sahabat mengetahui betul derajat Nabi mereka, dimana pengetahuan mereka akan kedudukan dan keutamaan Nabi tidak tersamai oleh siapapun. [16]

Sekiranya tawasul Umar makananya adalah tawasul lewat perantaraan pribadi al-Abbas atau kedudukannya disisi Allah U, niscaya Umar tidak akan pernah meninggalkan tawasul dengan diri Nabi r. Beralihnya Umar kepada tawasul dengan perantaraan do’a al-Abbas merupakan dalil yang paling kuat yang menunjukan bahwa Umar dan shahabatnya yang lainnya tidak memandang bahwa tawasul dengan pribadi Nabi r, sesuatu yang disyari’atkan, dan pendapat inilah yang dipegang oleh orang-orang salaf setelah mereka, sebagaimana tawasul Mua’wiyah bin Abu Sufyan dan adh-Dhahhak bin Qois kepada Yazid bin al-Aswad al-Jarasyi dimana disebutkan dengan sangat jelas bahwa keduanya bertawasul dengan do’anya.

Maka, apakah boleh disimpulkan bahwa mereka semuanya meninggalkan tawasul dengan pribadi Nabi r jika sekiranya itu boleh, apalagi orang-orang yang berbeda pendapat dengan kami  sepakat meyakini bahwa tawasul dengan pribadi Nabi lebih afdhal dari tawasul dengan pribadi al-Abbas dan yang lainnya? Sungguh itu tidak mungkin dan tidak masuk akal, bahkan kesepakatan mereka merupakan dalil yang paling kuat yang menyatakan bahwa tawasul tersebut bagi mereka pun tidak disyari’atkan, sebab bagaimana mungkin mereka menukar yang lebih baik dengan yang lebih rendah!

Yang benar adalah, bahwa kesepakatan para sahabat yang meninggalkan tawasul dengan pribadi Nabi r ketika kesulitan menimpa mereka –di mana di masa Nabi hidup, mereka tidak bertawasul selain lewat perantaraan beliau- termasuk dalil yang paling kuat dan sangat jelas bahwa tawasul dengan pribadi Nabi r tidak disyari’atkan. Sebab kalau memang disyari’atkan niscaya akan diriwayatkan dari mereka lewat banyak jalan dalam beragam peristiwa.[17]


IV.VI      Bertawasul dengan kemuliaan Rasulullah r

Tawasul dengan bentuk ini, baik semasa hidupnya Rasulullah ataupun setelah wafatnya, adalah termasuk tawasul bid’ah yang tidak dibenarkan. Hal itu karena kemuliaan beliau hanya bermanfaat untuk beliau sendiri, tidak untuk orang lain. Oleh karenanya, seseorang tidak boleh mengatakan,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِجَاهِ نَبِيِّكَ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ أَوْ تَرْزُقَنِيْ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan perantara kemuliaan Nabi-Mu, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku, atau Engkau memberi rezeki kepadaku”, karena wasilah itu haruslah jadi perantara, dan al-wasilah terambil dari kata Al-Wusl yang berarti sampai kepada sesuatu, sehingga wasilah itu harus dapat mengantarkan kepada sesuatu. Jika tidak dapat menjadi perantara kepada sesuatu maka bertawasul dengannya tidak bermanfaat dan tidak ada gunanya.[18]  


IV.VII    Tawasul Dalam Shalawat Badar

Shalawat Badar yang sangat masyhur dikalangan kaum muslimin di Indonesia bahkan hingga negeri-negeri tetangga berisi tentang tawassul dengan nama Allah swt, Nabi dan para mujahidin ahli badar.

Didalam Shalawat Badar paling tidak mencakup tiga macam tawassul :

1.      Tawassul dengan Nama dan Sifat Allah.
Para ulama bersepakat boleh bertawassul dengan Nama dan Sifat Allah swt sebagaimana sebuah doa saat meruqyah orang sakit,”Ya Robb kami yang ada di langit, sungguh suci nama-Mu, urusan-Mu di langit dan bumi. Sebagaimana rahmat-Mu di langit jadikanlah rahmat di bumi. Ampunilah kami atas penyakit dan kesalahan kami. Engkau Robb orang-orang yang baik. Turunkanlah satu rahmat dari rahmat-rahmat-Mu. Kesembuhan dari kesembuhan-Mu dari penyakit ini, maka orang itu pun sembuh.” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud dan yang lainnya).

Didalam hadits ini terdapat tawassul kepada Allah U dengan memuji-Nya melalui Rububiyah dan Ilahiyah-Nya serta pensucian nama dan keagungan-Nya diatas makhluk-Nya juga perkara-Nya baik yang syar’i maupun qodari.[19]

2.      Tawassul dengan Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
Bertawasul dengan perantara nabi terbagi dalam empat bagian :
a.       Bertawasul dengan beriman kepadanya dan pengikut-pengikutnya. Tawasul ini dibolehkan baik semasa hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maupun setelah wafatnya.
b.      Bertawasul dengan do’anya; yaitu meminta kepada beliau agar mendo’akan untuknya. Tawasul bentuk ini dibolehkan hanya semasa hidup beliau, dan tidak boleh setelah wafatnya karena beliau tidak bisa lagi mendo’akan siapapun.
c.       Bertawasul dengan kemuliaan dan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah. Tawasul ini tidak dibolehkan, baik semasa hidup beliau maupun setelah wafatnya, karena hal itu bukan fungsinya.
d.      Bertawasul dengan dzat (pribadi) Rasulullah r. Tawasul ini tidak diperbolehkan karena termasuk dalam katagori perbuatan bid’ah dari satu sisi, dan pada sisi lain juga perbuatan syirik.[20]
e.       Tawasul dengan rasa cinta kepada Nabi Muhammad r dibolehkan karena tawasul dengan amal shaleh.

3.      Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr alias para shahabat yang mengikuti perang badar.
Kalau bertawasul dengan nabi saja tidak diperbolehkan, apalagi bertawasul dengan para mujahiddin dan ahli badr yang sudah meninggal, tentu lebih tidak diperbolehkan, apalagi dengan manusia biasa yang sudah meninggal. Karena bertawasul dengan yang sudah meninggal itu tidak diperbolehkan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pembahasan khusus tetang hal itu.

Nb : Sebuah karya ilmiyah telah selesai digarap oleh seorang thullab di Islamic Center Bekasi berupa Project Paper, yang menjawab semua hakikat dari shalawat nabi terkhusus shawalat badar yang banyak dilamalkan ummat. Silahkan bagi pembaca yang ingin mendownloadnya klik URL berikut ini : http://www.ziddu.com/download/19041390/shalawatbadar.rar.html


[1]  Al-maidah : 35.
[2] Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thobari, Jami’ul Bayan ‘An Ta’wilil Ayatul Qur’an, Daar ‘Alimil Kutub, Cet. I Thn. 1424 H / 2003 M. Juz : 6, hal : 226.
[3] Abu al-Qasim Mahmud bin az-Zamakhsari al-Khowarizmi, al-Kasyaf 'An Haqoiq at-Tanzil Wa 'Uyunu al-Aqowil Fi Wujuhi at-Ta'wil, Tahqiq : 'Abdur-Razaq al-Mahdy, Beirut, Daar Ihya' at-Turots al-'Aroby, Juz 1, hal 662. (Software Maktabah Syamilah)
[4] Imaduddin Abul Fida’ Isma’il bin Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adhim (Terjemahan), Pentahqiq DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Pustaka Imam Syafi’i, Cet III 1427 H/ 2006 M. juz : 2, hal : 52.
[5] Muhammad Bin Muhammad al-'Amady Abu as-Su'ud, Irsyad al-'Aqli as-Salim Ila Mazaya al-Qur'an al-Karim (Tafsir Abi as-Su'ud), Beirut, Daar Ihya' at-Turots al-'Aroby, Juz : 3, hal : 32. (Software Maktabah Syamilah)
[6] Lihat Anwar at-Tanzil, al-Baidhawi (1/273)
[7] Khalid al-Juraisiy. Terjemah Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-‘Ashriyyah Min Fatawa Ulama’ Al-Balad Al-Haram, Jakarta, Darul Haq, Cet I, 2003 M. Jilid : I, hal : 76-80.
[8]  Sunan an-Nasa-i, kitab as-Sahwu, jilid III, hal 54-55.
[9] Terdapat lafadh-lafadh yang bervariasi mengenai shalawat kepada Nabi dari lebih seorang shahabat. Lihat : Shahih al-Bukhari, kitab tentang al-Anbiya’, no. 3369; Shahih Muslim, kitab ash-Shalah, no. 407 dari hadits Abu Humaid as-Sa’idy; Shahih al-Bukhari, no. 3370 dan Shahih Muslim, no. 406 dari hadits Ka’ab bin ‘Ajrah; Shahih al-Bukhari, kitab at-Tafsir, no. 4798 dari hadits Abu Sa’id  dan Shihih Muslim, no. 405 dari hadits Abu Mas’ud.
[10]  Shahih al-Bukhari, kitab al-Istisqa’, no. 1013; Shahih Muslim, kitab Ahalah al-Istisqa’, no. 897.
[11] Shahih al-Bukhari, kitab ath-Thibb, no. 5752; Shahih Muslim, kitab al-Iman, no. 220 dari hadits Ibnu Abbas;  Shahih al-Bukhari, kitab al-Libas, no. 5811; Shahih Muslim, no. 216 dari hadits Abu Hurairah dan no. 218 dari hadits Imran.
[12] Dr. Shalih bin Fauzan Abdullah al-Fauzan, Kitab Tauhid, Jakarta, Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia, Cet I, 1423 H/ 2002 M, Jilid 3, hal 86.
[13] Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa Wa Rasail, Riyadh, Daarust Tsariya, Cet II, Thn 1414 H/1994 M. Juz: 5, hal:  288.
[14] HR. Bukhari, dalam Kitab : Jum'at, Bab : Permintaan Orang-orang Kepada Imam Untuk Melaksanakan Shalat Istisqa' untuk Memohon, Turunnya Hujan Ketika Musim Kemarau, No. Hadist : 954
[15] Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa Wa Rasail, Riyadh, Daarust Tsariya, Cet II, Thn 1414 H/1994 M. Juz: 5, hal:  288.
[16] Abu Anas Ali bin Husain Abu Lauz, Kupas Tuntas Tentang Tawasul, Jati Negara Jakarta Timur, Darus Sunnah Press, Cet II, 2011 M. hal : 81-82.
[17] Abu Anas Ali bin Husain Abu Lauz, Kupas Tuntas Tentang Tawasul, Jati Negara Jakarta Timur, Darus Sunnah Press, Cet II, 2011 M. hal : 88-89.
[18] Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa Wa Rasail, Riyadh, Daarust Tsariya, Cet II, Thn 1414 H/1994 M. Juz: 2, hal:  323. Fatwa no : 376.
[19] Muhammad Kholil Haras, Syarhu al-'Aqidah al-Wasithiyah Lisyaikhul Islam Ibnu Taimiyah,  ar-Ruasah al-'Amah Li Idarotil Buhus al-'Ilmiyah Wal-Ifta' Wad-Da'wah Wal-Irsyad, Cet I 1413 H./1992 M. Juz : 1, hal : 226. (Software Maktabah Syamilah)
[20] Abu Anas Ali bin Husain Abu Lauz, Kupas Tuntas Tentang Tawasul, Jati Negara Jakarta Timur, Darus Sunnah Press, Cet II, 2011 M. hal : 68.

COMMENTS

Iklan Konten$show=post

loading...

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

Nama

''1a,10,'Umdatul Ahkam,52,25 november,2,4 november,34,aa gym,15,aadc2,1,abu bakar ashidiq,1,aceh,14,Adab,8,ade armando,16,ade komaruddin,2,adik ahok,2,administrasi,5,adsense,3,advertorial,2,afrika,2,aher,2,ahmad baidhowi,1,ahmad dhani,1,ahmad zainuddin,1,ahok,274,ahok djarot,1,ahok illuminati,1,ahokers,2,akhlak,8,akmal sjafril,1,aksi bela islam iii,2,Al Hikmah,1,al quran palsu,1,al umm,1,al-quran,14,Alex Naddour,3,ali bin abi thalib,1,ali jaber,3,aliansi pemuda makassar,1,aliran sesat,3,allepo,1,am fatwa,1,amerika,9,amien rais,8,amir faishol fath,1,an najah,12,anis baswedan,1,anis dan sandiaga,1,anton medan,2,april,1,Aqidah,97,aqidah syiah,14,arab saudi,4,archandra,2,ariana grande,1,arief rahman,1,arifin ilham,2,arik banyadhu,3,artikel ilmiah,5,Artikel Ramadhan,7,australlia,3,bab thoharoh,1,bachtiar nasir,7,backmasking,1,badai pasir arab saudi,1,balaraja,1,band,1,bandung,3,bangka belitung,2,bangkalan,1,bangladesh,1,banjar,1,banjarmasjin,1,bank,1,banten,1,banyuwangi,1,bareskrim,2,bashar asad,5,bawaslu,1,beasiswa,27,beasiswa iain antasari,1,beasiswa kuwait,2,beasiswa tahfidz,1,beasiswa turki,1,bedah buku syiah,1,bekal dakwah,25,bekam,4,bekasi,3,berita,14,bid'ah,13,bima arya,1,bina qalam,1,biografi,2,bireun,1,Bisnis Online,3,bitung,1,blog tutorial,49,bmh,7,bmh jatim,2,bmh lumajang,3,bnn,1,bnpt,2,bogor,4,bom saudi,2,bpi,1,bpjs,4,brebes,1,britney spears,1,brunei,1,buddha,1,budha,3,bukit duri,2,buku,1,buku gratis,1,Buletin,35,bungkul,1,buni yani,6,burhan shodiq,1,bus pendemo,1,buya hamka,2,buya yahya,4,cadar,1,cakung,2,cangkul,8,car free day,1,cba,1,Ceramah,5,charlie hebdo,1,china,20,cholil nafis,1,cholil ridwan,1,cilacap,1,cina,5,cire,1,colil ridhwan,1,cut nyak din,3,dahnil anzar,1,darul hijrah,1,dasrul,10,Data Kesesatan Syi'ah,15,dauroh,1,debat bahasa arab internasional mesir,1,demo tolak ahok,40,demonstrasi,2,densus 88,4,depok,1,didin hafidhuddin,2,dimas kanjeng,2,din syamsuddin,3,djarot,2,do'a,1,donald frans,1,donald trump,11,Download,5,dprd,2,dr miftah el banjari,1,dr zakir naik,3,Dr. Adian Husaini,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,3,dr. aidh al qarni,3,dr. warsito,2,dzulhijjah,1,emilia renita,3,erdogan,7,Esra Panese,1,facebook,1,fadel muhammad,1,fadl zon,5,fahira idris,1,fahri hamzah,4,fakta,3,fans celtic,1,farid okbah,1,fatih seferagic,1,Featured,4,felix siauw,12,ferihana,1,filipina,1,film,2,Fiqih,144,fiqih dakwah,20,fiqih haji,8,fiqih ihram,2,fiqih jenazah,11,fiqih jihad,5,fiqih jual beli,3,fiqih madzhab imam syaf'i,1,fiqih nikah,8,fiqih puasa,2,fiqih qurban,2,firanda andirja,1,florida,1,foto,7,Foto-Foto kesesatan Syi'ah,4,fpi,9,freddy budiman,2,gafatar,1,gajah,1,gallery,1,gambar,3,game online,1,game pes,1,garut,5,gatot nurmantyo,4,gaza,7,gerhana matahari,1,gerindra,2,golkar,3,gontor,1,google,1,gp anshor,2,gresik,1,guru,13,gus manan,1,gus sholah,1,habib rizieq,10,hacker,1,Hadits,17,hadyu,2,hafidz quran,2,haiti,1,halal.ad,3,ham,3,hamdan zoelva,1,hari pancasila,1,Harits Abu Ulya,1,hartoyo,6,harvard,1,hary tanoesoedibjo,7,headline,90,hidayat nur wahid,2,hidayatullah,1,hikmah,8,hmi,12,hollywood,1,home,4,hukum seputar ta'ziyah,2,husain syahid,1,husni thamrin,1,hut ri 71,2,ibadah,5,ibnu khaldun,1,ibu saeni,15,ical,1,idc,1,ihw,1,iklan,1,ilc 8 november,1,illuminati,3,Ilmu Faroidh,20,ilyas karim,1,imam masjid al aqsa,2,imamah,5,imunisasi,1,india,4,indonesia,650,indramayu,1,info kajian,1,inggris,2,inspiratif,1,intermezo,1,internasional,200,ipw,1,irak,1,iran,6,irena handono,2,irlandia,2,Islamophobia,2,islandia,1,israel,10,istanbul,1,istiqlal,1,istri ahok,1,istri gus dur,1,jabar,2,jack ma,1,jakarta,20,jakut,1,jamaah tabligh,1,janet jackson,1,jatim,5,jawa barat,2,jawa timur,2,Jayawijaya,2,Jeffry Winters,1,jember,1,jepang,4,jerman,4,jihad,1,jihad internasional,5,jil,8,jilbab,5,jk,11,jokowi,96,jokowi dan ahok,2,jonru,1,Kabar Muslim Burma 2012,3,kalimantan,4,kammi,3,kampung rambutan,1,kanada,1,Kapolda,1,kapolri,2,kapry nanda,1,karawang,1,kashmir,1,kasih,1,keluarga,4,Kemendag,1,kenan nabil,1,kereta cepat,1,kesehatan,3,KH Ali Mustafa Ya'qub,1,KH Hasyim Muzadi,1,khairul anwar,1,Khutbah jum'at,6,Kiamat,3,king abdul aziz,1,king saudi university,2,kiriman pembaca,7,kisah,11,kisah hikmah,5,kisah para nabi,6,kivlan zen,5,kiwil,1,knrp,1,koko,1,kolombia,1,komnas ham,1,komnas perempuan,1,kompas,7,kompastv,2,komunis,17,kopi jessica,1,korea utara,1,kotamabagu,1,kpai,1,kpk,3,kpu,1,kristen,6,kristenisasi,9,kristologi,25,ktp,1,kuba,1,kuburan,1,kuliner,1,kurma iran,2,kutab al fatih,1,kyai nur,2,labuhbatu,1,Lain-lain,8,lalu heru rojak,1,lampung,2,Laurence Rossignol,1,lbh paham,1,lenteng agung,1,lgbt,19,liberal,1,Liberalisme,6,Lieus sungkharisma,1,lipia,2,lira,1,lomba,1,lomba tahfidz,1,lombok,1,london,1,luar batang,1,lucky hakim,1,Lucu,5,luhut,1,ma'ruf amin,1,mabuk,1,madina,2,madrasah,1,madura,3,magelang,2,mahfud md,2,Makalah Menarik,96,Makalah Thoharoh,35,makassar,5,make money blog,12,malang,1,malaysia,3,manado,1,mark zuckberg,1,maroko,1,marwah daud,1,masjid nabawi,2,mataram,1,media mainstream,5,megawati,9,menag,3,menakjubkan,7,mendagri,8,mengerikan,4,menhan,4,merdeka,4,mesir,3,metrotv,9,miras,5,mizanul muslim,6,mnctv,1,ms kaban,1,muallaf,23,muda mudi,1,mudik 2016,1,muhammad ali,3,muhammad taufik,1,muhammadiyah,20,muharram,1,muhasabah,66,mui,21,mukjizat,6,mulyono,1,munarman,4,musa,6,musik,3,muslim uyghur,1,muslimah,12,Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,Mustholahul Hadits,1,Mustolahat Fil fiqh,30,myanmar,12,nabil,1,narkoba,3,nasi uduk babi,2,nasyiatul aisyiyah,1,natal,1,new york,4,nigeria,1,niken taradina,1,ntb,3,nu,10,nur tajib,1,nusairiyah,3,nusantara,2,nushairiyah,1,nushron wahid,26,oemar mita,14,oezil,1,olahraga,1,omran,2,opini,1,ozil,1,padang,2,Paham Sesat,22,pajak,1,pakistan,1,palestina,41,palu,1,pan,1,Panduan Ibadah Qurban,3,pangi syarwi chaniago,1,papua,2,paris,1,pasar ikan,2,patani,1,pbnu,3,pdip,2,pekerja asing,1,Pemerintah Indonesia,11,pendeta cabul,2,pendeta vatikan,1,pendidikan,14,penemu muslim,1,pengungsi suriah,6,penjaringan,3,perda islam,2,pers,1,pesantren,1,pilkada dki jakarta,3,pki,90,pks,1,Pluralisme,5,pokemon,28,polisi,6,politik,1,ponorogo,1,pontianak,1,pp muhammadiyah,2,ppp,2,prabowo,1,prancis,3,probolinggo,1,Prof DR Abdul Hadi,3,profil,4,proxy war,3,puisi,1,punk,1,purbalingga,2,purworejo,1,pwnu,2,qishash,2,rachmawati,3,reklamasi,3,retorika dakwah,26,revenuehits,2,riau,1,ridwan kamil,4,rio haryanto,1,risma,4,Riyadh Badr Bajrey,4,rizal ramli,1,rohingya,7,rokok,3,ronaldo,1,rudal jokowi,1,ruhut,4,rumah tangga,4,rusia,1,Sahabat,4,sahabat nabi,1,said aqil,11,sains,1,salafy indonesia,4,salibis,1,salim a. fillah,1,samarinda,1,sambudi,5,sampang,1,sandiago uno,1,santoso,1,santri,1,sayidiman suryohadiprojo,1,sby,9,sd cilegon,1,Sejarah,18,sekjen pbb,1,sekte dan aliran,5,Sekularisme,6,selandia,1,sepak bola,1,Shahnaz Laghari,1,shalawat badar,8,shalawat nabi,18,shared2earn,1,sidoarjo,1,simposium anti pki,4,siroh,16,siyono,4,skotlandia,2,sma,1,soekarno,1,solo,2,spanyol,1,spbu,1,sragen,2,stand up comedy,1,stevanus,2,stiba makassar,1,sudan,1,sukabumi,2,sukmawati,1,sulawesi,2,sumbar,2,sumedang,1,sumsel,1,sumut,2,surabaya,3,suriah,32,susanto,1,swedia,1,syafii maarif,8,syaikh sudais,1,Syarh 'Umdatul Ahkam,42,Syarh Matan Thawiyah,20,syariat islam,3,syarifah salsabila,1,Syiah,195,syiah mencela nabi muhammad,6,syiah mencela sahabat,22,syiah menghina muawiyah,4,syiah mengkafirkan aisyah,6,syiah mengkafirkan asyariyah,4,syiah mengkafirkan sahabat,1,syiah suriah,1,syiah takfiri,1,syirik,7,syubhat pengagung kubur,2,Syubhat Sejarah Rosululloh SAW,9,Tabi'in,12,Tabi'ut Tabi'in,13,Tafsir,4,tafsir al maidah,1,tahukah?,4,takbir keliling,2,tanjungbalai,15,tawasul,4,Tax Amnesty,1,Tazkiyyatunnafs,24,tebet,2,tebingtinggi,1,teknologi,18,tema ceramah,20,tema dakwah,3,teman ahok,8,tempelate blog,6,tempo,1,tengger,3,Tengku Erry Nuradi,1,terbaru,1,tere liye,1,Terjemahan kitab Musthalahaat al-fuqaha’ wal ushuliyin,35,terompet dari sampul al quran,4,teroris,8,teroris separatis,1,terorisme,2,terorisme medan,3,teuku nasrullah,2,teungku zulkarnain,7,thailand,2,thibun nabawi,1,timor leste,1,tionghoa,4,tiongkok,2,Tips,4,tki,1,tni,4,tni au keroyok jamaah masjid,3,Tsaqofah,6,tuban,1,tulisan,1,turki,11,tutorial,1,tvone,2,tvri,1,uea,1,ui,1,uighur,1,uim,2,uin,1,ulil,4,ullcok,1,Ulumul Quran,3,umroh gratis,1,unas,1,unesco,1,Unik,19,universitas islam madinah,3,universitas paramadina,1,unj,1,Ushulul Fiqh,1,ust. budi ashari,1,ust. zaitun rasmin,2,ust. zulkifli,2,vaksin palsu,1,valentine day,3,van dame,1,video,37,wacana,12,wahdah islamiyah,2,walisongo,1,wasilah,1,wawasan,34,wtc,3,yahudi,7,yaman,1,yogya,1,yogyakarta,5,yordania,1,yusril,1,yusuf al qardawi,1,yusuf mansur,2,yuyuk andriati,1,zaid royani,4,zakat,4,
ltr
item
Jurnalmuslim.com: Pendapat Ahli Tafsir Mengenai Makna al-Wasilah, Pembagian Tawasul Menurut Jumhur Ulama, Bertawasul Dengan Yang Sudah Meninggal, Bertawasul dengan kemuliaan Rasulullah, Tawasul Dalam Shalawat Badar
Pendapat Ahli Tafsir Mengenai Makna al-Wasilah, Pembagian Tawasul Menurut Jumhur Ulama, Bertawasul Dengan Yang Sudah Meninggal, Bertawasul dengan kemuliaan Rasulullah, Tawasul Dalam Shalawat Badar
Jurnalmuslim.com
http://www.jurnalmuslim.com/2012/04/pendapat-ahli-tafsir-mengenai-makna-al.html
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/
http://www.jurnalmuslim.com/2012/04/pendapat-ahli-tafsir-mengenai-makna-al.html
true
3812561232547159440
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy